Suara Migran Nusantara Logo
Internasional

Jepang dan Taiwan Jadi Magnet Baru PMI, Visa Skilled Worker dan Job Fair Bilateral Digenjot

  alinurdin · 
Jepang dan Taiwan Jadi Magnet Baru PMI, Visa Skilled Worker dan Job Fair Bilateral Digenjot
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

JAKARTA — Pemerintah Indonesia semakin serius membuka jalur penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan Taiwan sebagai dua pasar kerja prioritas di kawasan Asia. Program ini memanfaatkan skema visa Specified Skilled Worker Jepang dan kerjasama job fair bilateral dengan Taiwan, dengan fokus rekrutmen pada lulusan vokasi dan pekerja dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemnaker, Budi Hartono, menjelaskan bahwa pemerintah Jepang saat ini tengah menghadapi defisit tenaga kerja akibat penuaan populasi yang masif. “Jepang membutuhkan ratusan ribu pekerja terampil setiap tahun. Indonesia punya potensi luar biasa untuk mengisi kebutuhan ini, asalkan PMI kita benar-benar siap secara kompetensi dan bahasa,” paparnya.

“Kami tidak ingin PMI Indonesia di Jepang dianggap murahan. Kami latih mereka bahasa Jepang N4, keterampilan teknis, dan etika kerja. Jepang membayar mahal untuk kualitas, dan PMI kita harus membuktikan nilai itu.”

— Budi Hartono, Direktur Penempatan TKI Luar Negeri Kemnaker

Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di 10 kota besar Indonesia kini menyediakan pelatihan gratis mencakup kursus bahasa Jepang, uji kompetensi TOEIC untuk pasar Taiwan, serta keterampilan teknis sesuai sektor tujuan. Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah sebagai bagian dari paket persiapan PMI.

Untuk Taiwan, job fair bilateral rencananya digelar tiga kali sepanjang 2026, menghadirkan langsung employer dari sektor manufaktur elektronik, pertanian, dan perawatan lansia. Kontrak kerja yang ditawarkan mengikuti standar ILO dengan jaminan upah minimum dan hak cuti yang jelas.

Ahmad Zaini (24), warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara — salah satu wilayah 3T — mengaku antusias mendaftar program ke Jepang. “Saya lulusan SMK Teknik Mesin. Tidak ada pabrik besar di sini. Kalau bisa ke Jepang, saya bisa kirim uang ke orang tua sekaligus belajar teknologi canggih,” ujarnya.

Jepang migran pekerja migran Pekerja Migran Indonesia PMI Taiwan Visa Kerja
Berita Terkait