Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

KP2MI Buka 40 Ribu Kesempatan SMK Go Global, Ini Rincian Sektor dan Negara Tujuan

  Admin2 · 
Sumber: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcShW04MyMuhnl2geBx43bo3ecjI3jn32X_6rneoUetyYFZpB-RhinRuOw8D&s=10
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka kesempatan bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan masyarakat yang memiliki kompetensi dasar untuk mengikuti Program SMK Go Global 2026.

Program tersebut menargetkan 40.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) pada 2026. Pemerintah menyiapkan sekitar 2.000 kelas pelatihan dengan kapasitas masing-masing 20 peserta. Program ini mencakup sejumlah sektor prioritas dan jenis jabatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan SMK Go Global merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja yang terhubung dengan kebutuhan pasar kerja global.

Pemetaan kebutuhan tenaga kerja dilakukan berdasarkan permintaan pasar yang telah diverifikasi pemerintah, termasuk melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI) dan jaringan perwakilan Republik Indonesia di berbagai negara.

Hospitality menjadi sektor dengan kebutuhan terbesar

Salah satu peluang terbesar tersedia pada sektor jasa pelayanan atau hospitality. Berdasarkan pemetaan kebutuhan yang disampaikan KP2MI, sektor ini membutuhkan sekitar 14.140 pekerja.

Profesi yang dibutuhkan antara lain terapis spa, housekeeping, petugas kebersihan, pramusaji, barista, dan juru masak. Negara tujuan yang disebut mencakup Turki, Malaysia, Maladewa, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga sejumlah negara di kawasan Eropa Timur.

Sektor hospitality menjadi salah satu fokus pemerintah karena permintaan tenaga kerja di bidang pariwisata dan pelayanan masih tinggi. Sebelumnya, KP2MI menyebut Turki sebagai salah satu negara yang memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga kerja hospitality.

Sektor kesehatan membutuhkan 12.780 pekerja

Peluang berikutnya berasal dari sektor kesehatan dengan kebutuhan sekitar 12.780 pekerja.

Posisi yang dibuka meliputi pengasuh, perawat, perawat lansia, hingga petugas panti jompo. Negara tujuan antara lain Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

Kebutuhan tenaga kerja pada sektor kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pemerintah meningkatkan penempatan pekerja migran yang memiliki keterampilan dan sertifikasi sesuai standar negara tujuan.

Manufaktur dan pertanian

Sektor manufaktur menyediakan kebutuhan sekitar 6.400 pekerja. Kompetensi yang dibutuhkan meliputi pengelasan, percetakan, serta operasi produksi dengan peluang penempatan di Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan.

Sementara itu, sektor agrikultur membutuhkan sekitar 4.300 pekerja. Bidang yang tersedia mencakup perkebunan sawit, peternakan, budidaya perikanan, kehutanan, dan pertanian dengan negara tujuan Malaysia, Taiwan, dan Jepang.

Selain itu, pemerintah membuka peluang bagi peserta yang memiliki kemampuan bahasa asing. Pelatihan bahasa untuk kompetensi bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea menyediakan sekitar 1.700 kesempatan.

Adapun sektor lainnya terdiri atas konstruksi dengan kebutuhan 400 pekerja, pelayaran dan kelautan sebanyak 220 pekerja, serta transportasi sebanyak 60 pekerja untuk posisi seperti sopir, juru mudi bus, dan pengemudi truk.

Bukan sekadar pelatihan

Program SMK Go Global dirancang tidak hanya untuk memberikan pelatihan, tetapi juga menghubungkan kompetensi peserta dengan kebutuhan nyata pemberi kerja di negara tujuan.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani sebelumnya menegaskan bahwa proses program harus mencakup seleksi, pelatihan, sertifikasi hingga penempatan. Pemerintah juga mendorong agar kurikulum pelatihan vokasi disesuaikan dengan kebutuhan pasar global.

Program 2026 tersebut merupakan bagian dari target lebih besar pemerintah untuk menyiapkan dan menempatkan 500.000 tenaga kerja terampil dan tersertifikasi secara internasional selama 2026–2029. Pada 2026, targetnya sebanyak 40.000 peserta, kemudian meningkat menjadi 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

KP2MI berharap skema tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan formal di luar negeri sekaligus mengurangi keberangkatan pekerja migran melalui jalur tidak resmi.

Dengan pembekalan kompetensi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi, dan proses penempatan yang prosedural, pemerintah menargetkan pekerja migran Indonesia tidak sekadar berangkat bekerja ke luar negeri, tetapi memiliki daya saing serta perlindungan yang lebih kuat.

Pendaftaran SMK Go Global 2026 dibuka pada 12–16 Agustus 2026. Calon peserta dapat memperoleh informasi dan melakukan pendaftaran melalui kanal resmi yang disediakan KP2MI, termasuk tautan pendaftaran yang diumumkan melalui akun resmi kementerian.

Program ini sekaligus menjadi upaya mengubah pola penempatan pekerja migran dari sekadar memenuhi kebutuhan tenaga kerja menjadi strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.


Discover more from suaramigrannusantara.org

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

berita BP2MI Buminu Buruh migran Calon Pekerja Migran Indonesia CPMI iran Jepang Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia KP2MI migran pekerja migran PMI
Berita Terkait
Sumber: https://image.jpnn.com/resize/1200x800-80/arsip/normal/2026/09/10/forum-media-voice-indonesia-bersama-bogor-media-siber-networ-boyx.jpg
BERITA
Korban TPPO Kembali Bekerja ke Luar Negeri, Pemulihan Terbentur Kebutuhan Ekonomi
11 Sep 2026
Sumber: https://rri-portal-app-assets.obs.ap-southeast-4.myhuaweicloud.com/upload/berita/image/cirebon/thumbs/full_1785239825720789_c8162bb055_berita_cirebon.webp
BERITA
Nadia Permatasari Mengaku Disekap di Tiongkok, Disnaker Indramayu Sebut Keberangkatan Diduga Ilegal
11 Sep 2026
Sumber: https://delapanmedia.sgp1.digitaloceanspaces.com/riauaktual/6756903559-whatsapp-image-2026-09-07-at-11-16-51.jpeg
BERITA
Polda Riau Gagalkan Pengiriman 10 Calon PMI Nonprosedural ke Malaysia
11 Sep 2026