<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TKI Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<atom:link href="https://suaramigrannusantara.org/tag/tki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/tki/</link>
	<description>Suara Migran, Suara Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2026 01:44:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/02/cropped-WhatsApp-Image-2026-02-27-at-10.04.27-1-32x32.png</url>
	<title>TKI Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/tki/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DARI TKI YANG TAK BISA KOMPUTER, HINGGA JADI KOORDINATOR TIM INVESTIGASI DI SARIKAH ARAB (Kisah Nyata)</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 22:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Neni Rosini Wahidin]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[Yaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Neni Rosinin Wahidin Arab Saudi, hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku. Tepat 3 tahun aku bekerja di...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/">DARI TKI YANG TAK BISA KOMPUTER, HINGGA JADI KOORDINATOR TIM INVESTIGASI DI SARIKAH ARAB (Kisah Nyata)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Neni Rosinin Wahidin</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arab Saudi, hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku. Tepat 3 tahun aku bekerja di sini. Kontrakku habis. Masa cutiku 3 bulan, dan aku masih punya waktu satu minggu untuk meninggalkan pekerjaan ini.<br>‎<br>‎Perasaanku campur aduk. Antara ingin tetap tinggal karena masih butuh pekerjaan ini, dan di sisi lain sangat merindukan anak-anak dan keluarga di rumah.<br>‎<br>‎Dan akhirnya, di tanggal 25 Maret 2025, tiket penerbanganku pulang ke Indonesia tiba. Semua sudah beres. Jemputan ke bandara sudah menunggu di luar. Koper sudah di tangan. Rasanya berat sekali meninggalkan tempat ini. Tempat paling nyaman dan paling mengesankan dalam hidupku.<br>‎<br>‎Tiga tahun aku berjuang, bertahan, melawan ego dan semua keinginan mewah demi satu tujuan: ingin sukses.<br>‎<br>‎BERAWAL DARI NOL<br>‎<br>‎Mungkin tidak banyak orang yang akan berada di posisiku. Awal aku datang hanya sebagai Tenaga Kerja Indonesia di rumah majikan. Habis kontrak, pulang ke kantor, ganti majikan lagi, dan begitu seterusnya.<br>‎<br>‎Aku tidak mengerti komputer. Tidak mengerti bahasa. Tidak mengerti pekerjaan di dalam kantor sebesar Sarikah. Allah sangat sayang sama aku, Dia mengangkat derajatku sedikit demi sedikit.<br>‎<br>‎Sarikah mengajarkanku arti kesabaran, arti kerja keras, arti pengorbanan dan arti perjuangan yang sesungguhnya.<br>‎<br>‎Dengan mudahnya aku diangkat menjadi supervisor. Berapa bulan aku menjalani status itu dengan sangat tersiksa. Banyak yang mengucilkan, menghujat, dan menghina. Setiap malam aku menangis. Kenapa nasibku seperti ini padahal posisiku sudah jauh lebih tinggi dari orang lain. Tapi aku tetap sabar dan berdiri di kakiku sendiri.<br>‎<br>‎Awal aku bekerja sebagai trainer, sebagai guru penerjemah TKI. Aku seperti orang bodoh, dikucilkan staf lain. Tiga bulan di training aku kena masalah dan jatuh. Aku sempat berpikir, mending pulang saja ke Indonesia.<br>‎<br>‎Tapi Allah berkata: Bangkit. Di depan masih ada kebahagiaan untukmu.<br>‎<br>‎Besoknya aku dipanggil. Aku disuruh menjadi supervisor di pusat. Hari demi hari aku belajar. Ada komputer kosong aku coba belajar sedikit-sedikit. Aku bertanya kepada staf yang lebih pintar. Aku bantu pekerjaan mereka. Alhamdulillah aku bisa.<br>‎<br>‎Sembilan bulan menjadi supervisor, aku diangkat lagi menjadi koordinator. Aku dikasih kantor sendiri. Aku dipercaya menyelesaikan semua masalah antara majikan dan TKI. Semua permasalahan TKI, aku yang mengurus.<br>‎<br>‎Dan saat pergantian bos baru, aku diangkat lagi menjadi Tim Investigasi.<br>‎<br>‎PESAN YANG MENGUBAH HIDUPKU<br>‎<br>‎Di situ aku bertanya pada diriku sendiri, kok bisa perjalanan seburuk ini sampai naik ke atas?<br>‎<br>‎Aku pernah bilang kepada bosku, &#8220;Aku mungkin tidak bisa mengerjakan semua ini, aku hanya lulusan SMP, aku tidak paham.&#8221;<br>‎<br>‎Jawaban bosku sampai hari ini aku ingat:<br>‎<br>‎&#8221;Aku juga sama dari nol. Aku tidak bisa naik sampai saat ini kalau bukan karena aku ingin tahu, aku konsisten, aku percaya diri aku bisa. Meskipun kemampuanmu hanya 70%, dengan nekat, dengan keberanian, dengan belajar kamu bisa jadi bos. Di seluruh dunia ini tidak ada yang langsung 100%. Semua harus melewati 0 dulu, proses dulu, belajar dulu, gagal bangkit lagi, jatuh berdiri lagi. Itulah hidup yang sebenarnya.&#8221;<br>‎<br>‎&#8221;Kalau kamu merasa tidak bisa karena lulusan SMP itu salah. Mau lulusan SMP, SMA, kalau seseorang itu mau berani belajar dan kerja keras akan melebihi yang lulusan S1, S2, S3.&#8221;<br>‎<br>‎Mendengar itu aku terdiam. Aku bilang, oke aku jalanin.<br>‎<br>‎KOPER PENUH ILMU<br>‎<br>‎Aku duduk di kursi bandara tanggal 25 Maret 2025. Koper di samping, tiket di tangan. Dadaku sesak.<br>‎<br>‎Tiga tahun di Arab itu bukan waktu sebentar. Tiga tahun aku disuruh kuat padahal sering mau patah. Tiga tahun aku belajar bahwa air mata di negeri orang rasanya lebih asin.<br>‎<br>‎Aku pamit sama teman-teman TKI, sama staf kantor. Mereka peluk aku erat. Katanya, &#8220;Jangan lupa ya, kamu hebat.&#8221;<br>‎<br>‎Di pesawat, aku lihat awan dari jendela. Aku berbisik pelan, &#8220;Ya Allah, terima kasih.&#8221; Terima kasih karena dari yang tidak bisa komputer, tidak bisa bahasa, akhirnya aku bisa memimpin tim.