<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KemenluRI Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<atom:link href="https://suaramigrannusantara.org/tag/kemenluri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/kemenluri/</link>
	<description>Suara Migran, Suara Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2026 04:09:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/02/cropped-WhatsApp-Image-2026-02-27-at-10.04.27-1-32x32.png</url>
	<title>KemenluRI Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/kemenluri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Tegaskan Komitmen Perlindungan Migran dalam IMRF 2026 di Markas Besar PBB</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/indonesia-tegaskan-komitmen-perlindungan-migran-dalam-imrf-2026-di-markas-besar-pbb/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/indonesia-tegaskan-komitmen-perlindungan-migran-dalam-imrf-2026-di-markas-besar-pbb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 04:09:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2956</guid>

					<description><![CDATA[<p>New York — Delegasi Republik Indonesia menyampaikan Explanation of Vote (EoV) dalam Sidang Pleno Second International Migration Review Forum (IMRF)...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/05/indonesia-tegaskan-komitmen-perlindungan-migran-dalam-imrf-2026-di-markas-besar-pbb/">Indonesia Tegaskan Komitmen Perlindungan Migran dalam IMRF 2026 di Markas Besar PBB</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>New York</strong> — Delegasi Republik Indonesia menyampaikan <em>Explanation of Vote</em> (EoV) dalam Sidang Pleno <em>Second International Migration Review Forum</em> (IMRF) 2026 di Markas Besar PBB, New York, pada 8 Mei 2026, sesaat setelah dokumen <em>Progress Declaration</em> diadopsi secara konsensus oleh seluruh negara anggota PBB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum global yang berlangsung pada 4–8 Mei 2026 tersebut menjadi momentum penting evaluasi implementasi Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration (GCM), sekaligus menetapkan arah kebijakan migrasi internasional untuk periode 2026–2030.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pernyataan resminya, Delegasi Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap <em>Progress Declaration</em> serta mengakui bahwa setiap negara memiliki realitas, tantangan, dan dinamika migrasi yang berbeda-beda. Namun demikian, Indonesia menekankan bahwa pengelolaan migrasi global tidak dapat dilakukan secara unilateral.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Migration can only be governed effectively through cooperation and practical partnership.”</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut menjadi penegasan posisi diplomasi Indonesia yang mendorong penguatan kerja sama antara negara asal, negara transit, dan negara tujuan migrasi demi menciptakan tata kelola migrasi yang aman, tertib, dan manusiawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Explanation of Vote</em> sendiri merupakan instrumen diplomatik resmi yang lazim digunakan dalam forum multilateral PBB setelah adopsi suatu dokumen internasional. Pernyataan itu dicatat dalam rekam resmi sidang dan menjadi bagian dari posisi resmi negara terhadap dokumen yang diadopsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam <em>Progress Declaration</em> IMRF 2026, negara-negara anggota PBB kembali menegaskan komitmen terhadap prinsip-prinsip utama GCM, termasuk penghormatan terhadap hak asasi manusia migran, kerja sama internasional, kedaulatan negara, pembangunan berkelanjutan, hingga perlindungan kelompok rentan seperti perempuan dan anak migran. Dokumen tersebut juga menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu menangani persoalan migrasi sendirian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mengimplementasikan <em>Progress Declaration</em> sebagai bagian dari penguatan pelindungan terhadap lebih dari 5 juta Pekerja Migran Indonesia yang tersebar di berbagai negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut dinilai relevan di tengah meningkatnya tantangan migrasi global, mulai dari konflik geopolitik, krisis ekonomi, perdagangan manusia, eksploitasi tenaga kerja, hingga perubahan iklim yang mendorong perpindahan manusia lintas negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Posisi Indonesia dalam IMRF 2026 juga mencerminkan konsistensi politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menempatkan kerja sama multilateral sebagai instrumen penting penyelesaian persoalan global. Dalam berbagai forum internasional, Indonesia terus mendorong pendekatan dialogis, kolaboratif, dan berbasis kemanusiaan dalam merespons isu-isu internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, isu perlindungan pekerja migran semakin menjadi perhatian strategis pemerintah mengingat kontribusi ekonomi diaspora migran Indonesia yang sangat besar melalui remitansi, investasi keluarga, hingga penguatan ekonomi daerah asal pekerja migran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IMRF sendiri merupakan forum tinjauan migrasi internasional yang dibentuk berdasarkan mandat Majelis Umum PBB untuk mengevaluasi implementasi GCM sejak diadopsi di Marrakesh pada 2018. Forum ini mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi pekerja migran untuk merumuskan langkah konkret tata kelola migrasi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adopsi <em>Progress Declaration</em> IMRF 2026 secara konsensus dipandang sebagai sinyal penting bahwa komunitas internasional masih menempatkan kerja sama multilateral sebagai jalan utama menghadapi kompleksitas migrasi global di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/05/indonesia-tegaskan-komitmen-perlindungan-migran-dalam-imrf-2026-di-markas-besar-pbb/">Indonesia Tegaskan Komitmen Perlindungan Migran dalam IMRF 2026 di Markas Besar PBB</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/indonesia-tegaskan-komitmen-perlindungan-migran-dalam-imrf-2026-di-markas-besar-pbb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260509-WA0003.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perputaran Uang Hitam PMI Ilegal ke Timur Tengah Kian Mengkhawatirkan: Dugaan Keterlibatan Oknum Lintas Institusi Menguat</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perputaran-uang-hitam-pmi-ilegal-ke-timur-tengah-kian-mengkhawatirkan-dugaan-keterlibatan-oknum-lintas-institusi-menguat/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perputaran-uang-hitam-pmi-ilegal-ke-timur-tengah-kian-mengkhawatirkan-dugaan-keterlibatan-oknum-lintas-institusi-menguat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 06:10:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Pekerja Migran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bandung &#8211; Praktik pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan serius. Di tengah upaya...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perputaran-uang-hitam-pmi-ilegal-ke-timur-tengah-kian-mengkhawatirkan-dugaan-keterlibatan-oknum-lintas-institusi-menguat/">Perputaran Uang Hitam PMI Ilegal ke Timur Tengah Kian Mengkhawatirkan: Dugaan Keterlibatan Oknum Lintas Institusi Menguat</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bandung &#8211;</strong> Praktik pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan serius. Di tengah upaya pemerintah memperketat tata kelola penempatan tenaga kerja ke luar negeri, justru muncul indikasi kuat adanya perputaran uang ilegal dalam skala besar yang melibatkan berbagai pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivis perlindungan pekerja migran, Ali Hildan yang akrab disapa Najib, mengungkap bahwa praktik ini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan telah berkembang menjadi pola terstruktur yang diduga melibatkan oknum lintas institusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam keterangannya, Najib menyebut adanya indikasi keterlibatan oknum dari berbagai sektor strategis, mulai dari imigrasi, kepolisian, hingga kementerian terkait. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan adanya celah sistemik dalam tata kelola migrasi tenaga kerja yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Banyak oknum bermain. Ini bukan lagi persoalan individu, tapi sudah mengarah ke pola yang terstruktur,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, ia menyoroti lemahnya pengawasan negara yang dinilai seolah memberikan ruang bagi praktik ilegal tersebut untuk terus berlangsung. Bahkan, terdapat dugaan adanya unsur pembiaran akibat minimnya langkah preventif dan pengawasan di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini semakin mengkhawatirkan setelah hasil investigasi dan survei di wilayah Jawa Barat menemukan bahwa sekitar 200 hingga 300 orang diberangkatkan secara ilegal setiap pekan ke kawasan Timur Tengah. Angka ini bukan hanya menunjukkan tingginya permintaan tenaga kerja, tetapi juga besarnya potensi perputaran uang ilegal yang tidak tercatat dalam sistem resmi negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain merugikan negara dari sisi ekonomi (terutama dalam bentuk hilangnya potensi devisa dan pajak) praktik ini juga menempatkan para pekerja migran dalam posisi yang sangat rentan terhadap eksploitasi, kekerasan, hingga tindak pidana perdagangan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah solusi, Najib mendorong pemerintah untuk segera membuka kembali moratorium penempatan PMI ke Timur Tengah dengan pendekatan baru yang lebih legal, terstruktur, dan berpihak pada perlindungan pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau ingin mengurangi PMI ilegal, negara harus hadir. Buka jalur resmi, berikan perlindungan dari bawah, dan libatkan lembaga pelatihan kerja secara aktif,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), khususnya di daerah-daerah basis migrasi seperti Gadeng, agar proses pembinaan dan pemberangkatan tenaga kerja dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini dinilai membutuhkan respons cepat dan tegas dari pemerintah, baik dari unsur eksekutif maupun legislatif. Tanpa langkah konkret dan terukur, praktik ilegal ini dikhawatirkan akan terus berkembang dan semakin sulit diberantas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini harus jadi pembahasan serius. Negara tidak boleh kalah dengan praktik ilegal yang jelas-jelas merugikan rakyatnya sendiri,” tutup Najib.