Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Taiwan Memimpin Peluang Kerja PMI, 124 Ribu Lowongan Tersedia di Tengah Kebutuhan Tenaga Terampil Global

  Admin2 · 
Sumber: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTW_hZyb8SrI9_8VDjlPcXX-4QMw9lCdhinSIzEwtG6yw&s=10
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

JAKARTA — Taiwan menjadi negara dengan jumlah peluang kerja luar negeri terbesar yang tercatat dalam sistem penempatan pekerja migran Indonesia. Berdasarkan data pemerintah per 30 Agustus 2026, Taiwan mencatat sekitar 124 ribu lowongan, disusul Malaysia sekitar 27 ribu, Hong Kong sekitar 21 ribu, dan Singapura sekitar 15 ribu. Besarnya peluang tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja di kawasan Asia masih menjadi salah satu tujuan utama tenaga kerja Indonesia, sekaligus memperlihatkan besarnya kebutuhan negara tujuan terhadap pekerja dari Indonesia.

Secara keseluruhan, pemerintah mencatat 289.938 peluang kerja luar negeri telah terverifikasi hingga 30 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, baru 74.335 posisi atau sekitar 25,64 persen yang telah terserap, sehingga masih terdapat sekitar 215.603 peluang kerja yang belum terisi. Data tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara permintaan tenaga kerja di luar negeri dan kemampuan Indonesia dalam memenuhi persyaratan yang dibutuhkan pemberi kerja.

Dominasi Taiwan dalam daftar peluang kerja tersebut menjadi perhatian karena negara tersebut selama ini merupakan salah satu tujuan penting bagi pekerja migran Indonesia. Kebutuhan tenaga kerja Taiwan mencakup sejumlah sektor, termasuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tertentu. Dengan jumlah lowongan yang mencapai sekitar 124 ribu, Taiwan sendiri menyumbang porsi yang cukup besar dari keseluruhan peluang kerja luar negeri yang telah terverifikasi pemerintah.

Malaysia berada di posisi berikutnya dengan sekitar 27 ribu peluang kerja, sementara Hong Kong mencatat sekitar 21 ribu dan Singapura sekitar 15 ribu. Keempat negara atau wilayah tersebut memperlihatkan bahwa kawasan Asia masih memiliki kebutuhan tenaga kerja yang relatif besar. Kedekatan geografis, hubungan ekonomi dan pengalaman panjang penempatan PMI menjadi sejumlah faktor yang membuat pasar kerja Asia tetap penting bagi Indonesia.

Namun, besarnya jumlah lowongan tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai kesempatan yang otomatis dapat diisi seluruhnya oleh calon PMI. Setiap pekerjaan memiliki persyaratan berbeda mengenai pendidikan, pengalaman, kompetensi teknis, kemampuan bahasa, sertifikasi, kondisi kesehatan dan dokumen ketenagakerjaan. Karena itu, tantangan pemerintah bukan sekadar memperbanyak jumlah pekerja yang diberangkatkan, tetapi memastikan tenaga kerja yang ditempatkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja.

Dari sisi sektor, peluang kerja yang tersedia juga menunjukkan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja internasional. Pemerintah mencatat peluang di bidang kesehatan, manufaktur, hospitality, pengelasan dan konstruksi, anak buah kapal (ABK), serta kelistrikan. Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa pasar internasional tidak hanya membutuhkan pekerja untuk pekerjaan domestik, tetapi juga tenaga kerja dengan keterampilan teknis dan profesional.

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang memiliki prospek penting seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan dan pekerja perawatan di sejumlah negara tujuan. Kebutuhan tersebut berkaitan antara lain dengan perubahan struktur demografi dan meningkatnya populasi lanjut usia di beberapa negara. Namun, sektor kesehatan juga memiliki standar yang relatif ketat sehingga calon PMI harus memenuhi persyaratan pendidikan, kompetensi, sertifikasi dan, dalam banyak kasus, kemampuan bahasa sesuai ketentuan negara tujuan.

Sementara itu, sektor manufaktur, pengelasan dan konstruksi membuka peluang bagi lulusan pendidikan vokasi yang memiliki keterampilan teknis. Kebutuhan terhadap welder atau tenaga pengelas, misalnya, menunjukkan bahwa sertifikasi kompetensi dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Demikian pula bidang kelistrikan membutuhkan tenaga yang tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga memahami standar keselamatan dan teknis yang berlaku di negara tempat bekerja.

Sektor hospitality juga menjadi bagian dari peluang kerja yang tersedia. Industri pariwisata dan jasa membutuhkan tenaga kerja pada berbagai posisi dengan kemampuan pelayanan, komunikasi dan bahasa asing. Bagi lulusan SMK yang memiliki latar belakang perhotelan, tata boga, pariwisata maupun bidang terkait, kebutuhan tersebut dapat menjadi peluang untuk memasuki pasar kerja internasional melalui jalur yang resmi.

Peluang bagi ABK juga memperlihatkan bahwa pasar kerja internasional memiliki kebutuhan tenaga kerja yang sangat beragam. Pekerjaan di sektor maritim memiliki karakteristik tersendiri karena berkaitan dengan standar keselamatan, sertifikasi, kondisi kerja di kapal dan regulasi internasional. Oleh karena itu, proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja sektor tersebut harus dilakukan secara hati-hati agar calon pekerja memahami kontrak, jenis pekerjaan, upah dan kondisi kerja sebelum berangkat.

Kondisi tersebut menjadi relevan dengan pelaksanaan Program SMK Go Global yang dikembangkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Program tersebut diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia, khususnya lulusan SMK, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. Pemerintah menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pasar atau demand-driven, sehingga pelatihan diharapkan tidak berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi memiliki hubungan dengan peluang pekerjaan yang tersedia.

