Program Pemberdayaan PMI Purna Dorong Kemandirian Ekonomi
JAKARTA/PONOROGO — Program pemberdayaan PMI purna (mantan PMI yang telah kembali ke tanah air) terus dikembangkan sebagai upaya mentransformasi pengalaman migrasi menjadi modal kemandirian ekonomi jangka panjang. KP2MI bekerja sama dengan BNI, BRI, Bank Mandiri, dan berbagai mitra UMKM menjalankan program pelatihan wirausaha, akses modal, dan pendampingan bisnis bagi PMI purna. Program ini menyasar ribuan PMI purna di daerah-daerah kantong PMI seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, dan Lampung.
Direktur Program Pemberdayaan PMI Purna KP2MI, Eni Widiastuti, menyatakan transformasi PMI purna menjadi wirausahawan mandiri membutuhkan ekosistem yang mendukung. “Banyak PMI purna yang memiliki modal dan motivasi, tetapi tidak tahu bagaimana memulai usaha. Program kami hadir untuk mengisi gap itu,” ujarnya di Jakarta. Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menekankan pemberdayaan PMI purna adalah investasi ganda: meningkatkan kesejahteraan PMI sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang mengurangi tekanan pada pasar tenaga kerja luar negeri.
Evaluasi program Desmigratif menunjukkan bahwa desa-desa yang memiliki kelompok usaha PMI purna aktif memiliki angka keberangkatan PMI baru yang lebih rendah dan lebih selektif. Kepala Dinas Koperasi Ponorogo merekomendasikan integrasi kelompok usaha PMI purna ke dalam ekosistem koperasi desa dan marketplace digital untuk memperluas akses pasar secara signifikan.