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perputaran-uang-hitam-pmi-ilegal-ke-timur-tengah-kian-mengkhawatirkan-dugaan-keterlibatan-oknum-lintas-institusi-menguat/">Perputaran Uang Hitam PMI Ilegal ke Timur Tengah Kian Mengkhawatirkan: Dugaan Keterlibatan Oknum Lintas Institusi Menguat</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perputaran-uang-hitam-pmi-ilegal-ke-timur-tengah-kian-mengkhawatirkan-dugaan-keterlibatan-oknum-lintas-institusi-menguat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260422-WA0008.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeritan dari Riyadh: Dugaan Penyiksaan dan Perbudakan Seksual TKW Indonesia Menguak Sisi Gelap Penempatan PMI</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/jeritan-dari-riyadh-dugaan-penyiksaan-dan-perbudakan-seksual-tkw-indonesia-menguak-sisi-gelap-penempatan-pmi/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/jeritan-dari-riyadh-dugaan-penyiksaan-dan-perbudakan-seksual-tkw-indonesia-menguak-sisi-gelap-penempatan-pmi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 09:54:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Devisa]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Prostitusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riyadh – Alarm keras kembali datang dari komunitas pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Tokoh Nahdlatul Ulama di Riyadh,...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/jeritan-dari-riyadh-dugaan-penyiksaan-dan-perbudakan-seksual-tkw-indonesia-menguak-sisi-gelap-penempatan-pmi/">Jeritan dari Riyadh: Dugaan Penyiksaan dan Perbudakan Seksual TKW Indonesia Menguak Sisi Gelap Penempatan PMI</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Riyadh – Alarm keras kembali datang dari komunitas pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Tokoh Nahdlatul Ulama di Riyadh, Nur Hamid Warsidi, menyampaikan aspirasi serius terkait dugaan praktik kejahatan kemanusiaan yang menimpa tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam keterangannya, Nur Hamid mengungkap adanya peningkatan kasus penyekapan terhadap PMI perempuan yang diduga dijadikan korban eksploitasi seksual. “Hari-hari ini, banyak kasus penyekapan terhadap PMI, khususnya TKW, untuk dilacurkan atau dijadikan pekerja seks komersial,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia bahkan menyebut praktik tersebut telah mencapai tingkat yang sangat brutal. Para korban, menurutnya, dipaksa melayani banyak laki-laki dalam kondisi tertekan, tanpa perlindungan hukum, dan berada dalam kontrol penuh pihak-pihak yang diduga merupakan bagian dari jaringan terorganisir.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Indikasi Kejahatan Terorganisir dan Jalur Nonprosedural</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini memperkuat dugaan adanya praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang memanfaatkan jalur penempatan ilegal. Sejumlah laporan sebelumnya menunjukkan bahwa PMI nonprosedural sangat rentan menjadi korban kekerasan, eksploitasi, hingga perbudakan modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data pengaduan yang dihimpun pemerintah menunjukkan masih adanya pekerja migran yang mengalami kekerasan fisik, tidak menerima upah, hingga perlakuan tidak manusiawi setelah diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi. Bahkan, beberapa kasus berujung pada kematian korban akibat penganiayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah masih masifnya keberangkatan PMI secara ilegal meski moratorium pengiriman pekerja domestik ke Arab Saudi telah diberlakukan sejak 2015. Celah ini diduga dimanfaatkan oleh sindikat untuk menjalankan praktik perdagangan manusia dengan modus penempatan kerja.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dampak Sistemik: Dari Kesehatan Korban hingga Martabat Bangsa</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Nur Hamid Warsidi menjelaskan bahwa dampak dari praktik kejahatan ini tidak hanya berhenti pada penderitaan individu korban, tetapi telah meluas menjadi persoalan sistemik yang menyentuh berbagai aspek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi kemanusiaan, banyak korban mengalami kerusakan fisik dan mental yang parah. Mereka tidak hanya mengalami kekerasan seksual berulang, tetapi juga kondisi kesehatan yang memburuk akibat eksploitasi ekstrem. Dalam sejumlah kasus, korban yang berhasil dipulangkan ke Indonesia berada dalam kondisi kritis, bahkan meninggal dunia setelah melalui masa penderitaan panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, praktik ini turut merusak citra PMI Indonesia, khususnya TKW, di mata masyarakat Arab Saudi. Stigma negatif yang muncul akibat kasus-kasus eksploitasi seksual ini berpotensi menggeneralisasi seluruh pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari praktik ilegal tersebut. Dampaknya, PMI yang bekerja secara legal pun ikut terkena imbas diskriminasi sosial dan penurunan kepercayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerugian juga dirasakan oleh perusahaan penempatan tenaga kerja yang beroperasi secara resmi. Keberadaan jalur ilegal dan praktik kejahatan ini menciptakan distorsi dalam sistem penempatan, merusak kredibilitas industri, serta menimbulkan kerugian ekonomi dan reputasi bagi perusahaan yang taat aturan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada level yang lebih luas, negara turut menanggung kerugian baik secara material maupun immaterial. Dari sisi ekonomi, potensi devisa berkurang akibat terganggunya sistem penempatan resmi. Sementara dari sisi nonmaterial, yang lebih berat adalah tercorengnya harkat dan martabat bangsa di mata internasional. Negara dinilai gagal melindungi warganya di luar negeri, terutama dari kejahatan yang masuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia berat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Desakan Aksi Konkret: Dari Diplomasi hingga Penegakan Hukum</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menyikapi kondisi tersebut, komunitas warga NU di Riyadh mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka menilai bahwa pendekatan yang selama ini dilakukan masih cenderung reaktif dan belum menyentuh akar persoalan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif, mulai dari penguatan pengawasan terhadap jalur penempatan, penindakan tegas terhadap sindikat TPPO, hingga reformasi sistem perlindungan PMI secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, peran perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi menjadi sangat krusial. KBRI Riyadh didorong untuk bergerak cepat dengan menjalin koordinasi intensif bersama aparat keamanan Arab Saudi guna mengungkap jaringan pelaku, sekaligus membebaskan korban-korban yang diduga masih dalam kondisi penyekapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah diplomasi hukum juga dianggap perlu diperkuat, agar setiap kasus tidak hanya berhenti pada penyelamatan korban, tetapi juga berujung pada penegakan hukum terhadap pelaku secara maksimal, baik di dalam negeri maupun di negara penempatan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Antara Devisa dan Derita</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini kembali menegaskan dilema klasik dalam tata kelola pekerja migran Indonesia. Di satu sisi, PMI merupakan pahlawan devisa yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun di sisi lain, lemahnya pengawasan dan maraknya praktik ilegal justru menempatkan mereka dalam posisi rentan terhadap eksploitasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dugaan yang disampaikan komunitas NU di Riyadh ini terbukti, maka yang terjadi bukan sekadar pelanggaran ketenagakerjaan, melainkan kejahatan kemanusiaan yang membutuhkan respons luar biasa dari negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, pertanyaan mendasar kembali mengemuka: sejauh mana negara benar-benar hadir untuk melindungi warganya, ketika devisa yang mereka kirim justru dibayar dengan derita yang tak terperi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/jeritan-dari-riyadh-dugaan-penyiksaan-dan-perbudakan-seksual-tkw-indonesia-menguak-sisi-gelap-penempatan-pmi/">Jeritan dari Riyadh: Dugaan Penyiksaan dan Perbudakan Seksual TKW Indonesia Menguak Sisi Gelap Penempatan PMI</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/jeritan-dari-riyadh-dugaan-penyiksaan-dan-perbudakan-seksual-tkw-indonesia-menguak-sisi-gelap-penempatan-pmi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260418-WA0016.