Pendidikan Keuangan bagi PMI Dinilai Sangat Penting
HONG KONG/JAKARTA, — Pendidikan keuangan bagi PMI dan keluarganya dinilai sangat penting untuk mengoptimalkan manfaat remitansi bagi kesejahteraan jangka panjang. Kementerian P2MI menggelar kegiatan Edukasi Keuangan bagi PMI secara hybrid di KJRI Hong Kong pada Maret 2025, dihadiri langsung oleh 120 PMI. Direktur Literasi Keuangan KP2MI, Indra Hardiansyah, menekankan bahwa pemanfaatan remitansi harus diarahkan untuk kegiatan ekonomi produktif—bisnis, tabungan, investasi—bukan sekadar konsumsi.
Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati, menyatakan literasi keuangan PMI terus meningkat namun perlu diperkuat. “Bank Indonesia sudah hadir di enam negara dan tiga kantor perwakilan untuk memudahkan PMI dalam mengirim remitansi melalui saluran resmi yang lebih murah dan aman,” jelasnya. Banyak PMI tersedot biaya administrasi transfer yang tinggi, sehingga dana yang diterima keluarga berkurang signifikan.
Penelitian yang dipublikasikan Universitas Cirebon menemukan literasi investasi PMI di kawasan Timur Tengah masih sangat rendah, padahal mereka memiliki potensi tabungan yang signifikan. Program pelatihan literasi keuangan yang melibatkan BNI, Bank Mandiri, dan BRI di Hong Kong terbukti efektif meningkatkan pemahaman PMI tentang produk keuangan yang sesuai kebutuhan. Para akademisi merekomendasikan pendidikan keuangan PMI dilakukan berkelanjutan dan diintegrasikan dalam program pra-keberangkatan serta pembekalan akhir masa kerja.