PERMAI Malaysia Perkuat Silaturahmi Indonesia-Malaysia dalam Semangat Kemerdekaan Dua Negara
Kuala Lumpur — Pengurus DPP Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMAI) menghadiri kegiatan memperingati dan menyambut Hari Kemerdekaan dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, yang diselenggarakan di Dewan PERMAI, Kuala Lumpur, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh gabungan organisasi nonpemerintah (NGO) dari Indonesia dan Malaysia. Pertemuan tidak hanya menjadi momentum memperingati hari bersejarah bagi kedua negara, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan silaturahmi masyarakat Indonesia dengan masyarakat Malaysia.
Malaysia memperingati Hari Kebangsaan setiap 31 Agustus. Secara historis, Persekutuan Tanah Melayu memperoleh kemerdekaan pada 31 Agustus 1957. Pemerintah Malaysia juga mencatat bahwa tanggal tersebut merupakan tonggak deklarasi kemerdekaan Persekutuan Tanah Melayu, sementara Malaysia sebagai negara federasi dibentuk kemudian pada 16 September 1963.
Sementara itu, Indonesia memperingati Proklamasi Kemerdekaan setiap 17 Agustus, yang menjadi momentum penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Dua tanggal kemerdekaan tersebut menjadi simbol perjalanan sejarah masing-masing bangsa, sekaligus dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan masyarakat yang lebih erat di antara dua negara bertetangga.
Bagi PERMAI, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi sebagai jembatan sosial antara masyarakat Indonesia dan Malaysia. Kehadiran berbagai NGO dari kedua negara menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak hanya berlangsung pada tingkat pemerintahan, tetapi juga tumbuh melalui interaksi masyarakat sipil.
“Semoga dengan diadakan kegiatan memperingati HUT kemerdekaan dua negara, PERMAI dapat semakin berperan untuk menyatu-padukan masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Semangat persaudaraan itu menjadi semakin relevan mengingat kedekatan historis, budaya dan sosial kedua masyarakat. Hubungan kedua negara tidak selalu bebas dari perbedaan dan dinamika, namun ruang dialog antarmasyarakat dapat menjadi salah satu cara menjaga hubungan tetap konstruktif.
Bagi masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia, keberadaan organisasi seperti PERMAI juga memiliki arti penting sebagai ruang berkumpul, membangun solidaritas, sekaligus memperkenalkan kontribusi masyarakat Indonesia dalam kehidupan sosial di negara tempat mereka berada.
Peringatan kemerdekaan dua negara serumpun itu akhirnya diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan lintas batas. Semangat kemerdekaan dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun masyarakat yang saling menghormati, membantu dan menjaga hubungan baik.
“Alhamdulillah, kegiatan PERMAI Malaysia menyatu-padukan hubungan masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia. PERMAI tetap di hati masyarakat.”
Dari Kuala Lumpur, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: Indonesia dan Malaysia boleh berbeda sebagai negara, tetapi masyarakatnya tetap dapat bersaudara sebagai sesama bangsa serumpun.
Malaysia Merdeka — 31 Agustus 1957.
Indonesia Merdeka — 17 Agustus 1945.
PERMAI: menyatukan masyarakat, mempererat silaturahmi. Pasti Bisa.
Discover more from suaramigrannusantara.org
Subscribe to get the latest posts sent to your email.