Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Rekonstruksi Citra PMI di TikTok: Ketika Pekerja Migran Mengambil Alih Narasi tentang Dirinya

  Admin2 · 
Sumber: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQXP1hvFmrXHQHB2wWZNMMqZrI5SKzVO7I1vqIqNpTLDTfEUnIKEVDa4LDr&s=10
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

JAKARTA — Citra Pekerja Migran Indonesia (PMI) di ruang publik perlahan mengalami perubahan. Jika selama bertahun-tahun pekerja migran lebih sering muncul dalam pemberitaan melalui narasi kekerasan, eksploitasi, persoalan hukum, atau kerentanan, kini sebagian PMI mulai membangun narasi mereka sendiri melalui media sosial, terutama TikTok.

Fenomena tersebut menjadi perhatian penelitian “Rekonstruksi Citra Pekerja Migran Indonesia Studi Personal Branding TKI Sebagai Content Creator TikTok dan Implikasinya pada Persepsi Publik”, yang diterbitkan pada Januari 2026 dalam Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara. Penelitian yang dilakukan Aiynun Zariah, Zulaikha, dan Nur’Annafi Firna Syam Maella dari Universitas Dr. Soetomo Surabaya itu mengkaji bagaimana pekerja migran yang menjadi kreator konten menggunakan personal branding untuk membentuk representasi baru tentang kehidupan PMI.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Peneliti mewawancarai lima kreator konten pekerja migran yang memiliki pengikut antara 750 ribu hingga 2,3 juta, 50 pengikut aktif, serta dua ahli komunikasi digital. Peneliti juga mengamati konten TikTok dan pola keterlibatan audiens.

Dari objek pemberitaan menjadi subjek yang bercerita

Salah satu temuan penting penelitian tersebut adalah munculnya strategi personal branding melalui tiga pendekatan, yakni autentisitas, konsistensi narasi, dan diferensiasi.

Autentisitas terlihat dari cara kreator menampilkan keseharian sebagai pekerja migran, mulai dari pekerjaan, kehidupan bersama keluarga majikan, aktivitas memasak, penggunaan waktu luang hingga pengalaman menghadapi kehidupan di negara tujuan.

Sementara konsistensi dibangun melalui tema konten yang relatif tetap. Seorang kreator dapat memosisikan dirinya sebagai pekerja migran sekaligus pembuat konten kuliner, lifestyle, edukasi, maupun motivasi.

Strategi ketiga adalah diferensiasi. Pekerja migran tidak hanya menjual cerita mengenai “bekerja di luar negeri”, tetapi mencari ciri khas yang membedakan dirinya dari kreator lain.

Dengan strategi tersebut, pekerjaan migran tidak lagi semata-mata ditampilkan sebagai cerita tentang penderitaan. Kehidupan PMI dapat muncul sebagai pengalaman kerja, proses belajar, perjuangan ekonomi, kehidupan keluarga, sekaligus ruang kreativitas.

Penelitian itu menyebut proses perubahan citra tersebut berlangsung melalui tiga mekanisme: humanisasi, normalisasi, dan inspirasi. Humanisasi menampilkan PMI sebagai manusia dengan kehidupan yang kompleks; normalisasi menempatkan pekerjaan migran sebagai profesi yang layak dihormati; sedangkan inspirasi menonjolkan pencapaian dan kontribusi positif pekerja migran.

Angka penelitian menunjukkan perubahan persepsi

Penelitian tersebut melaporkan adanya perubahan persepsi pada kelompok audiens yang diteliti setelah mendapatkan paparan konten secara berkelanjutan. Persepsi negatif yang dalam penelitian tercatat sebesar 68 persen turun menjadi 18 persen, sedangkan persepsi positif meningkat dari 10 persen menjadi 55 persen setelah periode paparan lebih dari 12 bulan.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara proporsional. Temuan itu merupakan hasil penelitian dengan desain studi kasus dan tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai gambaran seluruh masyarakat Indonesia. Ia lebih tepat dipahami sebagai indikasi bahwa paparan terhadap narasi yang dibuat langsung oleh pekerja migran dapat memengaruhi cara sebagian audiens memahami profesi dan kehidupan PMI.

