Pemkab Jember Kawal Pemulangan dan Pemakaman Jenazah PMI Muhammad Iswandi dari Malaysia
JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember mengawal proses pemulangan hingga pemakaman jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember, Muhammad Iswandi, yang meninggal dunia saat berada di Malaysia. Pendampingan dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah, keluarga, serta jaringan relawan untuk memastikan jenazah dapat kembali ke kampung halaman dan dimakamkan secara layak.
Muhammad Iswandi merupakan warga Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Ia meninggal dunia di Malaysia pada Selasa, 18 Agustus 2026 setelah mengalami gangguan kesehatan yang kemudian berkembang menjadi komplikasi infeksi. Iswandi diketahui telah bekerja di Malaysia sejak 2006 dan selama hampir dua dekade menjalani berbagai pekerjaan untuk menghidupi keluarganya di Jember.
Putri almarhum, Istantina Anitia, mengatakan kondisi kesehatan ayahnya mulai mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Sebelum meninggal, Iswandi mengalami luka pada bagian kaki setelah tertusuk paku. Luka tersebut kemudian membengkak dan mengalami infeksi. Kondisi itu membuatnya sempat tidak masuk kerja selama beberapa hari.
Padahal, menurut keluarga, Iswandi sebenarnya telah merencanakan kepulangan ke Indonesia pada pertengahan Agustus 2026. Namun rencana tersebut tidak sempat terlaksana. Ia ditemukan meninggal dunia di sebuah musala di Malaysia ketika hendak memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit.
Kabar meninggalnya Iswandi kemudian diterima keluarga di Jember. Proses memastikan identitas dan pemulangan jenazah tidak berlangsung singkat. Pengurusan dokumen dan prosedur kepolisian di Malaysia menjadi salah satu kendala yang membuat proses pemulangan membutuhkan waktu beberapa pekan.
Dalam situasi tersebut, dukungan berbagai pihak menjadi penting bagi keluarga. Pemerintah Kabupaten Jember bersama jaringan relawan Bupati Jember Muhammad Fawait turut mengawal proses pemulangan dari Malaysia hingga jenazah tiba di kampung halaman.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perdagangan Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, bersama Camat Arjasa dan Camat Pakusari turut mendatangi keluarga almarhum. Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari pendampingan sekaligus penyampaian belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pemulangan jenazah juga mendapatkan dukungan dari jaringan relawan di daerah. Relawan Bupati Jember ikut memastikan proses pengantaran jenazah berjalan hingga tiba di rumah duka. Sejumlah pihak lain, termasuk anggota DPR RI Bambang Haryadi, turut membantu memperlancar proses administrasi dan kedatangan jenazah dari Malaysia ke Indonesia.
Jenazah Muhammad Iswandi akhirnya tiba di rumah duka di Desa Biting, Kecamatan Arjasa, pada Minggu malam, 6 September 2026, sekitar pukul 21.18 WIB. Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga dalam suasana duka. Setelah tiba di rumah duka, keluarga kemudian melanjutkan proses pemakaman almarhum di kampung halamannya.
Menurut Kepala Disnaker Jember Muhammad Zamroni, biaya pengiriman jenazah dari Malaysia hingga ke rumah duka disebut diselesaikan oleh Bupati Jember secara pribadi dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pernyataan tersebut disampaikan ketika jajaran pemerintah daerah menemui keluarga almarhum.
Bagi keluarga, kepulangan Iswandi ke Jember menjadi akhir dari penantian panjang setelah proses pengurusan jenazah berlangsung di Malaysia. Putrinya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak yang membantu sehingga ayahnya dapat kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan bersama keluarga.
Kasus Iswandi juga memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi PMI tidak berhenti ketika seorang pekerja mengalami sakit atau meninggal dunia di negara penempatan. Keluarga di daerah asal juga harus menghadapi proses administrasi lintas negara, verifikasi identitas, hingga pengurusan kepulangan jenazah.
Karena itu, kehadiran pemerintah daerah dan jaringan sosial masyarakat menjadi penting ketika keluarga PMI berada dalam kondisi rentan. Pendampingan tersebut bukan hanya menyangkut proses administratif, tetapi juga memastikan keluarga tidak menghadapi sendiri situasi duka ketika anggota keluarganya meninggal di luar negeri.
Pemulangan Muhammad Iswandi sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya sistem perlindungan PMI yang terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan Indonesia di luar negeri, serta masyarakat. Ketika musibah terjadi, negara diharapkan hadir bukan hanya dalam bentuk prosedur, tetapi juga melalui pendampingan nyata sampai seorang PMI dapat kembali ke tanah kelahirannya dan dimakamkan secara layak.
Bagi Jember, kisah Iswandi kembali menegaskan bahwa di balik status seorang pekerja migran terdapat keluarga yang menggantungkan harapan pada hasil kerja di luar negeri. Ketika harapan itu berakhir dengan kematian, setidaknya kepulangan jenazah ke kampung halaman menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud kepedulian terhadap warga yang telah bertahun-tahun mencari nafkah di negeri orang.
Discover more from suaramigrannusantara.org
Subscribe to get the latest posts sent to your email.