<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kesejahteraan Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<atom:link href="https://suaramigrannusantara.org/tag/kesejahteraan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/kesejahteraan/</link>
	<description>Suara Migran, Suara Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 01:31:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/02/cropped-WhatsApp-Image-2026-02-27-at-10.04.27-1-32x32.png</url>
	<title>kesejahteraan Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/kesejahteraan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Remitansi PMI Capai Rp260 Triliun: Kontribusi Raksasa yang Belum Diimbangi Perlindungan Setimpal</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/remitansi-pmi-rp260-triliun-belum-diimbangi-perlindungan/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/remitansi-pmi-rp260-triliun-belum-diimbangi-perlindungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[Devisa]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[F-Buminu Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[KUR Penempatan PMI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Remitansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2590</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pekerja migran Indonesia mengirimkan Rp260 triliun remitansi ke tanah air sepanjang 2023 — kontribusi yang luar biasa bagi perekonomian nasional. Namun besarnya kontribusi ini belum sebanding dengan kualitas perlindungan yang diterima para PMI.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/05/remitansi-pmi-rp260-triliun-belum-diimbangi-perlindungan/">Remitansi PMI Capai Rp260 Triliun: Kontribusi Raksasa yang Belum Diimbangi Perlindungan Setimpal</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta – Angka itu sulit dibayangkan: Rp260 triliun. Itulah jumlah uang yang dikirimkan pekerja migran Indonesia (PMI) dari seluruh penjuru dunia ke tanah air sepanjang 2023 — dalam bentuk remitansi yang masuk ke rekening keluarga, digunakan untuk biaya sekolah anak, perawatan orang tua, renovasi rumah, dan memenuhi berbagai kebutuhan lain yang tidak tercukupi oleh penghasilan di dalam negeri.</p>
<p>Rp260 triliun. Angka itu lebih besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah gabungan beberapa provinsi. Angka itu menggambarkan betapa PMI — yang kerap disebut &#8220;pahlawan devisa&#8221; — memegang peran ekonomi yang sangat strategis bagi Indonesia, baik di tingkat nasional maupun di tingkat keluarga dan komunitas lokal.</p>
<p>Di daerah-daerah dengan konsentrasi PMI tinggi — seperti Sukabumi, Indramayu, Subang, dan Majalengka di Jawa Barat; Ponorogo, Blitar, dan Tulungagung di Jawa Timur; Lombok di NTB — remitansi PMI bukan hanya sekadar tambahan penghasilan. Ia adalah tulang punggung ekonomi lokal. Laporan dari berbagai komunitas migran menunjukkan bahwa remitansi PMI secara nyata meningkatkan konsumsi rumah tangga, mendorong investasi di properti dan usaha mikro, serta membiayai pendidikan generasi berikutnya.</p>
<p>&#8220;Remitansi PMI berperan besar bagi ekonomi keluarga di daerah. Tapi jangan lupa bahwa di balik setiap kiriman uang itu ada pengorbanan luar biasa: berpisah dari anak dan suami bertahun-tahun, bekerja dalam kondisi yang sering kali tidak layak, dan menanggung risiko yang sangat tinggi,&#8221; ujar perwakilan F-Buminu Sarbumusi.</p>
<p>Ironisnya, meski kontribusi PMI terhadap perekonomian nasional sangat besar, kualitas perlindungan yang mereka terima masih jauh dari memadai. Kasus-kasus PMI yang mengalami kekerasan, gaji tidak dibayar, penelantaran di luar negeri, hingga kematian masih terus terjadi setiap tahunnya.</p>
<p>F-Buminu Sarbumusi menegaskan bahwa negara memiliki hutang besar kepada para PMI. &#8220;Mereka sudah berkontribusi luar biasa bagi negara ini. Minimal, negara harus memastikan mereka berangkat dengan aman, bekerja dengan terlindungi, dan pulang dengan terhormat. Itu bukan permintaan yang berlebihan. Itu adalah hak dasar mereka sebagai warga negara,&#8221; tegas F-Buminu Sarbumusi.</p>
<p>Program KUR Penempatan PMI dan berbagai kebijakan perlindungan lainnya yang diluncurkan pemerintah merupakan langkah yang benar — namun menurut F-Buminu Sarbumusi, masih jauh dari cukup. Dibutuhkan komitmen yang lebih serius dan konsisten agar pengorbanan para PMI benar-benar setimpal dengan perlindungan yang mereka terima.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/05/remitansi-pmi-rp260-triliun-belum-diimbangi-perlindungan/">Remitansi PMI Capai Rp260 Triliun: Kontribusi Raksasa yang Belum Diimbangi Perlindungan Setimpal</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/remitansi-pmi-rp260-triliun-belum-diimbangi-perlindungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/05/1-4-Copy.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korupsinikus: Devisa dari Air Mata Ibu</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/korupsinikus-devisa-dari-air-mata-ibu/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/korupsinikus-devisa-dari-air-mata-ibu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 01:31:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[Devisa]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Devisa]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Esai Satire: Harri Safiari Di negeri Korupsinikus,ibu-ibu diekspor seperti komoditas.Bukan karena mereka tak cinta rumah,tapi karena rumah tak lagi mampu...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/05/korupsinikus-devisa-dari-air-mata-ibu/">Korupsinikus: Devisa dari Air Mata Ibu</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Esai Satire: Harri Safiari</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di negeri Korupsinikus,<br>ibu-ibu diekspor seperti komoditas.<br>Bukan karena mereka tak cinta rumah,<br>tapi karena rumah tak lagi mampu mencintai mereka dengan layak.<br>Maka berangkatlah mereka—<br>dengan koper berisi baju, doa, dan rasa bersalah yang dilipat rapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Negara berdiri gagah di podium:<br>“PMI adalah pahlawan devisa!”<br>Tepuk tangan.<br>Sementara di belakang panggung:<br>anak-anak belajar memeluk layar<br>suami belajar setia… atau belajar lupa<br>rumah berubah jadi ruang tunggu yang tak pernah selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Korupsinikus itu cerdas.<br>Ia tahu: lebih murah mengirim ibu ke luar negeri<br>daripada membangun negeri agar ibu tak perlu pergi.<br>Lebih praktis: menyebut derita sebagai “pengorbanan”<br>daripada mengakui kegagalan sebagai kegagalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di negeri ini,<br>yang pergi adalah tubuh ibu,<br>yang tertinggal adalah jiwa anak.<br>Dan negara?<br>Menghitungnya dalam dolar.<br>Suatu hari, anak itu tumbuh.<br>Ia tak lagi menangis saat video call.<br>Ia sudah terbiasa kehilangan.<br>Dan saat ditanya cita-citanya, ia menjawab:<br>“Aku ingin ke luar negeri…<br>supaya bisa mengirim uang ke rumah.”<br>Lingkaran selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Korupsinikus tersenyum.<br>Karena di negeri ini,<br>yang diwariskan bukan kesejahteraan—<br>tapi cara bertahan dari ketidakadilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(Selesai)</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/05/korupsinikus-devisa-dari-air-mata-ibu/">Korupsinikus: Devisa dari Air Mata Ibu</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/05/korupsinikus-devisa-dari-air-mata-ibu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0034.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