Di titik inilah TikTok menjadi lebih dari sekadar ruang hiburan.

Platform tersebut memungkinkan PMI menjadi produsen informasi sekaligus subjek representasi dirinya sendiri.

Pemerintah juga mulai menggunakan TikTok sebagai ruang edukasi

Perkembangan tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya penggunaan media sosial sebagai instrumen komunikasi migrasi aman.

Pada Juni 2026, misalnya, BP3MI Aceh menggunakan siaran langsung TikTok melalui program RENCONG PMI untuk memberikan edukasi mengenai migrasi aman dan peluang kerja luar negeri. Siaran selama dua jam tersebut tercatat memperoleh 4.600 tayangan, 16.100 tanda suka, lebih dari 2.000 komentar dan menambah 336 pengikut baru.

BP3MI Sumatera Selatan juga menggunakan podcast TikTok pada Mei 2026 untuk menyosialisasikan migrasi aman dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Artinya, media sosial tidak lagi diposisikan semata sebagai kanal tambahan. Ia telah menjadi bagian dari arena komunikasi publik mengenai migrasi tenaga kerja.

Bahkan, KP2MI pada Juni 2026 menyebut media sosial sebagai salah satu sarana strategis untuk menyampaikan informasi mengenai pelindungan PMI, edukasi migrasi aman, program dan kebijakan pemerintah. Kementerian tersebut juga memperoleh penghargaan Best Use of Image dalam Government Social Media Award 2026.

Di balik peluang personal branding, terdapat risiko digital

Besarnya peluang membangun citra melalui media sosial sekaligus membawa risiko baru.

PMI yang menjadi kreator konten harus berhadapan dengan persoalan privasi, keamanan data, komentar negatif, cyberbullying, manipulasi informasi, hingga potensi penyalahgunaan konten untuk kepentingan komersial maupun perekrutan.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada 2025 juga menekankan pentingnya keterampilan digital, keamanan siber dan literasi finansial bagi pekerja migran. Menurut ILO, ketergantungan pekerja migran pada platform digital memberikan manfaat, tetapi sekaligus meningkatkan paparan terhadap penipuan dan ancaman siber.

Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena media sosial juga digunakan oleh pihak yang menawarkan pekerjaan luar negeri secara tidak benar.

KP2MI pada Juli 2026 menyatakan bahwa modus TPPO semakin bergeser ke ruang digital, termasuk melalui tawaran pekerjaan palsu di media sosial. Pemerintah karena itu mendorong penguatan literasi migrasi digital serta pengawasan informasi lowongan kerja di ruang digital.

Kementerian P2MI bahkan telah memiliki regulasi mengenai siber pelindungan PMI. Permen KP2MI Nomor 24 Tahun 2025 mengatur patroli siber terhadap media sosial, situs, konten ilegal dan informasi daring untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan maupun kejahatan siber di bidang pelindungan PMI.

Personal branding bukan berarti membangun citra yang selalu positif

Fenomena PMI sebagai kreator konten juga menghadirkan pertanyaan penting mengenai batas antara representasi diri dan pencitraan.

Personal branding yang efektif bukan berarti setiap pengalaman harus dibuat terlihat sempurna. Justru kredibilitas dapat lahir dari kemampuan kreator menyampaikan pengalaman secara jujur, proporsional dan bertanggung jawab.

Konten tentang keberhasilan bekerja di luar negeri, misalnya, tidak seharusnya menghapus kenyataan bahwa migrasi tenaga kerja juga memiliki risiko. Sebaliknya, konten mengenai persoalan atau kekerasan yang dialami PMI juga tidak semestinya digeneralisasi seolah-olah seluruh pengalaman pekerja migran identik dengan penderitaan.