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktivis PMI Paryanto: “Bongkar Saja Kalau Mau!” Soroti Lemahnya Keseriusan Pemerintah Ungkap Jaringan TPPO</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/aktivis-pmi-paryanto-bongkar-saja-kalau-mau-soroti-lemahnya-keseriusan-pemerintah-ungkap-jaringan-tppo/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/aktivis-pmi-paryanto-bongkar-saja-kalau-mau-soroti-lemahnya-keseriusan-pemerintah-ungkap-jaringan-tppo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 05:21:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Pekerja Migran]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2180</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Aktivis pembela hak Pekerja Migran Indonesia (PMI), Paryanto, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan keseriusan...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/aktivis-pmi-paryanto-bongkar-saja-kalau-mau-soroti-lemahnya-keseriusan-pemerintah-ungkap-jaringan-tppo/">Aktivis PMI Paryanto: “Bongkar Saja Kalau Mau!” Soroti Lemahnya Keseriusan Pemerintah Ungkap Jaringan TPPO</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jakarta — Aktivis pembela hak Pekerja Migran Indonesia (PMI), Paryanto, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan keseriusan penuh dalam membongkar jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang lintas negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pernyataannya, Paryanto menegaskan bahwa praktik perdagangan orang yang menjangkau negara-negara seperti Kamboja, Irak, Libya, hingga kawasan Timur Tengah, seharusnya bisa diungkap dengan mudah apabila pemerintah memiliki kemauan politik yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau mau membongkar jaringan TPPO, tinggal ada keseriusannya saja. Korban itu banyak, ada yang sudah pulang ke Indonesia, ada juga yang masih terjebak di luar negeri. Tinggal digali saja informasinya,” ujar Paryanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai, langkah konkret yang bisa dilakukan pemerintah sebenarnya sederhana namun belum dijalankan secara maksimal. Salah satunya adalah dengan mengumpulkan para penyintas dan korban TPPO untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai rantai perekrutan hingga eksploitasi yang mereka alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pemerintah bisa memulai dengan menggandeng para pegiat dan relawan yang selama ini aktif menerima laporan pengaduan dari korban. “Mereka ini punya data, punya jaringan, bahkan punya kontak agen. Tinggal diajak duduk bersama, diskusi, bahkan kalau perlu dibuat forum informal seperti ‘ngopi bareng’ untuk berbagi informasi,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Paryanto mengusulkan adanya langkah penanganan terpadu terhadap korban yang telah kembali ke tanah air. Ia menyarankan agar pemerintah menyediakan tempat penampungan sementara atau asrama bagi para penyintas, lengkap dengan kebutuhan dasar seperti makanan dan pendampingan psikologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kasih mereka tempat yang layak, makan yang cukup, baru ajak bicara. Dari situ bisa dibongkar semua, mulai dari proses rekrutmen, medical check-up, pembuatan paspor, hingga perjalanan mereka sampai ke negara tujuan,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kritik paling tajam diarahkan pada minimnya perhatian negara terhadap korban setelah mereka kembali ke Indonesia. Paryanto mempertanyakan peran aparat dan instansi terkait dalam melakukan pendampingan lanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Coba lihat, setelah korban pulang ke rumah, apakah ada yang peduli? Pernah nggak mereka didatangi aparat kepolisian, dinas tenaga kerja, atau lembaga terkait lainnya?” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyoroti fenomena banyaknya korban yang memilih diam dan enggan melaporkan kasus yang mereka alami, meskipun sebelumnya sempat meminta bantuan saat berada di luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang ada justru mereka diam. Tidak mau melapor, tidak mau berkomunikasi lagi dengan pihak yang dulu membantu mereka. Ini menunjukkan ada ketakutan atau trauma yang belum tertangani,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paryanto pun mempertanyakan implementasi program reintegrasi sosial bagi korban TPPO yang selama ini kerap digaungkan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mana yang namanya reintegrasi? Reintegrasi, reintegrasi, reintegrasi, itu sering disebut, tapi di lapangan tidak terasa. Korban seperti dibiarkan pulang tanpa pendampingan yang jelas,” kritiknya penuh emosi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa penanganan TPPO tidak berhenti pada penyelamatan korban, melainkan harus berlanjut hingga proses pemulihan dan reintegrasi yang menyeluruh. Tanpa itu, upaya pemberantasan jaringan perdagangan orang dikhawatirkan akan terus berjalan di tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/aktivis-pmi-paryanto-bongkar-saja-kalau-mau-soroti-lemahnya-keseriusan-pemerintah-ungkap-jaringan-tppo/">Aktivis PMI Paryanto: “Bongkar Saja Kalau Mau!” Soroti Lemahnya Keseriusan Pemerintah Ungkap Jaringan TPPO</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/aktivis-pmi-paryanto-bongkar-saja-kalau-mau-soroti-lemahnya-keseriusan-pemerintah-ungkap-jaringan-tppo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://beritaburuhmigran.com/wp-content/uploads/2026/03/Paryanto-Uslan.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skema Akademik, Jerat Global: Membongkar Kasus TPPO Mahasiswa ke Jerman dan Kegagalan Nalar Institusi</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/skema-akademik-jerat-global-membongkar-kasus-tppo-mahasiswa-ke-jerman-dan-kegagalan-nalar-institusi/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/skema-akademik-jerat-global-membongkar-kasus-tppo-mahasiswa-ke-jerman-dan-kegagalan-nalar-institusi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 03:08:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Tindak Pidana Perdagangan Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok program ferienjob (kerja musim liburan) ke Jerman berkembang menjadi skandal...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/skema-akademik-jerat-global-membongkar-kasus-tppo-mahasiswa-ke-jerman-dan-kegagalan-nalar-institusi/">Skema Akademik, Jerat Global: Membongkar Kasus TPPO Mahasiswa ke Jerman dan Kegagalan Nalar Institusi</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta —</strong> Kasus dugaan <strong>Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)</strong> berkedok program <em>ferienjob</em> (kerja musim liburan) ke Jerman berkembang menjadi skandal serius yang menyeret dunia pendidikan tinggi ke dalam pusaran eksploitasi tenaga kerja lintas negara. Apa yang semula dipromosikan sebagai peluang akademik dan pengalaman internasional, dalam praktiknya justru membuka dugaan kejahatan terorganisir yang memanfaatkan legitimasi kampus sebagai pintu masuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini mulai mencuat pada awal 2024, ketika sejumlah mahasiswa Indonesia melapor ke perwakilan negara di Berlin setelah menemukan kenyataan yang jauh berbeda dari janji awal. Program yang mereka ikuti dipasarkan melalui jalur resmi kampus, lengkap dengan sosialisasi, seleksi, hingga dokumen administratif yang tampak sah. Dalam narasinya, mahasiswa dijanjikan pekerjaan legal selama libur semester dengan penghasilan mencapai 1.500 hingga 2.000 euro per bulan, angka yang cukup untuk membangun imajinasi tentang mobilitas sosial dan pengalaman global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, setelah tiba di Jerman, sebagian mahasiswa justru ditempatkan pada pekerjaan kasar di sektor logistik dan industri, dengan jam kerja panjang dan kondisi yang tidak sesuai dengan gambaran awal. Status mereka pun menjadi kabur, tidak sepenuhnya terlindungi dalam kerangka hukum ketenagakerjaan setempat. Dalam situasi seperti ini, indikasi TPPO mulai menemukan bentuknya: ada proses perekrutan, pengangkutan lintas negara, dan dugaan eksploitasi yang menyertai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penanganan kasus ini kemudian diambil alih oleh Bareskrim Polri yang menemukan bahwa program tersebut tidak berjalan dalam skala kecil. Sekitar 33 perguruan tinggi disebut terlibat dalam jalur sosialisasi, dengan jumlah mahasiswa yang diberangkatkan mencapai lebih dari seribu orang. Skala ini menunjukkan bahwa yang terjadi bukan sekadar penyimpangan individual, melainkan sebuah sistem yang bekerja secara terorganisir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perspektif hukum, konstruksi kasus ini tidak sederhana karena melibatkan berbagai lapisan pelanggaran. Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, unsur TPPO mencakup perekrutan hingga pengiriman seseorang dengan tujuan eksploitasi, termasuk melalui penipuan atau penyalahgunaan posisi rentan. Dalam konteks mahasiswa, posisi rentan ini tidak selalu berbentuk kemiskinan ekstrem, melainkan ketidakseimbangan informasi dan ketergantungan pada otoritas kampus. Ketika janji kerja tidak sesuai realitas, dan mahasiswa tetap ditempatkan dalam kondisi kerja yang merugikan, maka unsur eksploitasi menjadi relevan secara hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, kasus ini juga bersinggungan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 yang mengatur bahwa setiap penempatan tenaga kerja ke luar negeri harus melalui mekanisme resmi dan perlindungan negara. Jika program <em>ferienjob</em> tersebut tidak memenuhi standar sebagai penempatan pekerja migran yang sah, maka aktivitas tersebut berpotensi masuk dalam kategori penempatan ilegal. Dalam praktiknya, mahasiswa yang berangkat melalui jalur ini berada dalam ruang abu-abu, tidak sepenuhnya sebagai pelajar, tetapi juga tidak diakui sebagai pekerja migran yang dilindungi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, indikasi penipuan dan manipulasi dokumen membuka kemungkinan penerapan pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, khususnya terkait penipuan dan pemalsuan. Jika dokumen seperti Letter of Acceptance atau kontrak kerja terbukti tidak sesuai fakta, maka konstruksi pidana menjadi semakin kuat. Dalam konteks pendidikan tinggi, keterlibatan kampus juga tidak lepas dari tanggung jawab hukum administratif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, yang menuntut adanya kehati-hatian dan verifikasi dalam setiap kerja sama internasional yang melibatkan mahasiswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana institusi pendidikan, yang seharusnya menjadi pusat rasionalitas, dapat terjebak dalam skema seperti ini. Jawabannya tidak tunggal, tetapi dapat ditelusuri dari cara kampus memaknai formalitas sebagai legitimasi. Dokumen kerja sama, presentasi resmi, dan simbol institusional sering kali dianggap cukup untuk membangun kepercayaan, tanpa diiringi verifikasi mendalam terhadap substansi program. Dalam situasi seperti ini, keabsahan administratif menggantikan kehati-hatian akademik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan globalisasi pendidikan juga memainkan peran penting. Banyak kampus berlomba menunjukkan diri sebagai institusi berkelas internasional melalui program mobilitas mahasiswa. Dalam kompetisi ini, kerja sama luar negeri menjadi indikator prestise, sehingga membuka ruang bagi program-program yang menawarkan jalan cepat menuju internasionalisasi. Sayangnya, dorongan kuantitatif ini sering mengorbankan kualitas verifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat yang sama, komersialisasi pendidikan tinggi turut memperkeruh situasi. Program luar negeri tidak lagi dipandang semata sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai daya tarik pasar. Mahasiswa menjadi target yang harus diyakinkan, bukan lagi subjek yang harus dilindungi. Dalam logika ini, batas antara pendidikan dan bisnis menjadi kabur, dan ruang kritis kampus perlahan terkikis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi internal kampus yang terfragmentasi semakin memperlebar celah. Kerja sama internasional kerap dikelola secara parsial oleh unit atau fakultas tertentu tanpa koordinasi menyeluruh. Ketika pengawasan tidak terpusat, maka ruang bagi pihak eksternal untuk masuk menjadi lebih terbuka. Dalam situasi seperti ini, kesalahan bukan hanya pada individu, melainkan pada sistem yang memungkinkan kelengahan terjadi secara kolektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ironisnya, kelompok intelektual juga tidak kebal terhadap bias kognitif. Kepercayaan pada otoritas formal, kecenderungan mengikuti arus institusi lain, serta optimisme berlebihan bahwa program resmi pasti aman, justru menciptakan ilusi rasionalitas. Dalam kondisi tersebut, nalar kritis tidak hilang, tetapi tertidur di balik simbol-simbol formal yang menenangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini memperlihatkan bahwa TPPO telah berevolusi. Ia tidak lagi hadir dalam bentuk perdagangan manusia yang kasar dan tersembunyi, melainkan dalam wajah yang rapi, legal secara administratif, dan beroperasi melalui institusi yang dipercaya. Mahasiswa tidak lagi direkrut di jalanan, tetapi di ruang kuliah. Eksploitasi tidak lagi tampak sebagai paksaan, tetapi sebagai konsekuensi dari janji yang dimanipulasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, kasus ini tidak bisa dilihat semata sebagai ulah oknum. Ia mencerminkan kegagalan sistemik, di mana negara terlambat hadir, kampus lalai melakukan verifikasi, dan mekanisme perlindungan tidak mampu mengantisipasi modus baru yang semakin kompleks. Dalam ruang kosong itulah jaringan yang diduga bekerja secara terorganisir menemukan tempatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan ketika kejahatan mampu menyamar sebagai peluang akademik, maka yang sesungguhnya sedang runtuh bukan hanya sistem pengawasan, melainkan kepercayaan itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/skema-akademik-jerat-global-membongkar-kasus-tppo-mahasiswa-ke-jerman-dan-kegagalan-nalar-institusi/">Skema Akademik, Jerat Global: Membongkar Kasus TPPO Mahasiswa ke Jerman dan Kegagalan Nalar Institusi</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/skema-akademik-jerat-global-membongkar-kasus-tppo-mahasiswa-ke-jerman-dan-kegagalan-nalar-institusi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/04/images-10.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Nafkah, Dijual ke Sindikat: Hak WNI Tak Boleh Hilang Meski Salah Prosedur</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/mencari-nafkah-dijual-ke-sindikat-hak-wni-tak-boleh-hilang-meski-salah-prosedur/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/mencari-nafkah-dijual-ke-sindikat-hak-wni-tak-boleh-hilang-meski-salah-prosedur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 08:52:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Scammer]]></category>
		<category><![CDATA[TPPO]]></category>
		<category><![CDATA[Traficking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=1890</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG – Tragedi kemanusiaan kembali menimpa Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Ribuan orang terjebak dalam jaringan penipuan daring...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/mencari-nafkah-dijual-ke-sindikat-hak-wni-tak-boleh-hilang-meski-salah-prosedur/">Mencari Nafkah, Dijual ke Sindikat: Hak WNI Tak Boleh Hilang Meski Salah Prosedur</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">BANDUNG – Tragedi kemanusiaan kembali menimpa Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Ribuan orang terjebak dalam jaringan penipuan daring (online scam) di Kamboja setelah berangkat dengan harapan memperoleh pekerjaan layak. Mereka bukan pekerja migran prosedural, melainkan warga negara yang berangkat melalui jalur non-resmi dengan minim informasi. Namun satu hal yang tak terbantahkan: mereka tetap WNI yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini bukan lagi kasus sporadis. Data yang beredar menunjukkan ribuan WNI telah mengadu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh untuk meminta pemulangan setelah terjebak dalam praktik scam. Dalam banyak kasus, mereka berangkat dengan tujuan negara yang berbeda—Malaysia, Taiwan, bahkan Singapura. Namun, di tengah perjalanan dialihkan secara diam-diam ke Kamboja. Skema ini menunjukkan adanya jaringan perekrutan terorganisir yang memanfaatkan celah ketidaktahuan calon korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kronologi yang terungkap berasal dari seorang orang tua di Sumedang. Anaknya berpamitan untuk bekerja di hotel di Malaysia pada awal Maret. Meski sempat dilarang, keberangkatan tetap dilakukan. Dalam beberapa hari pertama, komunikasi masih berjalan normal, bahkan korban sempat mengabarkan telah bekerja. Namun tak lama kemudian, muncul pengakuan mengejutkan bahwa dirinya telah dibawa ke Kamboja. Sejak saat itu, situasi berubah drastis dan di luar kendali keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesaksian lain dari korban asal Bandung mengungkap pola yang lebih kompleks. Perekrutan bermula dari media sosial, melalui tawaran kerja di Taiwan yang disampaikan oleh rekan. Korban kemudian diarahkan ke seorang agen di Bogor tanpa penjelasan rinci mengenai pekerjaan yang akan dijalani. Setelah menjalani tes sederhana berupa kemampuan mengetik, korban langsung diberangkatkan ke luar negeri. Rute perjalanan dibuat berlapis, dimulai dari Indonesia ke Malaysia, kemudian dilanjutkan ke Kamboja. Setibanya di negara tujuan, korban baru menyadari bahwa dirinya telah masuk ke dalam sistem yang tidak ia pahami.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://assetd.kompas.id/L1E1Jh6Sxxi7FuaIUrfS03Kmn-4=/1024x768/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/07/30/cb6e1670-1978-449f-9ece-c445c0cefad4_jpeg.jpg" alt="" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di Kamboja, para korban menghadapi kenyataan pahit. Agen yang sebelumnya bertanggung jawab atas keberangkatan mereka tiba-tiba menghilang. Komunikasi diputus, bahkan dalam beberapa kasus nomor korban langsung diblokir. Mereka kemudian diserahkan ke perusahaan yang ternyata bergerak dalam aktivitas penipuan daring. Dari sesama pekerja Indonesia, korban mengetahui bahwa mereka telah “dijual” oleh agen dengan harga mencapai 2.500 dolar Amerika Serikat per orang, atau setara dengan puluhan juta rupiah. Untuk bisa keluar, mereka diminta menebus diri dengan jumlah yang sama, sebuah kondisi yang mustahil bagi mereka yang tidak memiliki uang sama sekali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eksploitasi tidak berhenti di situ. Banyak korban mengaku dipaksa bekerja tanpa memahami pekerjaan yang dijalankan, yang sebagian besar berbasis komputer dan berkaitan dengan penipuan digital. Mereka dipindah-pindahkan antar perusahaan, sering kali tanpa kontrak yang jelas, dan harus mengulang masa kerja dari awal setiap kali berpindah tempat. Status keimigrasian mereka pun bermasalah, dengan visa yang dibiarkan mati sehingga mereka dipaksa membayar biaya bulanan agar tetap bisa bertahan. Dalam sejumlah kasus, korban tidak menerima gaji sama sekali, bahkan mengalami kekerasan fisik dan tekanan psikologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu fase paling mengerikan terjadi ketika sejumlah korban dikumpulkan dalam sebuah gudang terbengkalai bersama ratusan orang dari berbagai negara seperti Indonesia, Myanmar, dan China. Mereka dikurung dalam kondisi yang tidak manusiawi, menunggu nasib tanpa kepastian. Penggerebekan oleh aparat Kamboja sempat memberikan harapan, namun realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan. Sebagian pihak yang diduga sebagai pengendali justru dapat lolos, sementara korban tetap menghadapi konsekuensi hukum akibat status dokumen yang tidak sah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah melalui proses tersebut, sebagian korban akhirnya dibawa ke KBRI Phnom Penh. Namun persoalan tidak selesai. Banyak dari mereka tertahan di penampungan karena tidak memiliki biaya untuk pulang ke Indonesia. Di sisi lain, keluarga di tanah air telah berupaya maksimal mencari bantuan melalui berbagai jalur, mulai dari tingkat lokal hingga instansi pemerintah provinsi. Namun, berbagai upaya tersebut sering kali berujung tanpa hasil yang jelas, meninggalkan rasa frustrasi dan ketidakpercayaan terhadap sistem perlindungan negara.