Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”

 ·  Admin2
Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”

Jakarta — Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Ia juga melontarkan kritik keras terhadap sistem perlindungan prajurit dalam misi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Ini duka bagi bangsa. Tapi lebih dari itu, ini alarm keras bahwa keselamatan prajurit kita tidak boleh dipertaruhkan tanpa perlindungan maksimal. Negara dan PBB tidak boleh lalai,” tegas Ali Nurdin dalam pernyataan resminya.

Kronologi Insiden di Lebanon Selatan

Kementerian Pertahanan RI mengonfirmasi bahwa insiden terjadi pada Senin, 30 Maret 2026, di wilayah Lebanon Selatan, dalam area operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).Peristiwa tersebut melibatkan prajurit dari Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI, tepatnya dari Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S.Berdasarkan keterangan resmi Mabes TNI:

– Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur

– Praka Rico Pramudia mengalami luka berat

– Praka Bayu Prakoso mengalami luka ringan

– Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan

Para prajurit yang terluka telah mendapatkan penanganan medis:

– Dua korban luka ringan dirawat di Hospital Level I UNIFIL

– Satu korban luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George, Beirut

Sementara itu, jenazah almarhum Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) sebelum dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut.

Insiden ini menambah jumlah korban prajurit TNI dalam misi tersebut menjadi tiga orang.

Ali Nurdin: Jangan Anggap Ini Risiko Biasa

Ali Nurdin menegaskan bahwa gugurnya prajurit dalam misi perdamaian tidak boleh dianggap sebagai konsekuensi rutin.

“Jangan dibiasakan menyebut ini sebagai ‘risiko tugas’. Ini nyawa manusia, ini anak bangsa. Harus ada evaluasi total, baik dari sisi kesiapan tempur, perlindungan, hingga dukungan intelijen di lapangan,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa Indonesia merupakan salah satu kontributor besar pasukan perdamaian dunia, sehingga sudah seharusnya mendapatkan jaminan keamanan yang setara.

“Kalau prajurit kita dikirim ke wilayah konflik aktif, maka standar pengamanannya harus kelas dunia. Jangan sampai kita hanya jadi pelengkap statistik misi global,” kritiknya tajam.

Desakan Evaluasi dan Tanggung Jawab

Ali Nurdin mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan dan TNI, untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.

Ia juga meminta pemerintah mengambil langkah diplomatik kepada PBB untuk memastikan peningkatan sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian.

“Harus ada keberanian negara untuk menuntut standar keamanan yang lebih tinggi dari PBB. Jangan hanya patuh pada mandat, tapi abai pada keselamatan prajurit sendiri,” tegasnya.

Pesan untuk Prajurit TNI di Garis Depan

Di tengah duka, Ali Nurdin menyampaikan penghormatan dan semangat kepada seluruh prajurit TNI yang masih bertugas di berbagai wilayah konflik dunia.

“Kalian adalah wajah kehormatan Indonesia di mata dunia. Tetap kuat, tetap waspada, dan jangan pernah ragu bahwa rakyat Indonesia berdiri bersama kalian,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan negara untuk memastikan tidak ada prajurit yang merasa ditinggalkan, baik dalam kondisi bertugas maupun ketika menjadi korban.

Perkembangan lebih lanjut terkait kronologi detail insiden dan identitas korban lainnya masih menunggu laporan resmi lanjutan dari Mabes TNI dan otoritas PBB.

berita Buminu Buminu Sarbumusi Federasi Buminu Sarbumusi KemenhanRI KemenluRI PBB Sarbumusi tengah TNI UNIFIL
Berita Terkait
Tedi Yusnanda N: Situasi Demonstrasi di AS Masuk Fase Rawan Destabilisasi, Pekerja Migran Jadi Kelompok Paling Rentan
BERITA
Tedi Yusnanda N: Situasi Demonstrasi di AS Masuk Fase Rawan Destabilisasi, Pekerja Migran Jadi Kelompok Paling Rentan
31 Mar 2026
BERITA
Pendidikan Keuangan bagi PMI Dinilai Sangat Penting
31 Mar 2026
BERITA
Komunitas PMI di Malaysia Perkuat Jaringan Solidaritas
30 Mar 2026