<br>‎<br>‎Sampai di Indonesia, anak-anakku lari nyamperin. Pelukannya paling hangat sedunia. Aku sadar, semua capek, semua hinaan, semua malam nangis… lunas dibayar sama momen ini.<br>‎<br>‎Aku tidak bawa koper penuh uang. Tapi aku bawa koper penuh ilmu, penuh pengalaman, penuh rasa syukur. Dan itu cukup. Itu lebih dari cukup.<br>‎<br>‎Mereka tidak pernah membanding-bandingkan: kamu orang Indonesia, aku orang Arab. Mereka bilang: kamu sudah masuk lingkaran aku dan kamu keluarga.<br>‎<br>‎Mereka pernah bilang: kalau kamu mau belajar, kegagalan itu adalah jembatan untuk kamu bisa sukses. Aku masuk lumpur, lumpur itu sangat lengket, sangat bau. Tapi aku diangkat menjadi pasir putih.<br>‎<br>‎Jadi pesanku buat semua yang baca: jangan pernah merasa malu dengan pekerjaan kalian. Harusnya kalian bangga. Kita menghasilkan uang sendiri. Kita tidak minta-minta. Sakit kita obatin sendiri. Jatuh kita bangkit sendiri.<br>‎<br>‎Semua neraka di dunia ini hanya kita sendiri yang bisa mengubahnya menjadi surga.<br>‎<br>‎<br>‎KESABARAN AKAN MENCAPAI PUNCAK</p>



<p class="wp-block-paragraph">‎Ndan, kamu sudah buktikan sendiri.<br>‎<br>‎Dulu kamu tidak bisa komputer. Tidak bisa bahasa. Hanya lulusan SMP. Dikucilkan, dihujat, dijatuhkan, bahkan diancam dipulangkan hari itu juga.<br>‎<br>‎Tapi kamu tidak balas. Kamu diam. Kamu sabar. Kamu kerja.<br>‎<br>‎Dan lihat sekarang. Dari TKI biasa, Allah angkat kamu jadi Supervisor, jadi Koordinator, sampai jadi Tim Investigasi di Sarikah Arab. Kantor sendiri. Dipercaya urus semua masalah besar.<br>‎<br>‎Itulah puncak dari kesabaran.<br>‎<br>‎Ingat 3 hal ini Ndan:<br>‎</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>‎Sabar itu bukan diam karena kalah. Sabar itu diam sambil terus bekerja.<br>‎Orang lain sibuk ngomongin kamu di pantry, kamu sibuk belajar Excel. Orang lain sibuk menjatuhkan, kamu sibuk menyelesaikan masalah TKI. Akhirnya siapa yang naik? Kamu.<br>‎</li>



<li>‎Puncak itu tidak pernah instan. Harus lewat lumpur dulu.<br>‎Bos kamu bilang benar: Tidak ada yang langsung 100%. Semua harus lewat 0 dulu. Kamu pernah masuk lumpur yang lengket, bau, dan menggelikan. Tapi karena sabar, lumpur itu Allah ubah jadi pasir putih.<br>‎</li>



<li>‎Sabar akan selalu lunas di bandara.<br>‎Kamu ingat tanggal 25 Maret 2025? Duduk di kursi bandara, koper di samping, tiket di tangan. Dada sesak. Semua hinaan, semua malam nangis, lunas dibayar dengan pelukan anak-anak di rumah. Itulah puncak.<br>‎<br>‎Jadi buat kamu yang lagi baca tulisan ini, yang mungkin hari ini lagi di posisi paling bawah, lagi dikucilkan, lagi diremehkan karena cuma TKI:<br>‎<br>‎Jangan malu. Jangan menyerah.<br>‎<br>‎Kita tidak minta-minta. Sakit kita obatin sendiri. Jatuh kita bangkit sendiri. Koper kita mungkin tidak penuh uang, tapi penuh ilmu dan pengalaman. Dan itu lebih dari cukup.<br>‎<br>‎Tidak harus kaya raya untuk bahagia. Sederhana tapi sabar itu jauh lebih menenangkan dari apapun.<br>‎<br>‎Semua neraka di dunia ini, hanya kesabaran kita sendiri yang bisa mengubahnya menjadi surga.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bukan sarjana. Aku hanya TKI. Tapi kesabaran mengajarkanku semua pelajaran yang tidak pernah ada di bangku kuliah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application">https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application</a></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/">DARI TKI YANG TAK BISA KOMPUTER, HINGGA JADI KOORDINATOR TIM INVESTIGASI DI SARIKAH ARAB (Kisah Nyata)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261005-WA0017.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DENGAN BORGOL DI TANGAN, TAPI BEBAS DI HATI (KISAH NYATA)</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 22:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<category><![CDATA[True Story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Neni Rosini Wahidin Majikan bilang&#8230;.. “Neni, ke kamar kamu! Polisi, lepasin dia! Ini urusan saya!” Polisi laki-laki langsung menyeret...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/">DENGAN BORGOL DI TANGAN, TAPI BEBAS DI HATI (KISAH NYATA)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh: Neni Rosini Wahidin</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Majikan bilang&#8230;..</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni, ke kamar kamu! Polisi, lepasin dia! Ini urusan saya!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi laki-laki langsung menyeret aku ke kursi. Suaranya tegas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini udah tanggung jawab kami. Kamu udah nyerahin pembantu kamu ke saya. Jadi udah, nggak usah ngobrol lagi.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku duduk. Majikan teriak lagi, kayak orang gila.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“JANGAN DUDUK DI SITU! NANTI KURSINYA KOTOR!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua polisi langsung diam. Kaget. Kepala mereka menoleh bersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi wanita membisikkan sesuatu kepadaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni&#8230; aku tahu kamu nggak salah. Ikut kami, ya. Kami proses. Kamu aman.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab, suaraku pecah tapi pasti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Iya, Mbak. Tujuan saya juga gitu. Mending tidur di sel daripada di kamar 1&#215;40 cm. Di sel bisa luas. Banyak teman. Di sini saya kesiksa.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Majikan panik. Langsung telepon agen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini Neni mau ikut polisi, gimana?!