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTrhROblau4YbKM0aeontrThx1F5SMu7TIeaXf_paWfxtVSvn-cYO4VZD7i&amp;s=10" alt="" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks kebijakan, sering muncul alasan bahwa Kamboja bukan negara penempatan resmi Pekerja Migran Indonesia (PMI), atau bahwa sebagian korban masuk tanpa visa kerja yang sah. Bahkan ada pula argumen bahwa kemudahan akses bebas visa di sejumlah negara menjadi faktor risiko yang harus ditanggung sendiri oleh warga. Namun, seluruh alasan tersebut pada dasarnya tidak relevan untuk membenarkan lemahnya perlindungan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Status suatu negara sebagai tujuan resmi penempatan PMI tidak pernah menjadi dasar hilangnya kewajiban negara terhadap warganya. Demikian pula dengan persoalan visa. Hak sebagai warga negara tidak bersifat administratif, melainkan melekat secara konstitusional. Artinya, seseorang tidak kehilangan hak untuk dilindungi hanya karena ia berada di negara yang bukan tujuan resmi atau karena masuk dengan dokumen yang tidak sesuai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika logika ini dibiarkan, maka akan muncul preseden berbahaya: negara dapat memilih untuk tidak hadir hanya karena warganya dianggap “salah prosedur”. Padahal dalam hukum internasional dan praktik global, prinsip perlindungan warga negara justru berlaku tanpa syarat. Negara-negara seperti Filipina secara konsisten tetap memulangkan warganya dari berbagai wilayah konflik maupun kasus hukum, termasuk mereka yang terlibat pelanggaran. Bahkan dalam banyak kasus internasional, negara tetap memberikan bantuan hukum dan pemulangan kepada warganya yang terjerat kasus kriminal berat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan semata pada status administratif korban, melainkan pada cara pandang negara terhadap tanggung jawabnya sendiri. Ketika perlindungan dikaitkan dengan prosedur semata, maka yang hilang bukan hanya kehadiran negara, tetapi juga makna kewarganegaraan itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, tragedi ini tidak bisa dilepaskan dari persoalan struktural yang lebih dalam. Ketika negara tidak mampu menyediakan lapangan kerja yang memadai, sementara kebutuhan hidup terus mendesak, masyarakat akan mencari alternatif di luar jalur formal. Dalam kondisi minim informasi dan literasi migrasi yang lemah, mereka menjadi target empuk bagi jaringan perekrutan ilegal. Dengan kata lain, apa yang terjadi di Kamboja adalah akumulasi dari kegagalan ekonomi, kegagalan informasi, dan kegagalan perlindungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ironi terbesar muncul ketika narasi tentang pekerja migran berubah sesuai situasi. Dalam kondisi normal, mereka disebut sebagai pahlawan devisa yang menopang ekonomi nasional. Namun ketika terjebak dalam masalah, mereka dengan cepat dilabeli sebagai ilegal, bahkan tidak jarang dianggap sebagai bagian dari pelaku kejahatan itu sendiri. Padahal dalam banyak kasus, mereka adalah korban dari sistem eksploitasi global yang terorganisir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus Kamboja menjadi peringatan keras bahwa negara tidak boleh menjadikan status administratif sebagai alasan untuk membatasi perlindungan. Warga negara tidak kehilangan haknya hanya karena salah jalur. Negara tidak boleh absen hanya karena merasa tidak berkewajiban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, satu kenyataan harus diakui: mereka mungkin bukan PMI prosedural, tetapi mereka tetap warga negara Indonesia. Dan selama status itu melekat, kewajiban negara untuk melindungi, termasuk memulangkan tanpa syarat, tidak pernah gugur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/mencari-nafkah-dijual-ke-sindikat-hak-wni-tak-boleh-hilang-meski-salah-prosedur/">Mencari Nafkah, Dijual ke Sindikat: Hak WNI Tak Boleh Hilang Meski Salah Prosedur</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/mencari-nafkah-dijual-ke-sindikat-hak-wni-tak-boleh-hilang-meski-salah-prosedur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/04/international-day-abolition-slavery-horizontal-banner-copy-space-people-chains-red-background-day-against-trafficking-person-black-history-month-remembrance-slave-trade_1225180-4185.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tedi Yusnanda N: &#8220;Donald Trump Sakit Jiwa!&#8221;</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/tedi-yusnanda-n-donald-trump-sakit-jiwa/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/tedi-yusnanda-n-donald-trump-sakit-jiwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 03:51:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=1630</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pangandaran &#8211; Malam 1 April 2026 waktu Washington D.C., Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump tampil di hadapan kamera nasional selama...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/tedi-yusnanda-n-donald-trump-sakit-jiwa/">Tedi Yusnanda N: &#8220;Donald Trump Sakit Jiwa!&#8221;</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pangandaran &#8211; Malam 1 April 2026 waktu Washington D.C., Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump tampil di hadapan kamera nasional selama kurang lebih 20 menit dari Cross Hall Gedung Putih. Pidato yang dikemas sebagai &#8220;pembaruan penting&#8221; tentang Operasi <strong>Epic Fury</strong>, nama resmi kampanye militer Amerika Serikat melawan Iran, itu sejatinya bukan sesuatu yang baru. Ia adalah pengulangan retorika lama yang dibalut gaya otoriter seorang kaisar yang sedang mabuk kemenangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pidato yang berlangsung sekitar 19 menit itu, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran &#8220;dengan sangat keras&#8221; selama dua hingga tiga minggu ke depan. Ia bahkan mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik Iran dan mengincar instalasi minyaknya jika tidak ada kesepakatan yang dicapai.(CBS News:&nbsp;<a href="https://www.cbsnews.com/news/trump-primetime-speech-iran-today-2026-04-01/">https://www.cbsnews.com/news/trump-primetime-speech-iran-today-2026-04-01/</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Trump menutup pidatonya dengan pernyataan: &#8220;Ketika semuanya selesai, Amerika Serikat akan lebih aman, lebih kuat, lebih makmur, dan lebih hebat dari sebelumnya.&#8221; (CNBC:&nbsp;<a href="https://www.cnbc.com/2026/04/01/trump-address-nation-iran-live-updates.html">https://www.cnbc.com/2026/04/01/trump-address-nation-iran-live-updates.html</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Tedi Yusnanda N., Direktur Eksekutif Sarasa Institute, pidato itu bukan sekadar pernyataan militer. Ia adalah manifesto kejiwaan seorang pemimpin yang telah kehilangan batas antara kekuasaan dan kegilaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini bukan pidato pemimpin negara. Ini adalah monolog seorang narsisis yang sedang berhalusinasi tentang kejayaan. Trump sakit jiwa — dan dunia sedang menanggung akibatnya,&#8221; kata Tedi kepada tim redaksi Sarasa Institute, Kamis dini hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>&#8220;Kembali ke Zaman Batu&#8221;: Anatomi Arogansi yang Mematikan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi merinci setidaknya empat frasa kunci dalam pidato Trump yang menurutnya mencerminkan struktur kepribadian yang secara klinis masuk dalam kategori&nbsp;<strong>Narcissistic Personality Disorder</strong>&nbsp;yang terkonversi menjadi kebijakan luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, Trump menyatakan: &#8220;We are going to bring them back to the stone ages, where they belong,&#8221; sebuah ancaman untuk membombardir Iran hingga kembali ke era pra-peradaban. (CBS News:&nbsp;<a href="https://www.cbsnews.com/news/trump-primetime-speech-iran-today-2026-04-01/">https://www.cbsnews.com/news/trump-primetime-speech-iran-today-2026-04-01/</a>) Menurut Tedi, kalimat ini bukan hanya retorika. Ia adalah ekspresi dehumanisasi sistematis terhadap bangsa lain yang dalam perspektif Hukum Humaniter Internasional bisa dikategorikan sebagai&nbsp;<strong>incitement to genocide</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, Trump mengklaim bahwa Iran telah meminta gencatan senjata, namun ia baru akan mempertimbangkannya setelah Selat Hormuz dibuka kembali, seraya menulis di media sosial: &#8220;Until then, we are blasting Iran into oblivion.