Program SMK Go Global menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja hingga 2029, yang terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 tenaga kerja melalui jalur umum. Target penempatan tersebut ditetapkan bertahap, yaitu 40.000 orang pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028 dan 140.000 pada 2029. Besarnya target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjadikan pasar kerja internasional sebagai salah satu ruang strategis bagi penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Namun, angka lowongan yang besar juga harus diikuti dengan sistem penyiapan dan penempatan yang kuat. Apabila terdapat sekitar 124 ribu peluang di Taiwan tetapi tenaga kerja yang tersedia tidak memenuhi persyaratan pemberi kerja, maka lowongan tersebut tetap tidak akan menghasilkan penempatan. Hal yang sama berlaku untuk Malaysia, Hong Kong, Singapura maupun negara tujuan lainnya. Dengan demikian, kesenjangan antara lowongan dan penempatan harus dilihat sebagai persoalan matching antara kebutuhan pasar dan kompetensi tenaga kerja.

Pemerintah juga perlu memastikan agar proses pencarian pekerjaan dilakukan melalui jalur resmi. Calon PMI dapat memanfaatkan sistem informasi resmi seperti SISKOP2MI untuk memeriksa peluang kerja dan proses penempatan. Langkah tersebut penting untuk menghindari praktik perekrutan ilegal, penipuan berkedok lowongan kerja dan penggunaan jasa perantara yang tidak memiliki kewenangan.

Ketersediaan informasi resmi menjadi semakin penting karena besarnya jumlah lowongan dapat menciptakan ruang bagi pihak-pihak yang menawarkan pekerjaan secara tidak bertanggung jawab. Tawaran gaji tinggi, keberangkatan cepat, proses tanpa dokumen lengkap atau permintaan pembayaran di muka harus menjadi tanda bagi calon PMI untuk melakukan verifikasi lebih lanjut. Calon pekerja perlu memastikan identitas pemberi kerja, jenis pekerjaan, lokasi kerja, kontrak, upah dan mekanisme penempatannya sebelum mengambil keputusan.

Dari perspektif kebijakan ketenagakerjaan, data tersebut sebenarnya memberikan pesan penting kepada pemerintah. Indonesia memiliki sumber daya manusia dalam jumlah besar, tetapi peluang kerja internasional tidak akan terserap secara optimal tanpa sistem pendidikan dan pelatihan yang mampu membaca kebutuhan pasar secara tepat. Karena itu, pemetaan kebutuhan tenaga kerja harus dilakukan secara berkala agar pelatihan yang diberikan tidak menghasilkan tenaga kerja yang memiliki sertifikat tetapi tidak memiliki pasar kerja yang jelas.

Keberhasilan kebijakan juga seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah PMI yang berhasil ditempatkan. Kualitas pekerjaan, tingkat upah, kepastian kontrak, keselamatan kerja, akses terhadap bantuan hukum dan pelindungan ketika terjadi perselisihan harus menjadi bagian dari indikator keberhasilan. Pekerja migran merupakan manusia yang memiliki hak atas pekerjaan layak, bukan sekadar angka dalam statistik penempatan.

Dominasi Taiwan dan besarnya peluang di Malaysia, Hong Kong serta Singapura pada akhirnya memberikan gambaran bahwa pasar kerja Asia masih menyediakan ruang besar bagi tenaga kerja Indonesia. Namun, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan strategi yang tepat. Pemerintah perlu memastikan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan, proses rekrutmen transparan, informasi lowongan dapat diverifikasi dan seluruh tahapan penempatan berada dalam kerangka pelindungan.

Dengan demikian, 124 ribu peluang kerja di Taiwan, 27 ribu di Malaysia, 21 ribu di Hong Kong dan 15 ribu di Singapura bukan sekadar angka lowongan, tetapi cerminan kebutuhan nyata pasar kerja yang harus dijawab dengan kualitas tenaga kerja Indonesia. Tantangan pemerintah adalah mengubah peluang tersebut menjadi pekerjaan yang layak dan terlindungi, sementara tantangan calon PMI adalah meningkatkan kompetensi dan memastikan setiap langkah keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi. Jika keduanya berjalan bersama, pasar kerja global dapat menjadi ruang peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya, bukan sekadar ruang ekspor tenaga kerja.


Discover more from suaramigrannusantara.org

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

berita BP2MI Buminu Buruh migran CPMI HAM Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia KP2MI migran pekerja migran Pekerja Migran Indonesia PMI
Berita Terkait
Sumber: https://image.jpnn.com/resize/1200x800-80/arsip/normal/2026/09/10/forum-media-voice-indonesia-bersama-bogor-media-siber-networ-boyx.jpg
BERITA
Korban TPPO Kembali Bekerja ke Luar Negeri, Pemulihan Terbentur Kebutuhan Ekonomi
11 Sep 2026
Sumber: https://rri-portal-app-assets.obs.ap-southeast-4.myhuaweicloud.com/upload/berita/image/cirebon/thumbs/full_1785239825720789_c8162bb055_berita_cirebon.webp
BERITA
Nadia Permatasari Mengaku Disekap di Tiongkok, Disnaker Indramayu Sebut Keberangkatan Diduga Ilegal
11 Sep 2026
Sumber: https://delapanmedia.sgp1.digitaloceanspaces.com/riauaktual/6756903559-whatsapp-image-2026-09-07-at-11-16-51.jpeg
BERITA
Polda Riau Gagalkan Pengiriman 10 Calon PMI Nonprosedural ke Malaysia
11 Sep 2026