Program Pelatihan Migrasi Aman Digelar bagi Calon PMI
JAKARTA/PONOROGO, — Program pelatihan migrasi aman terus digelar di berbagai daerah kantong PMI sebagai bagian dari upaya preventif. KP2MI bersama Kemenko PMK dan berbagai mitra menggelar pelatihan terpadu di Malang (70 calon PMI), Ponorogo (100 keluarga PMI), Tulungagung, dan beberapa daerah lain sepanjang 2024-2025. Materi pelatihan mencakup prosedur migrasi aman, hak-hak PMI, literasi keuangan, kemampuan bahasa, dan kesiapan psikologis.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo, Sulistyono, menyatakan program pelatihan ini telah mengubah pola pikir calon PMI di daerahnya. “Dulu banyak warga berangkat ikut-ikutan tanpa tahu prosedur. Sekarang kesadaran untuk berangkat secara legal dan tahu hak-haknya semakin meningkat,” ujarnya di Ponorogo. Program pelatihan juga mencakup simulasi menghadapi situasi darurat di luar negeri, cara menghubungi KBRI, dan prosedur pelaporan jika mengalami kekerasan atau eksploitasi.
Efektivitas program terlihat dari data pengaduan: PMI yang mendapat pelatihan komprehensif sebelum berangkat memiliki tingkat masalah yang secara signifikan lebih rendah di negara penempatan. Namun akses pelatihan berkualitas masih timpang antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Migrant CARE merekomendasikan pemerintah mengalokasikan anggaran lebih besar untuk pelatihan migrasi aman di desa-desa terpencil, serta program pelatihan berbasis komunitas yang melibatkan PMI purna sebagai mentor.