&#8221; (NPR:&nbsp;<a href="https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5770093/trump-address-iran-war">https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5770093/trump-address-iran-war</a>) Fakta yang tersembunyi di balik klaim ini: Menteri Luar Negeri Iran menyebut klaim Trump tersebut &#8220;salah dan tidak berdasar.&#8221; (NPR:&nbsp;<a href="https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5770093/trump-address-iran-war">https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5770093/trump-address-iran-war</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Trump berbohong di hadapan rakyat Amerika dan dunia. Seorang pemimpin negara yang berbohong tentang permintaan gencatan senjata dari pihak lawan perang adalah kejahatan diplomatik tingkat tinggi. Dalam teori konstruktivisme hubungan internasional Alexander Wendt, identitas negara dibentuk oleh interaksi antar aktor. Ketika Amerika membangun identitasnya sebagai&nbsp;<strong>penghancur peradaban</strong>, maka seluruh tatanan normatif internasional runtuh,&#8221; ujar Tedi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, Trump menyebut para pemimpin Iran yang tewas dalam operasi militer dan menyatakan: &#8220;Regime change was not our goal. We never said regime change. But regime change has occurred because of all of their original leaders&#8217; death. They&#8217;re all dead.&#8221; (CBS News:&nbsp;<a href="https://www.cbsnews.com/news/trump-primetime-speech-iran-today-2026-04-01/">https://www.cbsnews.com/news/trump-primetime-speech-iran-today-2026-04-01/</a>) Tedi menyebut frasa ini sebagai contoh sempurna dari&nbsp;<strong>doublespeak</strong>,&nbsp;istilah George Orwell untuk bahasa yang secara sengaja mengaburkan realita dengan kontradiksi internal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dia bilang bukan menginginkan pergantian rezim, tapi dalam kalimat berikutnya dia bangga bahwa semua pemimpin Iran sudah mati. Ini bukan logika politik. Ini logika pembunuhan yang diberi baju hukum. Persis seperti yang Hannah Arendt sebut sebagai&nbsp;<strong>the banality of evil</strong>,&nbsp;kejahatan yang dilakukan sambil tersenyum dan membaca teleprompter.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Keempat</em>, meski Trump menyebut &#8220;diskusi sedang berlangsung&#8221; dan membuka kemungkinan penyelesaian diplomatik, pasar minyak global langsung bereaksi negatif: harga minyak Brent melonjak lebih dari 4 persen menjadi di atas 105 dolar AS per barel sesaat setelah pidato selesai. (CNN:&nbsp;<a href="https://www.cnn.com/2026/04/01/world/live-news/iran-war-us-trump-oil">https://www.cnn.com/2026/04/01/world/live-news/iran-war-us-trump-oil</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pasar tidak bohong. Ketika orang-orang terpintar di Wall Street yang punya uang triliunan dolar memilih menjual aset setelah mendengar Trump berbicara, itu artinya mereka tahu bahwa pidato ini bukan sinyal perdamaian. Ini sinyal eskalasi,&#8221; tegas Tedi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Selat Hormuz dan Krisis Global: Trump Sedang Membakar Dunia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak perang yang dilancarkan Trump telah melampaui batas-batas konflik bilateral antara Amerika Serikat dan Iran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selat Hormuz, jalur laut yang sebelum perang menanggung sekitar 20 persen pasokan minyak global, kini dalam kondisi hampir terhenti total. Sekitar 20.000 awak kapal dari berbagai negara, mayoritas dari Filipina, Bangladesh, dan India, terjebak di zona perang aktif. Beberapa kapal dilaporkan mulai kehabisan makanan dan air. (NPR:&nbsp;<a href="https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5769805/iran-war-trump">https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5769805/iran-war-trump</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan bahwa puluhan ribu ton bantuan pangan terjebak di pelabuhan sebagai konsekuensi dari perang ini. PBB melalui IMO sedang bernegosiasi dengan semua pihak untuk mencoba mengevakuasi para awak kapal tersebut. (NPR:&nbsp;<a href="https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5769805/iran-war-trump">https://www.npr.org/2026/04/01/nx-s1-5769805/iran-war-trump</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi menggunakan kerangka teori Interdependence, Joseph Nye dan Robert Keohane untuk membedah konsekuensi tindakan Trump. &#8220;Dalam teori&nbsp;<strong>complex interdependence</strong>, tidak ada satu pun negara yang bisa mengambil tindakan militer berskala besar tanpa menimbulkan efek domino pada seluruh jaringan ekonomi dan keamanan global. Trump telah memutus Selat Hormuz, dan seluruh dunia kini membayar harganya, termasuk Indonesia.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara pengimpor minyak akan terdampak langsung oleh lonjakan harga minyak global. &#8220;Kenaikan harga BBM, inflasi pangan, tekanan fiskal APBN, semua itu bisa dirunut akarnya ke keputusan satu orang di Washington D.C. yang memilih perang daripada diplomasi.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Trump dan Bayangan Perang Dunia: Teori yang Bukan Sekedar Teori</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi mengembangkan analisis geopolitiknya lebih jauh dengan merujuk pada teori-teori hubungan internasional yang relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tradisi&nbsp;<strong>Realisme Ofensif</strong>,&nbsp;John Mearsheimer, negara-negara besar secara struktural terdorong untuk memaksimalkan kekuasaan mereka. Tapi Mearsheimer sendiri, jelas Tedi, pernah memperingatkan bahwa unilateralisme militer Amerika justru menciptakan kondisi&nbsp;<strong>security dilemma</strong>&nbsp;yang memicu respons balik dari kekuatan besar lain seperti Rusia dan China.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita sudah melihat tanda-tandanya. Trump secara terbuka menyatakan bahwa ia&nbsp;<em>absolutely</em>&nbsp;mempertimbangkan penarikan Amerika Serikat dari NATO (NBC News:&nbsp;<a href="https://www.nbcnews.com/politics/trump-administration/live-blog/trump-supreme-court-birthright-citizenship-dhs-shutdown-live-updates-rcna266114">https://www.nbcnews.com/politics/trump-administration/live-blog/trump-supreme-court-birthright-citizenship-dhs-shutdown-live-updates-rcna266114</a>), aliansi keamanan yang dibangun justru untuk mencegah perang berskala dunia. Ketika Amerika keluar dari NATO, vakum kekuatan itu akan segera diisi oleh aktor-aktor lain. Ini adalah resep untuk Perang Dunia Ketiga,&#8221; kata Tedi dengan nada serius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga merujuk pada&nbsp;<strong>Spiral Model</strong>&nbsp;Robert Jervis: &#8220;Setiap ancaman Trump terhadap Iran (menghancurkan pembangkit listrik, mengincar ladang minyak, memblokade Selat Hormuz) dibaca oleh Iran sebagai tindakan eksistensial. Ketika satu pihak merasa terancam secara eksistensial, respons mereka tidak lagi rasional. Dan ketika dua pihak yang irrasional bertemu dalam konflik bersenjata dengan senjata yang cukup untuk menghancurkan kota, dunia dalam bahaya nyata.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang pejabat senior Iran pun telah mengomentari gaya komunikasi Trump, menyebutnya mencerminkan &#8220;kepribadian yang tidak stabil dan eksentrik.&#8221; (CNN:&nbsp;<a href="https://www.cnn.com/2026/04/01/world/live-news/iran-war-us-trump-oil">https://www.cnn.com/2026/04/01/world/live-news/iran-war-us-trump-oil</a>) Komentar yang, menurut Tedi, justru datang dari pihak yang sedang dibom, dan itu lebih mengkhawatirkan daripada menenteramkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>&#8220;No Kings&#8221;: Api Perlawanan yang Tedi Dukung Penuh</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah keprihatinan globalnya, Tedi menyatakan dukungan tegas kepada gerakan&nbsp;<strong>No Kings</strong>,&nbsp;gerakan perlawanan sipil masif yang tengah menggelinding di seluruh Amerika Serikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 28 Maret 2026, diperkirakan 8 juta warga Amerika berkumpul dalam aksi &#8220;No Kings&#8221; di sekitar 3.300 kota dan desa di 50 negara bagian, menjadikannya salah satu aksi protes satu hari terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. (Center for American Progress:&nbsp;<a href="https://www.americanprogress.org/article/as-americans-deepen-their-nonviolent-mobilization-the-trump-administration-begins-to-make-concessions/)">https://www.americanprogress.org/article/as-americans-deepen-their-nonviolent-mobilization-the-trump-administration-begins-to-make-concessions/</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Manhattan, para demonstran membawa spanduk anti-ICE, anti-Trump, dan anti-perang Iran, berteriak saat mereka berbaris dari Midtown New York City. (CNN:&nbsp;<a href="https://www.cnn.com/2026/03/28/us/live-news/no-kings-protests-03-28-26">https://www.cnn.com/2026/03/28/us/live-news/no-kings-protests-03-28-26</a>) Di Washington D.C., kerumunan besar berbaris melintasi Memorial Bridge sambil meneriakkan slogan-slogan pro-demokrasi. (CNBC:&nbsp;<a href="https://www.cnbc.com/2026/03/28/trump-no-kings-protests.html">https://www.cnbc.com/2026/03/28/trump-no-kings-protests.html</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gerakan No Kings menyatakan di situsnya: &#8220;Trump ingin memerintah kita sebagai tiran. Tapi ini adalah Amerika, dan kekuasaan ada di tangan rakyat, bukan di tangan raja-raja yang ingin berkuasa atau kroni-kroni miliarder mereka.