Suara Migran Nusantara Logo
TOKOH

Prof. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.: Pakar Hukum Tata Negara yang Mendorong Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

 ·  Admin2
Prof. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.: Pakar Hukum Tata Negara yang Mendorong Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Yusril Ihza Mahendra merupakan salah satu tokoh intelektual hukum paling berpengaruh di Indonesia. Ia dikenal sebagai pakar hukum tata negara, akademisi, sekaligus politisi yang telah lama berkiprah dalam pemerintahan dan perumusan kebijakan nasional, termasuk dalam isu perlindungan pekerja migran Indonesia.

Latar Belakang dan Pendidikan

Yusril Ihza Mahendra lahir pada 5 Februari 1956 di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Ia berasal dari keluarga sederhana yang memiliki latar belakang pendidikan agama dan budaya Melayu yang kuat.
Sejak muda, Yusril dikenal sebagai pelajar yang memiliki minat besar pada ilmu hukum, politik, dan pemikiran Islam. Ia kemudian menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, tempat ia mulai dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam diskusi intelektual dan organisasi.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana hukum, Yusril melanjutkan studi ke luar negeri dan memperoleh gelar Master of Science di bidang politik dan pemerintahan. Ia kemudian meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia dan dikenal sebagai akademisi yang banyak menulis tentang konstitusi, demokrasi, dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Karena kepakarannya di bidang hukum tata negara, Yusril kemudian diangkat menjadi profesor dan sering diminta memberikan pandangan akademis terkait berbagai persoalan konstitusi di Indonesia.

Karier Politik dan Pemerintahan

Dalam perjalanan kariernya, Yusril aktif dalam dunia politik dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia serta Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai pendiri dan tokoh penting dalam Partai Bulan Bintang.
Dalam berbagai jabatan pemerintahan, Yusril dikenal sebagai figur yang memiliki perhatian besar terhadap persoalan hukum, demokrasi, serta perlindungan hak asasi manusia.
Dalam perkembangan terbaru, ia juga dipercaya mengemban peran strategis sebagai Menteri Koordinator yang membidangi urusan hukum, hak asasi manusia, imigrasi, dan pemasyarakatan di pemerintahan nasional.

Kepedulian terhadap Nasib Pekerja Migran

Selain dikenal sebagai pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra juga menunjukkan perhatian serius terhadap persoalan pekerja migran Indonesia (PMI). Dalam berbagai forum kebijakan dan materi pemerintah, ia menekankan pentingnya perlindungan hukum dan pemenuhan hak asasi bagi pekerja migran.

Dalam materi kebijakan yang disampaikannya mengenai perlindungan pekerja migran, Yusril menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengirim pekerja migran terbesar di dunia.
Ia menyatakan bahwa, “Indonesia mengirimkan jutaan pekerja migran setiap tahunnya ke berbagai negara tujuan di seluruh dunia. Sebagai negara pengirim pekerja migran terbesar, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melindungi hak-hak pekerja migrannya.”

Dalam dokumen kebijakan tersebut juga ditegaskan bahwa pekerja migran sering menghadapi berbagai risiko serius di negara tujuan, seperti eksploitasi tenaga kerja, pelecehan, serta pelanggaran hak asasi manusia.

Karena itu, menurut Yusril, diperlukan pengaturan hukum yang komprehensif dan sistem perlindungan yang kuat untuk menjamin keselamatan dan martabat para pekerja migran Indonesia. Ia juga menekankan bahwa perlindungan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga penempatan, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.

Pandangan tentang Perlindungan Hukum

Dalam perspektif hukum yang ia bangun, Yusril memandang pekerja migran sebagai warga negara yang tetap memiliki hak konstitusional meskipun bekerja di luar negeri. Ia menekankan bahwa negara harus hadir melalui:
1. regulasi yang kuat terhadap sistem penempatan pekerja migran
2. perlindungan hukum yang efektif di negara tujuan
3. penguatan diplomasi dan peran perwakilan Indonesia di luar negeri
4. serta peningkatan koordinasi antar lembaga negara

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perlindungan pekerja migran bukan hanya isu ketenagakerjaan, tetapi juga menyangkut perlindungan hak asasi manusia dan tanggung jawab negara terhadap warganya di luar negeri.

Figur Intelektual dalam Hukum dan Kebijakan Publik

Selain aktif dalam pemerintahan, Yusril tetap dikenal sebagai intelektual yang produktif menulis dan memberikan pandangan akademis tentang hukum dan politik Indonesia. Ia sering menjadi narasumber dalam berbagai forum ilmiah, seminar nasional, dan diskusi publik terkait konstitusi, demokrasi, serta kebijakan hukum nasional.

Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi, politisi, dan pejabat negara, Yusril Ihza Mahendra menjadi salah satu figur yang memiliki pengaruh dalam membentuk arah kebijakan hukum Indonesia, termasuk dalam upaya memperkuat sistem perlindungan bagi pekerja migran.

Perjalanan hidup Prof. Yusril Ihza Mahendra memperlihatkan kombinasi antara pemikiran akademik dan pengalaman praktis dalam pemerintahan. Kepakarannya dalam hukum tata negara menjadikannya salah satu tokoh penting dalam pembangunan sistem hukum Indonesia.

Dalam konteks perlindungan pekerja migran, pandangannya menegaskan bahwa pekerja migran bukan sekadar penyumbang devisa negara, tetapi warga negara yang harus dilindungi martabat, keselamatan, dan hak asasinya oleh negara.

berita Buruh migran CPMI Devisa Pekerja Migran Hak Pekerja Migran iran KP2MI migran Migrasi pekerja migran PMI timur
Berita Terkait
Efendi Baharudin: Saksi Sejarah Panjang Buruh Migran dan Kritik atas Negara yang Abai
TOKOH
Efendi Baharudin: Saksi Sejarah Panjang Buruh Migran dan Kritik atas Negara yang Abai
23 Mar 2026
Yusri Addin Yusuf (Yusri Albima): Konsistensi Mengawal Martabat Pekerja Migran Indonesia
TOKOH
Yusri Addin Yusuf (Yusri Albima): Konsistensi Mengawal Martabat Pekerja Migran Indonesia
12 Mar 2026
Dolores Huerta: Perempuan di Balik Perjuangan Besar Buruh Migran Amerika
TOKOH
Dolores Huerta: Perempuan di Balik Perjuangan Besar Buruh Migran Amerika
12 Mar 2026