Keseimbangan tersebut penting agar media sosial tidak sekadar mengganti satu stereotip dengan stereotip baru.

ILO bersama mitranya pada akhir 2025 juga mendorong pekerja migran perempuan mengembangkan konten digital yang etis, berbasis bukti dan responsif gender, terutama untuk mempromosikan migrasi aman, rekrutmen yang adil, hak ketenagakerjaan, keamanan siber dan pencegahan stereotip yang merugikan. Program tersebut melibatkan sejumlah vlogger pekerja migran di negara tujuan.

Citra PMI kini diperebutkan di ruang digital

Perubahan ini menunjukkan bahwa konstruksi citra PMI tidak lagi sepenuhnya berada di tangan media konvensional, pemerintah, perusahaan penempatan atau masyarakat di negara asal.

Pekerja migran sendiri semakin memiliki kemampuan untuk menentukan bagaimana kehidupannya diceritakan.

TikTok memungkinkan seorang PMI berbicara langsung kepada jutaan orang tanpa harus menunggu kisahnya dipilih oleh redaksi media. Dari sana muncul bentuk baru agency: pekerja migran bukan hanya menjadi objek cerita, tetapi juga menjadi subjek yang memproduksi cerita tentang dirinya sendiri.

Namun, kekuatan tersebut harus diikuti literasi digital dan tanggung jawab komunikasi.

Sebab, satu video dapat membangun reputasi, tetapi satu informasi yang keliru juga dapat menyesatkan calon pekerja migran. Satu kisah keberhasilan dapat memberi inspirasi, tetapi juga berpotensi menciptakan ekspektasi yang tidak realistis apabila konteks pekerjaan, biaya, risiko dan prosedurnya tidak dijelaskan.

Karena itu, rekonstruksi citra PMI melalui TikTok sebaiknya tidak diarahkan untuk sekadar membuat pekerja migran “terlihat keren”. Yang lebih penting adalah membangun representasi yang manusiawi, faktual dan bermartabat.

Di era ketika keputusan migrasi semakin dipengaruhi informasi dari layar ponsel, konten PMI bukan hanya soal views, likes dan jumlah pengikut. Ia dapat menjadi bagian dari ekosistem informasi yang memengaruhi cara masyarakat memahami pekerjaan migran—bahkan dapat ikut menentukan bagaimana seseorang mengambil keputusan untuk bekerja ke luar negeri.

Dengan demikian, personal branding pekerja migran di TikTok bukan sekadar fenomena media sosial. Ia merupakan bagian dari perubahan relasi kuasa dalam produksi informasi: dari PMI yang selama ini lebih sering diceritakan, menuju PMI yang mulai memiliki ruang untuk menceritakan dirinya sendiri.


Discover more from suaramigrannusantara.org

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

berita BP2MI BP3MI Buminu Buruh migran CPMI Edukasi Migrasi HAM Kementerian P2MI KP2MI migran pekerja migran PMI
Berita Terkait
Sumber: https://image.jpnn.com/resize/1200x800-80/arsip/normal/2026/09/10/forum-media-voice-indonesia-bersama-bogor-media-siber-networ-boyx.jpg
BERITA
Korban TPPO Kembali Bekerja ke Luar Negeri, Pemulihan Terbentur Kebutuhan Ekonomi
11 Sep 2026
Sumber: https://rri-portal-app-assets.obs.ap-southeast-4.myhuaweicloud.com/upload/berita/image/cirebon/thumbs/full_1785239825720789_c8162bb055_berita_cirebon.webp
BERITA
Nadia Permatasari Mengaku Disekap di Tiongkok, Disnaker Indramayu Sebut Keberangkatan Diduga Ilegal
11 Sep 2026
Sumber: https://delapanmedia.sgp1.digitaloceanspaces.com/riauaktual/6756903559-whatsapp-image-2026-09-07-at-11-16-51.jpeg
BERITA
Polda Riau Gagalkan Pengiriman 10 Calon PMI Nonprosedural ke Malaysia
11 Sep 2026