&#8221; (No Kings:&nbsp;<a href="https://www.nokings.org/">https://www.nokings.org/</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi menilai gerakan ini bukan sekadar protes jalanan biasa. Ia melihatnya dalam kerangka teori&nbsp;<strong>People Power</strong>&nbsp;yang dikembangkan Gene Sharp, bahwa otoritas penguasa pada akhirnya hanya bisa bertahan jika rakyat memberikan kepatuhan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;No Kings adalah penegasan bahwa rakyat Amerika belum sepenuhnya menyerahkan kedaulatannya kepada Trump. Ini adalah demokrasi dalam wujud paling murninya, rakyat turun ke jalan karena mekanisme kelembagaan sudah tidak bisa lagi diandalkan sebagai rem kekuasaan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian ilmu politik menunjukkan bahwa ketika 3,5 persen populasi suatu bangsa melakukan mobilisasi damai secara berkelanjutan pada momen-momen kritis, pemerintah dapat dipaksa untuk memenuhi tuntutan mereka. (Center for American Progress:&nbsp;<a href="https://www.americanprogress.org/article/as-americans-deepen-their-nonviolent-mobilization-the-trump-administration-begins-to-make-concessions/">https://www.americanprogress.org/article/as-americans-deepen-their-nonviolent-mobilization-the-trump-administration-begins-to-make-concessions/</a>) Dengan 8 juta peserta dari total populasi Amerika sekitar 335 juta jiwa, gerakan No Kings sudah mendekati ambang batas kritis itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya mendukung penuh gerakan No Kings. Bukan karena saya anti-Amerika, justru karena saya percaya pada nilai-nilai demokrasi Amerika yang sesungguhnya. Thomas Jefferson, James Madison, para&nbsp;<strong>founding fathers</strong>&nbsp;Amerika pernah menulis bahwa ketika pemerintah menjadi destruktif terhadap tujuan-tujuan dasarnya, adalah hak rakyat untuk mengubah atau menghapusnya. Trump sedang menghancurkan nilai-nilai itu dari dalam. No Kings adalah jawaban yang sah secara demokratis,&#8221; tegas Tedi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Analisis Akhir: Psikologi Kekuasaan yang Keluar Kendali</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi menutup analisisnya dengan perspektif yang ia akui kontroversial namun menurutnya perlu diucapkan dengan lantang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya bukan psikiater. Tapi saya membaca teori-teori tentang kekuasaan dan kepribadian. Erich Fromm dalam&nbsp;<strong>The Anatomy of Human Destructiveness</strong>&nbsp;menjelaskan bahwa ada tipe kepribadian yang ia sebut&nbsp;<strong>necrophilous,&nbsp;</strong>yang terobsesi pada kontrol, destruksi, dan kematian sebagai alat kekuasaan. Retorika Trump tentang&nbsp;<em>mengembalikan Iran ke zaman batu</em>, tentang pemimpin-pemimpin yang&nbsp;<em>semuanya sudah mati</em>, tentang menghancurkan pembangkit listrik sipil, ini bukan strategi militer. Ini ekspresi kepribadian yang sakit.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Trump bukan sekadar pemimpin yang salah kebijakan. Trump adalah fenomena psikologis yang sedang memegang senjata nuklir terbesar di dunia. Dan itu, bukan krisis ekonomi, bukan perubahan iklim, bukan terorisme; itulah ancaman terbesar bagi umat manusia saat ini.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi menegaskan bahwa sebagai lembaga riset kebijakan dan tata kelola, Sarasa Institute akan terus memantau perkembangan konflik Iran-Amerika dan dampaknya terhadap Indonesia, khususnya terhadap pekerja migran Indonesia di kawasan Timur Tengah, stabilitas harga energi, serta posisi diplomatik Indonesia dalam tata kelola global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Indonesia tidak boleh diam. Kebijakan luar negeri bebas-aktif kita mengamanatkan bahwa kita bicara keras melawan hegemoni yang mengancam perdamaian dunia. Sekarang saatnya kita bicara,&#8221; pungkas Tedi.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/tedi-yusnanda-n-donald-trump-sakit-jiwa/">Tedi Yusnanda N: &#8220;Donald Trump Sakit Jiwa!&#8221;</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/tedi-yusnanda-n-donald-trump-sakit-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://e3.365dm.com/25/01/768x432/skynews-donald-trump-mar-a-lago_6793694.jpg?20250107170927" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 04:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[Federasi Buminu Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[KemenhanRI]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[UNIFIL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=1469</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/">Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jakarta — Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Ia juga melontarkan kritik keras terhadap sistem perlindungan prajurit dalam misi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini duka bagi bangsa. Tapi lebih dari itu, ini alarm keras bahwa keselamatan prajurit kita tidak boleh dipertaruhkan tanpa perlindungan maksimal. Negara dan PBB tidak boleh lalai,” tegas Ali Nurdin dalam pernyataan resminya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kronologi Insiden di Lebanon Selatan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Pertahanan RI mengonfirmasi bahwa insiden terjadi pada Senin, 30 Maret 2026, di wilayah Lebanon Selatan, dalam area operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).Peristiwa tersebut melibatkan prajurit dari Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI, tepatnya dari Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S.Berdasarkan keterangan resmi Mabes TNI:</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Rico Pramudia mengalami luka berat</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Bayu Prakoso mengalami luka ringan</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para prajurit yang terluka telah mendapatkan penanganan medis:</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Dua korban luka ringan dirawat di Hospital Level I UNIFIL</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Satu korban luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George, Beirut</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, jenazah almarhum Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) sebelum dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Insiden ini menambah jumlah korban prajurit TNI dalam misi tersebut menjadi tiga orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ali Nurdin: Jangan Anggap Ini Risiko Biasa</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ali Nurdin menegaskan bahwa gugurnya prajurit dalam misi perdamaian tidak boleh dianggap sebagai konsekuensi rutin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jangan dibiasakan menyebut ini sebagai ‘risiko tugas’. Ini nyawa manusia, ini anak bangsa. Harus ada evaluasi total, baik dari sisi kesiapan tempur, perlindungan, hingga dukungan intelijen di lapangan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyoroti bahwa Indonesia merupakan salah satu kontributor besar pasukan perdamaian dunia, sehingga sudah seharusnya mendapatkan jaminan keamanan yang setara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau prajurit kita dikirim ke wilayah konflik aktif, maka standar pengamanannya harus kelas dunia. Jangan sampai kita hanya jadi pelengkap statistik misi global,” kritiknya tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Desakan Evaluasi dan Tanggung Jawab</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ali Nurdin mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan dan TNI, untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga meminta pemerintah mengambil langkah diplomatik kepada PBB untuk memastikan peningkatan sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Harus ada keberanian negara untuk menuntut standar keamanan yang lebih tinggi dari PBB. Jangan hanya patuh pada mandat, tapi abai pada keselamatan prajurit sendiri,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pesan untuk Prajurit TNI di Garis Depan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah duka, Ali Nurdin menyampaikan penghormatan dan semangat kepada seluruh prajurit TNI yang masih bertugas di berbagai wilayah konflik dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalian adalah wajah kehormatan Indonesia di mata dunia. Tetap kuat, tetap waspada, dan jangan pernah ragu bahwa rakyat Indonesia berdiri bersama kalian,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengingatkan negara untuk memastikan tidak ada prajurit yang merasa ditinggalkan, baik dalam kondisi bertugas maupun ketika menjadi korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan lebih lanjut terkait kronologi detail insiden dan identitas korban lainnya masih menunggu laporan resmi lanjutan dari Mabes TNI dan otoritas PBB.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/">Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/03/images.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tedi Yusnanda N: Situasi Demonstrasi di AS Masuk Fase Rawan Destabilisasi, Pekerja Migran Jadi Kelompok Paling Rentan</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/tedi-yusnanda-n-situasi-demonstrasi-di-as-masuk-fase-rawan-destabilisasi-pekerja-migran-jadi-kelompok-paling-rentan/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/tedi-yusnanda-n-situasi-demonstrasi-di-as-masuk-fase-rawan-destabilisasi-pekerja-migran-jadi-kelompok-paling-rentan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 03:12:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=1431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pangandaran — Direktur Eksekutif Sarasa Institute, Tedi Yusnanda N, menilai gelombang demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat telah memasuki fase yang...