Migrant Center UI Jadi Pusat Penyiapan Talenta Vokasi Menuju Pasar Kerja Global
DEPOK — Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi menjalankan Program SMK Go Global di Migrant Center UI. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan talenta muda Indonesia agar mampu memasuki pasar kerja internasional dengan bekal kompetensi, kemampuan bahasa, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja di negara tujuan.
Peresmian program berlangsung di Auditorium Vokasi UI, Depok, Rabu (2/9/2026). Program ini menjadi bagian dari kolaborasi UI dan KP2MI bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat dan BP3MI Jakarta dalam memperkuat ekosistem penyiapan calon pekerja migran Indonesia.
Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, mengatakan peluang kerja di luar negeri harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki lulusan SMK perlu dihubungkan secara langsung dengan kebutuhan pasar kerja internasional sehingga lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Go Global” dalam konteks tersebut tidak sekadar berarti mengirim tenaga kerja ke luar negeri. Kesiapan menjadi faktor utama, mulai dari keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi, pemahaman mengenai proses bekerja di luar negeri hingga kemampuan menjaga diri selama berada di negara penempatan.
Urgensi penguatan pendidikan vokasi juga tercermin dari data ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK pada Februari 2026 tercatat sebesar 7,74 persen, menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja yang harus dijawab melalui pelatihan serta pemadanan kompetensi dengan kebutuhan industri.
Di Migrant Center UI, sebanyak 200 peserta mengikuti pelatihan dalam tahap awal Program SMK Go Global. Pelatihan diarahkan pada sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang kerja internasional, antara lain hospitality untuk posisi waitress dan housekeeping, sektor kesehatan melalui pelatihan caregiver dan elderly caretaker, serta bidang budidaya tanaman.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris dan Mandarin yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan serta negara tujuan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri mulai diarahkan tidak semata-mata berdasarkan ketersediaan tenaga kerja, tetapi juga berdasarkan kompetensi dan kebutuhan pasar kerja internasional.
Kehadiran Migrant Center UI menjadi bagian penting dari arah baru tersebut. Pusat ini sebelumnya diluncurkan pada Februari 2026 sebagai bagian dari kerja sama antara UI dan KP2MI. Sejak awal, Migrant Center UI dirancang bukan hanya untuk mahasiswa atau lulusan UI, tetapi juga sebagai wadah pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri, termasuk melalui pelatihan kompetensi dan sertifikasi.
KP2MI sendiri menempatkan Migrant Center perguruan tinggi sebagai salah satu simpul dalam pengembangan ekosistem pekerja migran. Pemerintah mendorong pusat-pusat tersebut tidak berhenti sebagai tempat pelatihan, tetapi berkembang menjadi bagian dari sistem yang menghubungkan pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi, informasi pasar kerja, perlindungan, hingga penempatan pekerja migran.
Program SMK Go Global juga memiliki target nasional yang cukup besar. KP2MI menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja Indonesia untuk pasar kerja internasional hingga 2029, yang terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 peserta dari kelompok umum. Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta pelatihan, tetapi dari sejauh mana kompetensi mereka benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri dan berujung pada penempatan kerja.
Dalam kerangka tersebut, SMK Go Global diarahkan untuk menjadi jembatan antara pendidikan vokasi nasional dan kebutuhan tenaga kerja global. KP2MI sebelumnya menyebut program ini sebagai salah satu program prioritas pemerintah untuk mempercepat penyiapan pekerja migran terampil, profesional, dan memiliki daya saing internasional.
Namun, tantangan program tidak berhenti pada pelatihan. Ekosistem pekerja migran juga membutuhkan transparansi informasi mengenai peluang kerja, negara tujuan, persyaratan, biaya, proses penempatan, kontrak kerja, serta mekanisme perlindungan. Tanpa informasi yang terbuka dan mudah diakses, program peningkatan kompetensi berpotensi tidak sepenuhnya menjawab persoalan yang selama ini dihadapi calon pekerja migran.
Karena itu, Migrant Center UI memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih luas sebagai pusat layanan karier global. Fungsi tersebut dapat mencakup pemetaan kompetensi peserta, informasi pasar kerja luar negeri, konsultasi karier, peningkatan bahasa, sertifikasi, edukasi migrasi aman, hingga penghubungan lulusan dengan kebutuhan pemberi kerja yang memenuhi ketentuan.
Penguatan fungsi tersebut penting agar konsep “Go Global” tidak dimaknai sekadar sebagai keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri. Orientasi yang lebih strategis adalah menciptakan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, memperoleh pekerjaan layak, dan memiliki jalur pengembangan karier setelah berada di negara penempatan.
Peresmian SMK Go Global di Migrant Center UI dengan demikian menjadi bagian dari upaya membangun mata rantai baru pendidikan vokasi dan mobilitas tenaga kerja internasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan kolaborasi antara perguruan tinggi, KP2MI, BP3MI, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia industri, dan calon pekerja migran berjalan transparan serta berorientasi pada kualitas.
Jika ekosistem tersebut dapat dibangun secara konsisten, Migrant Center UI bukan hanya menjadi tempat pelatihan sebelum keberangkatan, tetapi dapat berkembang menjadi pusat layanan karier global yang membantu talenta muda Indonesia menemukan peluang kerja internasional secara aman, kompeten, dan bermartabat.
Discover more from suaramigrannusantara.org
Subscribe to get the latest posts sent to your email.