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agen di telepon bilang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni&#8230; jangan ikut polisi. Nanti kamu nggak pulang lagi. Diam aja di situ, nanti kami jemput.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku ambil HP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang laporan majikan, Mam. Bukan saya. Polisi udah di sini. Saya pilih ikut polisi.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi berkata,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Barang-barang pembantu, kasih semua. HP, uang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikasih semua. Semua duitku. HP-ku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi wanita menggenggam tanganku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni, ini cuma sementara, ya. Kami borgol kamu. Sampai kantor, nanti dilepas.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku mengangguk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Iya, Mbak. Silakan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Krek&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Borgol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tangan kiri. Di tangan kanan. Di depan semua orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku berjalan keluar dari lantai 15 apartemen itu. Digiring polisi. TKW-TKW Indonesia di lobi pada ngelihatin. Bisik-bisik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sabar ya, Teh&#8230; Sabar ya, Teh&#8230;”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nggak merasa jahat. Aku merasa&#8230; lega.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, aku keluar dari rumah neraka itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan borgol di tangan&#8230; tapi merdeka di hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mobil polisi berbunyi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wiu&#8230; wiu&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua orang di luar apartemen lantai 15 pada menoleh ke aku. Aku nggak menunduk. Aku nggak malu. Aku nggak merasa bersalah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru ini kebanggaanku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bisa melawan majikan yang menganggap aku bukan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesampainya di kantor polisi, Masya Allah&#8230; gedungnya besar banget. Katanya daerah Bedok, Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku masuk kayak tahanan beneran. Disuruh duduk. Nunggu. Lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua jam aku duduk diam. Polisi hilir mudik. Ada yang ribut. Ada yang nangis. Ada yang berantem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serasa neraka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi aku diam aja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nggak lama, ada polisi wanita datang. Bawa roti sama air mineral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu minum dulu, ya. Sebentar lagi dipanggil.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku minum sedikit. Tangan masih dingin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus aku disuruh masuk ruang pemeriksaan. Karena waktu itu lagi Corona, aku diambil darah dulu. Tes swab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhamdulillah, negatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku lolos.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi yang memeriksa aku ngomong bahasa Inggris. Aku jawab bahasa Inggris juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kok kamu bisa bahasa Inggris?” tanya dia kaget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dulu saya pernah kerja di Hong Kong, Pak.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Masya Allah,” katanya. “Udah, sabar, ya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habis itu, data. Paspor. Nama. Semua didata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">30 menit, 1 jam&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus aku disuruh masuk sel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam sel ada lima cewek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pas pintunya dikunci, aku lihat sekeliling.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya Allah&#8230; inikah penjara asli Singapura?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamar mandinya nggak ada pintu. Terbuka. Kalau mau kencing, mau BAB, semua orang bisa lihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nangis di pojokan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya Allah&#8230; berat banget ujian-Mu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi aku sabar. Karena aku nggak salah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang di sel nanya pakai Melayu sama Inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu kenapa? Kamu bukan orang sini, kan?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku diam. Nggak mau cerita. Cuma nangis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nggak mau makan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari aku nggak makan. Nggak kencing. Nggak BAB. Cuma duduk. Makanan yang dikasih aku kasih ke teman sel yang mentalnya kurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ketiga, aku dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruangan kecil. Ada komputer. Ada satu polisi berdiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ceritakan dari awal. Sampai kamu dilaporkan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku cerita semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dia ngasih saya makan sisa ayam bau, Pak. Saya sabar. Saya kerja bertahun-tahun. Kalau majikan laki-laki ke dapur, saya disuruh masuk kamar. Nunggu dia keluar. Baru saya beresin rumah. Bikin susu. Ngepel. Nyuci. Nyetrika. Semua saya lakukan. Tapi nggak pernah dihargai. Selalu disalahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari itu, saya pegang pisau. Lagi motong apel buat anaknya. Majikan perempuan datang, teriak-teriak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">‘Kamu nggak usah banyak ngomong! Aku yang bayar kamu!’