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/tedi-yusnanda-n-situasi-demonstrasi-di-as-masuk-fase-rawan-destabilisasi-pekerja-migran-jadi-kelompok-paling-rentan/">Tedi Yusnanda N: Situasi Demonstrasi di AS Masuk Fase Rawan Destabilisasi, Pekerja Migran Jadi Kelompok Paling Rentan</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pangandaran —</strong> Direktur Eksekutif Sarasa Institute, <strong>Tedi Yusnanda N</strong>, menilai gelombang demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat telah memasuki fase yang mengkhawatirkan dan berpotensi mengarah pada destabilisasi politik, sebagaimana terbaca dalam perspektif intelijen global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut disampaikan Tedi dalam analisisnya yang merujuk pada laporan media internasional, termasuk Reuters dan The Guardian, yang menyoroti meningkatnya eskalasi protes serta peringatan dari lembaga intelijen Amerika Serikat terkait ancaman ekstremisme domestik.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Dalam bahasa intelijen, ketika muncul istilah <em>domestic instability</em> dan <em>rising extremism</em>, itu bukan sekadar narasi. Itu adalah sinyal bahwa sebuah negara sedang memasuki fase rawan destabilisasi,” ujar Tedi Yusnanda N dalam keterangannya.</p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Intelijen Soroti Ancaman Internal</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Tedi, peringatan dari komunitas intelijen Amerika Serikat yang dilaporkan media internasional menunjukkan adanya pergeseran ancaman dari eksternal ke internal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reuters melaporkan bahwa badan intelijen AS telah memperingatkan peningkatan ekstremisme domestik di tengah gelombang protes yang meluas.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Ancaman terbesar dalam doktrin intelijen modern bukan lagi dari luar, tetapi dari dalam, ketika kepercayaan publik runtuh dan konflik horizontal mulai terbentuk,” katanya.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa skala demonstrasi yang melibatkan jutaan orang dalam gerakan <em>No Kings</em> harus dibaca sebagai indikator tekanan serius terhadap sistem politik.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kebijakan Trump Dinilai Perparah Polarisasi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi juga menyoroti kebijakan dan retorika Presiden Donald Trump, khususnya terkait isu imigrasi, yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam laporan Reuters, Trump kembali mengangkat agenda “mass deportation” sebagai bagian dari strategi politiknya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Ketika deportasi massal dijadikan janji politik, maka itu bukan hanya kebijakan administratif, tetapi juga pemicu konflik sosial yang berpotensi meluas,” ujar Tedi.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai bahwa narasi tersebut berdampak langsung terhadap pekerja migran, termasuk dari Indonesia, yang rentan terhadap diskriminasi dan kriminalisasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pekerja Migran dalam Risiko Tinggi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Tedi mengingatkan bahwa dinamika politik di Amerika Serikat dan keterlibatannya dalam konflik Timur Tengah turut memperbesar risiko bagi pekerja migran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reuters juga melaporkan bahwa keterlibatan AS dalam konflik Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan global.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Pekerja migran adalah kelompok pertama yang terdampak dalam setiap krisis global. Mereka tidak punya perlindungan politik yang kuat, tetapi berada di garis depan risiko,” tegasnya.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pekerja migran Indonesia kini menghadapi tekanan ganda, baik dari kebijakan domestik negara tujuan maupun dari konflik geopolitik yang lebih luas.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Potensi Krisis Sistemik</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tedi menilai, jika indikator yang digunakan dalam analisis intelijen—seperti instabilitas, ekstremisme, dan polarisasi—terus meningkat, maka situasi ini berpotensi berkembang menjadi krisis sistemik.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kalau tiga indikator itu muncul bersamaan, maka dalam perspektif intelijen, itu sudah mendekati fase krisis sistemik yang bisa berdampak luas, tidak hanya di Amerika tetapi juga secara global,” jelasnya.</p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Peringatan Keras</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di akhir analisanya, Tedi menyampaikan peringatan tegas terkait arah situasi politik yang sedang berkembang.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Negara boleh memiliki kekuatan, tetapi rakyat memiliki momentum. Dan dalam banyak peristiwa sejarah, momentum publik selalu menjadi faktor penentu,” pungkasnya.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi di Amerika Serikat saat ini, menurut Tedi Yusnanda N, bukan lagi sekadar dinamika politik domestik, tetapi telah menjadi perhatian serius dalam perspektif intelijen global, dengan implikasi langsung terhadap stabilitas dunia dan perlindungan pekerja migran.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/tedi-yusnanda-n-situasi-demonstrasi-di-as-masuk-fase-rawan-destabilisasi-pekerja-migran-jadi-kelompok-paling-rentan/">Tedi Yusnanda N: Situasi Demonstrasi di AS Masuk Fase Rawan Destabilisasi, Pekerja Migran Jadi Kelompok Paling Rentan</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/tedi-yusnanda-n-situasi-demonstrasi-di-as-masuk-fase-rawan-destabilisasi-pekerja-migran-jadi-kelompok-paling-rentan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/03/spanduk-bertuliskan-tidak-ada-perang-terhadap-iran-dikibarkan-saat-orang-orang-menghadiri-demonstrasi-antiperang-di-los-angele-1750649443769.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Darah Devisa (Catatan Sunyi Pekerja Migran Indonesia)</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/darah-devisa-catatan-sunyi-pekerja-migran-indonesia/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/darah-devisa-catatan-sunyi-pekerja-migran-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 09:15:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=1381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Doa yang Tertinggal di BandaraIbu mengeja langitdi antara suara mesin pesawat.Doanya tercecer di lantai keberangkatan,tak ikut terbang bersamaku. Yang sampai...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/darah-devisa-catatan-sunyi-pekerja-migran-indonesia/">Darah Devisa (Catatan Sunyi Pekerja Migran Indonesia)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Doa yang Tertinggal di Bandara</strong><br>Ibu mengeja langit<br>di antara suara mesin pesawat.<br>Doanya tercecer di lantai keberangkatan,<br>tak ikut terbang bersamaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang sampai hanya tubuh ini—<br>tanpa perlindungan,<br>tanpa kepastian pulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">/tyn/</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Negara yang Lupa Menyebutku</strong><br>Aku bekerja di luar peta,<br>di antara hukum yang tak mengenal bahasa ibuku.<br>Negara menyebut devisa,<br>tapi lupa menyebut namaku.<br>Aku adalah angka dalam laporan,<br>yang berdarah diam-diam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">/tyn/</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Laut yang Menelan Cerita</strong><br>Di seberang laut itu<br>ceritaku tenggelam tanpa saksi.<br>Hanya ombak yang tahu<br>berapa banyak jerit yang tak sempat dilaporkan.<br>Negara bertanya: mana bukti?<br>Laut menjawab dengan diam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">/tyn/</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Malam Tanpa Bahasa</strong><br>Malam datang tanpa terjemahan.<br>Aku berbicara pada dinding,<br>yang lebih mengerti sunyi<br>daripada manusia di rumah ini.<br>Bahasa menjadi penjara,<br>dan aku adalah tahanannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">/tyn/</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Surga yang Dijanjikan</strong><br>Mereka bilang:<br>di sana ada surga yang bisa kau kirim ke rumah.<br>Tapi yang kutemukan<br>adalah neraka dengan jam kerja panjang<br>dan pintu yang tak pernah terbuka.<br>Aku bertanya pada Tuhan,<br>apakah ini ujian<br>atau kesalahan alamat takdir?</p>



<p class="wp-block-paragraph">/tyn/</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Surat untuk Tubuhku Sendiri</strong><br>Maaf,<br>aku menjualmu terlalu murah.<br>Pada jam kerja yang panjang<br>dan tangan yang tak mengenal batas.<br>Jika nanti kita bertemu lagi di rumah,<br>aku janji<br>akan memperlakukanmu sebagai manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">/tyn/</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jam yang Memakan Tubuh</strong><br>Setiap detik adalah gigitan.<br>Jam dinding di rumah majikan<br>perlahan mengunyah tulangku.<br>Ketika kontrak selesai,<br>yang tersisa hanya sisa waktu—<br>tanpa tubuh untuk pulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">/tyn/</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/darah-devisa-catatan-sunyi-pekerja-migran-indonesia/">Darah Devisa (Catatan Sunyi Pekerja Migran Indonesia)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/darah-devisa-catatan-sunyi-pekerja-migran-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/03/Blackour-poem-1024x768-1.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
