Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Desa Wisata Hanjeli Sukabumi Masuk 50 Besar DPD RI Awards 2026, Asep Hidayat: Ini Perjuangan Masyarakat

  Admin2 · 
Sumber: https://lintassukabumi.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_2025-08-20-11-13-14-99_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

SUKABUMI — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sukabumi. Desa Wisata Hanjeli yang berada di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, berhasil masuk dalam jajaran 50 besar DPD RI Awards 2026 tingkat nasional pada bidang Ketahanan Pangan dan membawa nama Provinsi Jawa Barat ke panggung nasional.

Capaian tersebut menjadi momentum penting bagi Asep Hidayat selaku penggerak Desa Wisata Hanjeli. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diterimanya sekaligus menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak semata-mata merupakan keberhasilan pribadi, melainkan buah dari proses panjang bersama masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur, saya mendapatkan amanah dan kehormatan sebagai bagian dari 50 besar DPD RI Awards tingkat nasional, mewakili Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep.

Bagi Asep, masuknya Desa Wisata Hanjeli dalam 50 besar memiliki makna lebih jauh daripada sekadar penghargaan. Pengakuan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan Hanjeli sebagai pangan lokal, sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi berbasis desa memiliki peluang untuk memperoleh perhatian di tingkat nasional.

“Penghargaan ini menjadi capaian yang sangat berarti bagi kami, terutama dalam kategori Ketahanan Pangan, sebuah bidang yang selama ini kami perjuangkan bersama masyarakat melalui pengembangan Hanjeli sebagai pangan lokal unggulan,” katanya.

Secara resmi, DPD RI Awards 2026 memang menempatkan Ketahanan Pangan sebagai salah satu bidang penghargaan. Dalam kategori tersebut, DPD RI menetapkan fokus Penggerak Desa Mandiri Pangan, yang ditujukan kepada sosok yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, perjalanan Desa Wisata Hanjeli menjadi relevan dengan semangat penghargaan tersebut. Hanjeli tidak hanya dipandang sebagai komoditas pangan lokal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.

DPD RI Awards 2026 sendiri membuka ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan figur-figur yang memiliki karya, inovasi, maupun kontribusi nyata bagi daerah. Proses seleksi tahun ini meliputi identifikasi dan verifikasi data, seleksi 50 besar, pengumuman 10 besar, hingga tahapan berikutnya menuju malam penganugerahan. Dalam informasi resmi DPD RI, seleksi 50 besar dijadwalkan pada 8 September 2026.

Sebelumnya, DPD RI menyatakan bahwa penghargaan tersebut diarahkan untuk mengangkat kiprah tokoh-tokoh daerah yang bekerja dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Artinya, panggung penghargaan tidak semata-mata mencari figur yang populer, tetapi juga memberikan ruang kepada penggerak perubahan yang bekerja dari tingkat akar rumput.

Bagi Kabupaten Sukabumi, masuknya Desa Wisata Hanjeli dalam 50 besar menjadi refleksi bahwa potensi pembangunan tidak selalu lahir dari pusat-pusat ekonomi atau kawasan perkotaan. Desa dengan sumber daya lokal, kreativitas masyarakat, serta kemampuan mengolah potensi menjadi kekuatan ekonomi dan sosial juga memiliki posisi strategis dalam pembangunan.

Asep pun melihat capaian tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kembali perhatian terhadap pangan lokal. Menurut dia, ketahanan pangan tidak seharusnya hanya dipahami dalam perspektif produksi dan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat mengenali, mengembangkan, mengolah, dan mempertahankan sumber pangan yang tumbuh dari wilayahnya sendiri.

“Terpilihnya kami dalam kategori Ketahanan Pangan bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi representasi dari semangat, kerja keras, dan kolaborasi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Karena itu, Asep berharap pencapaian Desa Wisata Hanjeli dapat menjadi semacam kado bagi daerah sekaligus membuka perhatian yang lebih besar terhadap potensi desa dan pangan lokal.

“Semoga capaian ini menjadi kado kecil yang dapat membawa nama baik daerah kita ke tingkat nasional, sekaligus membuka mata banyak pihak bahwa potensi desa, pangan lokal, dan kekuatan masyarakat adalah fondasi besar untuk masa depan,” tuturnya.

Lebih jauh, penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Tantangan berikutnya justru bagaimana pengembangan Hanjeli dapat terus diperkuat melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pengembangan pangan lokal membutuhkan ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari produksi, pengolahan, inovasi produk, pemasaran, edukasi masyarakat hingga penguatan nilai ekonomi bagi petani dan pelaku usaha di tingkat desa.

Dalam konteks itulah, capaian Desa Wisata Hanjeli dapat menjadi pintu masuk untuk memperbincangkan kembali paradigma pembangunan pangan dari bawah. Ketahanan pangan nasional pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh kemampuan setiap daerah menjaga dan mengembangkan sumber pangan yang dimilikinya.

Asep berharap dukungan terhadap perjuangan tersebut dapat terus diperluas agar manfaatnya tidak berhenti di Kabupaten Sukabumi.

“Kami berharap, apa yang telah diperjuangkan ini dapat terus didukung dan dikembangkan bersama, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya untuk Kabupaten Sukabumi, tetapi juga untuk Jawa Barat dan Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan Desa Wisata Hanjeli.

“Terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan semua pihak. Mari kita terus bergerak, menjaga, dan menguatkan ketahanan pangan dari desa untuk Indonesia,” pungkas Asep.

Masuknya Desa Wisata Hanjeli dalam 50 besar DPD RI Awards 2026 pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang sebuah penghargaan. Di baliknya terdapat pesan bahwa pangan lokal, desa, dan masyarakat dapat menjadi bagian penting dari percakapan pembangunan nasional.

Dari Waluran, Kabupaten Sukabumi, Hanjeli kini mendapat ruang untuk menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia dapat dibangun dari kekuatan desa—dengan pengetahuan lokal, kerja bersama, dan keberanian mengembangkan apa yang telah dimiliki masyarakat sendiri.


Discover more from suaramigrannusantara.org

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

ART berita BP2MI Buminu Buruh migran CPMI Ekonomi HAM kebijakan KP2MI migran pekerja migran PMI Sukabumi
Berita Terkait
Sumber: https://image.jpnn.com/resize/1200x800-80/arsip/normal/2026/09/10/forum-media-voice-indonesia-bersama-bogor-media-siber-networ-boyx.jpg
BERITA
Korban TPPO Kembali Bekerja ke Luar Negeri, Pemulihan Terbentur Kebutuhan Ekonomi
11 Sep 2026
Sumber: https://rri-portal-app-assets.obs.ap-southeast-4.myhuaweicloud.com/upload/berita/image/cirebon/thumbs/full_1785239825720789_c8162bb055_berita_cirebon.webp
BERITA
Nadia Permatasari Mengaku Disekap di Tiongkok, Disnaker Indramayu Sebut Keberangkatan Diduga Ilegal
11 Sep 2026
Sumber: https://delapanmedia.sgp1.digitaloceanspaces.com/riauaktual/6756903559-whatsapp-image-2026-09-07-at-11-16-51.jpeg
BERITA
Polda Riau Gagalkan Pengiriman 10 Calon PMI Nonprosedural ke Malaysia
11 Sep 2026