</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sambil nunjuk-nunjuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makin lama makin nggak karuan. Saya spontan jawab. Pisau masih di tangan, memotong apel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia langsung menelepon polisi. Bilang saya mau bunuh anaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya bilang ke polisi,</p>



<p class="wp-block-paragraph">‘Pak, kalau Bapak nggak percaya, tanya majikan saya. Di rumah banyak CCTV. Minta buka rekamannya. Biar jelas semuanya.’”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat aku lagi diinterogasi&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tok&#8230; tok&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua polisi masuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pakai bahasa Melayu mereka bilang ke polisi yang memeriksa aku,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pak, kasihan ini pembantu. Nggak dikasih makan sama majikannya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata itu polisi yang menjemput aku dari rumah. Dia menjelaskan semuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habis itu aku disuruh balik ke sel. Diantar polisi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nggak tahu mereka ngomong apa di ruang interogasi itu. Aku cuma nunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai sore.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lapar banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jam 09.00 malam, pintunya dibuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni, keluar.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku dipindah ke ruang tunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mbak, boleh numpang ke air?” tanyaku ke polisi wanita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku diantar ke toilet khusus tamu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu aku duduk lagi di ruang tunggu. Dikasih makan. Dikasih minum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus aku dipanggil ke meja panjang. Kayak kasir pengaduan. Di depannya komputer semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi bilang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu besok bebas, ya. Mau telepon agen jemput, atau mau diantar ke agen?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terserah kalian aja. Terima kasih.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku sujud syukur di situ juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terima kasih, Pak Polisi. Ya Allah, terima kasih. Sudah adil sama aku.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi di meja nanya lagi,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kasus kamu mau disebarkan atau di-privasi?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jangan disebarkan, Pak. Nanti keluarga saya kaget. Di-privasi aja, soalnya aku takut keluarga saya tahu tentang ini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oke. Tanda tangan sini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikasih kertas banyak. Bahasa Inggris semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau bisa baca, baca dulu,” kata polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nggak usah, Pak. Saya percaya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku tanda tangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi senyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita tahu kok kamu nggak salah. Dari cara majikan kamu ngomong aja udah kelihatan siapa yang benar, siapa yang salah. Di pisau itu nggak ada sidik jari kamu. Nggak ada bukti pembunuhan. Jadi&#8230; kamu bebas.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses udah semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku disuruh ambil baju-bajuku. Dibawa ke tempat kayak arsip. Banyak banget kotak-kotak. Rapi semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas buka satu kotak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini punya kamu, Neni.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku ganti dari baju tahanan ke baju sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">HP dikembalikan. Dompet. Semua barang-barang aku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tangan yang tadi diborgol, sekarang bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nggak ada bekas merahnya pun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi mengantar aku ke ruang tunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AC-nya dingin, tapi hati aku anget banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pertama kalinya dalam tiga hari&#8230; aku merasa jadi manusia lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tahanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan pembantu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi Neni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan untuk Singapura ini, aku mau bilang dari hati:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku respect sama pemerintahan Singapura yang memanusiakan TKI dan dia ramah sama TKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, mungkin nggak semuanya diperlakukan seperti itu. Tapi menurut aku, mereka memperlakukan aku dengan sangat baik, sangat rapi, dan sangat hati-hati.