Kampanye Migrasi Aman Digelar di Berbagai Daerah
JAKARTA/MATARAM, 9 Maret 2026 — Kampanye migrasi aman terus digelar secara masif di berbagai daerah kantong PMI sebagai bagian dari strategi nasional pencegahan eksploitasi dan perdagangan orang. KP2MI, Bareskrim Polri, Ditjen Imigrasi, dan berbagai mitra NGO menggelar kampanye terpadu di Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, NTT, Lampung, dan Kalimantan Utara sepanjang 2024-2025. Kampanye mencakup sosialisasi prosedur migrasi legal, cara mengenali agen bermasalah, hak-hak PMI, dan mekanisme pelaporan kasus.
Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, Gede Putu, melaporkan kampanye migrasi aman yang digelar di kabupaten-kabupaten dengan penempatan PMI tinggi di NTB telah menghasilkan peningkatan kesadaran terukur. “Survei sebelum dan sesudah kampanye menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang prosedur migrasi legal sebesar 45 persen di kalangan calon PMI dan keluarga mereka. Angka PMI nonprosedural dari NTB juga mulai menunjukkan tren penurunan,” ujarnya di Mataram. Polda NTT mengintensifkan kampanye di desa-desa, melibatkan kepala desa dan tokoh agama.
Kemenko PMK mendukung pelembagaan kampanye migrasi aman menjadi program rutin dalam rencana pembangunan daerah (RPJMD), bukan sekadar kegiatan insidental. Penelitian dari berbagai lembaga mengkonfirmasi bahwa kampanye migrasi aman yang konsisten, masif, dan berpendekatan partisipatif dapat mengurangi angka PMI nonprosedural hingga 30 persen di daerah yang menjalankan program secara serius. Migrant CARE merekomendasikan metode kampanye yang lebih inovatif, termasuk konten media sosial yang dibuat oleh PMI sendiri.