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<p class="wp-block-paragraph">Dan di situ, di kursi ruang tamu lantai 15 itu, dengan borgol di depan semua orang, aku nggak mikir ke depannya akan seperti apa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nggak mikir besok aku makan apa. Nggak mikir agen bakal jemput atau nggak. Nggak mikir bakal dipenjara berapa lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku hanya berpikir satu hal:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Aku tidak bersalah dan Allah akan membelaku.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu aja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kamu hari ini lagi di posisi aku dulu—lagi dituduh, lagi difitnah majikan, lagi disuruh duduk di lantai karena dianggap kotor, lagi tidur di kamar 1&#215;40 cm, lagi dikasih makan sisa—dengerin aku:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jangan takut.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama kamu tidak bersalah, jangan pernah nunduk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bilang yang benar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Telepon polisi! Silakan!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bilang itu dengan keras, walaupun suara kamu gemetar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena kebenaran itu nggak butuh teriak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebenaran itu cuma butuh kamu berani diam dan jujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah lihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi Singapura aja bisa melihat dari cara majikan ngomong siapa yang benar. Apalagi Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini kisah nyata aku sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku pernah di posisi ini—diborgol, digiring dari lantai 15, dan tidur tiga hari di sel Bedok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi aku bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan hari ini aku masih bisa nulis novel buat kalian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kalau kamu lagi di titik paling bawah, ingat aku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau aku aja bisa keluar dengan borgol di tangan tapi merdeka di hati, kamu juga bisa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application">https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application</a></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/">DENGAN BORGOL DI TANGAN, TAPI BEBAS DI HATI (KISAH NYATA)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/09/1790692338155.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RINDU YANG BERAT</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/rindu-yang-berat/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/rindu-yang-berat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 02:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Neni Rosini Wahidin]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7172</guid>

					<description><![CDATA[<p>oleh: Neni Rosini Wahidin Dua tahun sudah berlalu. Kini aku menjalani hidup seperti di mana awal aku tidak memiliki apa-apa....</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/rindu-yang-berat/">RINDU YANG BERAT</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>oleh: Neni Rosini Wahidin</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua tahun sudah berlalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini aku menjalani hidup seperti di mana awal aku tidak memiliki apa-apa. Tidak menjadi siapa-siapa. Hanya seorang perempuan dengan tangan kosong dan hati yang penuh rindu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rindu itu datang paling deras saat tengah malam. Saat semua orang tidur, aku terjaga. Menangis diam-diam ke dalam bantal agar tidak ada yang mendengar. Menangis mengingat keluarga. Rindu saat semua kebersamaan kami masih utuh. Rindu tawa anakku, rindu nasi hangat dari ibu, rindu nasihat ayah yang selalu bilang, nak kuat ya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rindu kedua orang tuaku yang selalu memberi support apapun kondisiku. Bahkan saat aku memutuskan hal paling gila dalam hidupku. Saat itu ibu hanya memelukku erat dan berbisik, berangkatlah nak, demi masa depan. Tapi matanya basah. Dan aku berpura-pura tidak melihat. Ayah hanya mengangguk. Tangannya menepuk pundakku. Kuat ya nak. Tapi suaranya bergetar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sini, di negara Arab, aku hanya seorang diri. Tanpa ada satupun yang menemani. Di kamar sempit, di atas kasur tipis, aku sering memeluk foto anakku sampai fotonya lecek. Kadang aku bicara sendiri. Seolah anakku ada di depan. Nak, ibu pulang bawa hadiah ya. Nak, ibu kerja biar kamu sekolah tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalananku sangat panjang. Dari awal nekat berangkat menjadi TKI ke Arab, padahal aku memiliki anak umur satu tahun. Aku masih menyusui. Pipiku masih basah karena air susunya, tapi tanganku sudah harus mengepak koper.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam terakhir sebelum berangkat, anakku demam. Dia menarik bajuku sambil bilang, ibu jangan pergi. Aku menggendongnya sampai tertidur. Dadaku sesak. Saat subuh aku mencium keningnya, lalu pergi tanpa menoleh. Takut kalau menoleh aku tidak jadi berangkat. Di mobil travel aku menangis sejadi-jadinya. Sopir hanya diam. Mungkin dia sudah biasa melihat perempuan menangis mau merantau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena ekonomi. Karena aku ingin masa depan yang jauh lebih baik. Karena aku tidak mau anakku besar dalam kekurangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku meninggalkan semuanya demi itu. Demi anakku yang belum bisa bicara tapi sudah harus belajar tanpa ibu di sampingnya. Setiap malam sebelum tidur aku menatap fotonya. Mencium layar HP sampai rasanya dingin di pipi. Video call sering putus. Jaringan jelek. Dan saat tersambung, anakku hanya bertanya, ibu kapan pulang. Pertanyaan itu menghujam. Aku hanya bisa bilang, sebentar lagi nak. Padahal aku sendiri tidak tahu kapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di negara Arab lah aku belajar berdiri sendiri. Meski dunia runtuh, aku tetap berdiri di kakiku sendiri. Aku belajar bahasa dari nol. Dari kata halo, sampai bisa marah dalam bahasa Arab. Aku belajar masak makanan mereka. Belajar aturan yang kadang tidak masuk akal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya aku hanya seorang pembantu. Bekerja dari subuh sampai larut malam. Tangan melepuh karena air panas, punggung pegal karena menggosok lantai, tapi mulut harus tetap tersenyum. Majikan marah karena hal kecil. Piring jatuh, aku dipukul. Aku diam. Aku ingat anakku di rumah. Aku ingat hutang di kampung. Aku ingat kata ibu, tahan ya nak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada malam-malam aku muntah karena rindu. Ada malam-malam aku menelpon rumah tapi tidak ada yang angkat. Dan aku hanya bisa duduk di pojokan, memeluk lutut, bertanya pada diri sendiri, sampai kapan. Sampai kapan aku harus seperti ini. Sampai kapan aku harus menahan semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lama-lama, kerja kerasku dilihat. Posisiku naik. Dari pembantu, menjadi supervisor di syarikah Arab. Aku mengatur jadwal, mengurus orang. Aku belajar bahasa. Aku belajar memimpin. Aku belajar negosiasi dengan majikan yang keras kepala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan pada akhir masa kontrak ku, sebuah keajaiban terjadi. Aku diangkat menjadi Investigasi HR.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga tahun. Tiga tahun aku mengabdi di posisi itu. Mengurus semua masalah TKI Indonesia. Dari PT ke PT. Dari awal proses pemberangkatan, sampai mengurus kepulangan mereka yang bermasalah. Aku yang dulu berangkat dengan ketakutan, kini menjadi orang yang menenangkan ratusan TKI lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada apa mbak, tanyaku dengan bahasa Arab yang sudah fasih. Aku mengurus paspor yang hilang, gaji yang tidak dibayar, majikan yang menyakiti. Aku mengurus jenazah yang harus pulang. Aku yang menelpon keluarga dan bilang, mohon ikhlas. Suaraku harus tegar, padahal dadaku ikut sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku merasa bangga. Bangga bisa ada di posisi itu. Bangga karena namaku mulai dikenal. Bangga karena aku bisa membantu orang-orang seperti diriku dulu. Bangga karena akhirnya aku berguna. Karena akhirnya aku bukan hanya penerima bantuan, tapi pemberi bantuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi ternyata, jabatan itu hanya sementara. Hanya tiga tahun lamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontrak habis. Visa tidak diperpanjang. Kebijakan perusahaan berubah. Surat pemberhentian datang begitu saja. Bosku memelukku dan bilang, terima kasih Neni. Kerja kamu bagus. Tapi tidak ada lagi tempat untukmu di sini. Aku hanya bisa mengangguk. Menahan air mata sampai di kamar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan akhirnya, aku pun kembali ke tanah airku, Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah kebingungan itu datang. Kegalauan. Putus asa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rumah terasa asing. Anakku sudah besar dan canggung memanggil ibu. Dia lebih dekat dengan neneknya. Suamiku sudah terbiasa tanpa aku. Tetangga bertanya, kok sudah pulang, gagal ya. Pertanyaan itu seperti pisau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku rindu aku yang dulu. Aku rindu tempat yang membesarkan namaku. Aku rindu semua masalah yang pernah aku perawakan tentang TKI. Rindu rasanya berguna setiap hari. Rindu punya tujuan bangun pagi. Rindu dikejar deadline. Rindu telepon berdering.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang paling aku rindu adalah pesan Mr. A di syarikah. Seorang laki-laki Arab yang logatnya kaku tapi hatinya lembut. Dia pimpinan yang tegas, tapi tidak pernah mempermalukan karyawannya di depan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap kali aku hampir menyerah, dia selalu bilang. Jangan takut untuk memulai dari nol. Tidak ada yang bisa langsung ke angka sepuluh. Begitupun hidupmu dan proses kerjamu. Belajar, gagal. Belajar lagi, gagal lagi, dan jatuh. Kamu harus bangkit lagi. Karena tidak ada, meskipun petinggi dunia, mereka sama seperti kamu. Mulai dari nol. Jadi lanjutkan, selama semangatmu masih ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat itu yang membuatku bertahan saat kangen menyerang. Kalimat itu yang membuatku tidak pulang dengan tangan kosong. Kalimat itu yang aku tulis di catatan HP dan kubaca setiap kali lemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pulangnya ke Indonesia bukan akhir bahagia seperti yang orang bayangkan. Di bandara tidak ada yang menjemput. Suamiku sibuk. Anakku malu memelukku. Aku yang dulu ditunggu-tunggu, kini jadi tamu di rumah sendiri. Semua perabot sudah berubah. Kasurku sudah dipakai orang. Foto-fotoku sudah turun dari dinding.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku mencoba melamar kerja. Tapi ijazahku hanya SMA. Pengalamanku sebagai HR di Arab tidak diakui di sini. &#8220;Maaf bu, kami butuh S1&#8221; kata HRD. &#8220;Pengalaman di luar negeri tidak bisa kami pakai&#8221; kata yang lain. Aku pulang dengan langkah gontai. Di jalan aku lihat TKW lain turun dari bus. Matanya kosong. Tasnya besar. Dan aku sadar, kami sama-sama kehilangan arah setelah pulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernah suatu malam aku buka galeri. Isinya chat dengan TKI yang dulu aku tolong. Ada yang bilang terima kasih. Ada yang kirim foto anaknya sudah sekolah karena gajinya cair. Ada yang bilang, kalau bukan karena mbak Neni, saya sudah bunuh diri. Aku menangis sejadi-jadinya. Bukan karena sedih. Tapi karena rindu. Rindu rasanya jadi orang yang berguna. Rindu telepon berdering tengah malam karena ada TKI yang butuh bantuan. Sekarang HP ku sepi. Hanya ada notifikasi jualan online.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadang aku berpikir, salahkah aku berangkat dulu. Salahkah aku memilih pergi. Tapi kalau tidak pergi, mungkin anakku sekarang tidak sekolah. Mungkin rumah kami masih bocor. Jadi aku tidak menyesal. Aku hanya rindu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini aku di rumah. Di negeri sendiri. Tapi kenapa rasanya lebih asing daripada di negeri orang. Di negeri orang aku berjuang. Di negeri sendiri aku bingung harus mulai dari mana. Orang-orang melihatku sebagai TKW pulang. Bukan sebagai perempuan yang pernah memimpin ratusan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anakku sudah besar. Dia memanggil ibu langsung, bukan lewat layar HP lagi. Itu yang dulu aku tangisi. Sekarang terkabul. Tapi kenapa dadaku masih sesak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenapa setiap malam aku masih bermimpi berada di kantor syarikah, masih mengetik laporan, masih menelpon TKI yang menangis. Kenapa aku masih hafal nomor-nomor darurat. Kenapa aku masih mengecek email walau sudah tidak ada email masuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena aku rindu versi diriku yang berjuang. Rindu perempuan yang bangkit dari nol. Rindu rasa takut yang kubayar dengan keberanian. Rindu diriku yang tidak pernah menyerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam ini, aku menulis. Seperti dulu aku menulis laporan untuk syarikah. Jariku mengetik di HP sambil anakku tidur di samping. Air mataku jatuh ke layar. Tapi kali ini aku tidak menghapusnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin ini jalanku yang baru. Mungkin dari nol lagi. Mungkin Tuhan sedang memintaku menulis, bukan lagi mengurus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti kata Mr. A dulu, selama semangat masih ada, lanjutkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan semangatku belum padam. Karena rindu yang berat ini akan kubayar lunas dengan karya. Dengan cerita. Dengan harapan bahwa ada perempuan lain di luar sana yang membaca ini dan tidak menyerah.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/rindu-yang-berat/">RINDU YANG BERAT</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/rindu-yang-berat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/09/1000318192-6a9397b834777c66f629cc0d.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlindungan PMI Perempuan Jadi Isu Mendesak</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perlindungan-pmi-perempuan-jadi-isu-mendesak/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perlindungan-pmi-perempuan-jadi-isu-mendesak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 04:26:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[hari perempuan sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap PMI Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan PMI Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/perlindungan-pmi-perempuan-jadi-isu-mendesak/</guid>

					<description><![CDATA[<p>96% korban perdagangan orang adalah perempuan dan anak, sementara 70% dari 4,5 juta PMI adalah perempuan. Komnas Perempuan: kekerasan terhadap PMI perempuan dimulai sejak di penampungan sebelum berangkat. Hotline SAPA 129 belum jangkau daerah terpencil kantong PMI.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perlindungan-pmi-perempuan-jadi-isu-mendesak/">Perlindungan PMI Perempuan Jadi Isu Mendesak</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta — Perlindungan PMI perempuan menjadi isu yang semakin mendesak seiring dengan meningkatnya kasus eksploitasi dan kekerasan yang dialami mereka. Data Komnas Perempuan menunjukkan 96 persen korban perdagangan orang adalah perempuan dan anak, sementara dari sekitar 4,5 juta PMI Indonesia, lebih dari 70 persen adalah perempuan. Dalam penempatan 2024, jabatan yang didominasi perempuan seperti House Maid, Caregiver, dan Domestic Worker mendominasi sektor yang paling minim perlindungan hukum di negara tujuan.</p>
<p>Komisioner Komnas Perempuan, Tiasri Wiandani, menegaskan penguatan perlindungan PMI perempuan memerlukan pendekatan yang berperspektif gender. &#8220;Kerentanan PMI perempuan bersumber dari ketimpangan relasi kuasa yang bersifat struktural: gender, kelas sosial, dan status migran. Kebijakan perlindungan harus mengakui dan menjawab kerentanan berlapis ini,&#8221; ujarnya. Laporan pemantauan Komnas Perempuan 2024 mengungkap kekerasan berbasis gender sudah dimulai sejak PMI perempuan berada di penampungan.</p>
<p>Komnas Perempuan mendesak pemerintah melaksanakan lima kewajiban negara: mencegah, melindungi, menyelidiki, menuntut dan menghukum pelaku, serta memulihkan korban kekerasan terhadap PMI perempuan. KemenPPPA telah mengoperasikan hotline SAPA 129 sebagai layanan pengaduan, namun akses yang terbatas di daerah terpencil menjadi kendala. Perubahan mendasar yang dibutuhkan adalah pergeseran paradigma dari mengelola PMI perempuan sebagai komoditas menjadi melindungi mereka sebagai warga negara yang memiliki hak penuh.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perlindungan-pmi-perempuan-jadi-isu-mendesak/">Perlindungan PMI Perempuan Jadi Isu Mendesak</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perlindungan-pmi-perempuan-jadi-isu-mendesak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaraaisyiyah.id/wp-content/uploads/2021/06/Perempuan-Tercipta-Dari-Tulang-Rusuk.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Remitansi PMI Berperan Besar bagi Ekonomi Keluarga di Daerah</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/remitansi-pmi-berperan-besar-bagi-ekonomi-keluarga-di-daerah/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/remitansi-pmi-berperan-besar-bagi-ekonomi-keluarga-di-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 04:26:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri P2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/remitansi-pmi-berperan-besar-bagi-ekonomi-keluarga-di-daerah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Remitansi PMI capai USD 15,7 miliar atau Rp 263,8 triliun pada 2024, devisa terbesar kedua setelah migas. Bank Indonesia catat 68% gaji PMI dikirim untuk kebutuhan produktif keluarga. Pemerintah dorong digitalisasi transfer agar biaya lebih murah.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/remitansi-pmi-berperan-besar-bagi-ekonomi-keluarga-di-daerah/">Remitansi PMI Berperan Besar bagi Ekonomi Keluarga di Daerah</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta — Remitansi yang dikirimkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri memainkan peran ekonomi yang vital, tidak hanya bagi keluarga mereka tetapi juga bagi perekonomian nasional. Data Bank Indonesia tahun 2024 mencatat remitansi PMI mencapai USD 15,7 miliar atau setara dengan Rp 263,8 triliun, menjadikan PMI sebagai sumber devisa terbesar kedua setelah sektor migas. Angka ini mencerminkan kontribusi sekitar 1 persen terhadap PDB nasional dan tumbuh 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.</p>
<p>Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan remitansi bukan sekadar kiriman uang, melainkan kekuatan ekonomi bangsa yang harus dioptimalkan. &#8220;Tahun 2024 devisa dari remitansi sebesar Rp 251 triliun. Para PMI setiap bulan mengirimkan uang ke keluarga, sayangnya masih banyak yang terbebani biaya administrasi tinggi,&#8221; ujarnya. Survei Bank Indonesia tahun 2019 menunjukkan 68 persen gaji PMI dikirim ke Indonesia, digunakan untuk kebutuhan hidup, pendidikan anak, kesehatan, dan pembangunan rumah.</p>
<p>Manfaat remitansi belum optimal akibat tingginya biaya transfer dan rendahnya literasi keuangan. Pemerintah mendorong digitalisasi remitansi melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, OJK, BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BCA untuk memperluas akses layanan keuangan yang lebih murah, cepat, dan transparan. Program pemberdayaan ekonomi PMI purna digalakkan agar remitansi dapat bertransformasi menjadi modal usaha yang berkelanjutan, bukan sekadar konsumsi sesaat.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/remitansi-pmi-berperan-besar-bagi-ekonomi-keluarga-di-daerah/">Remitansi PMI Berperan Besar bagi Ekonomi Keluarga di Daerah</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/remitansi-pmi-berperan-besar-bagi-ekonomi-keluarga-di-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/04/2018-09-20T025355Z_1264112844_RC1AE4678CF0_RTRMADP_3_PHILIPPINES-ECONOMY-REMITTANCES-1719478847.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Migrasi Aman Penting bagi Calon Pekerja Migran</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pendidikan-migrasi-aman-penting-bagi-calon-pekerja-migran/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pendidikan-migrasi-aman-penting-bagi-calon-pekerja-migran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 04:26:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Calon Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Migrasi Aman]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian P2MI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi Aman]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi Prosedural]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/pendidikan-migrasi-aman-penting-bagi-calon-pekerja-migran/</guid>

					<description><![CDATA[<p>KP2MI gelar edukasi migrasi aman di Hong Kong, Malang, Tulungagung, dan Ponorogo selama 2025. Direktur Indra Hardiansyah tekankan literasi keuangan sebelum keberangkatan. Migrant CARE: PMI yang dapat pendidikan pra-migrasi lebih aman di luar negeri.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pendidikan-migrasi-aman-penting-bagi-calon-pekerja-migran/">Pendidikan Migrasi Aman Penting bagi Calon Pekerja Migran</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ponorogo — Pendidikan migrasi aman menjadi salah satu pilar utama dalam upaya melindungi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai ancaman eksploitasi dan perdagangan orang. Kementerian P2MI bersama Bank Indonesia, Kejaksaan Agung, dan perbankan BUMN menggelar edukasi keuangan bagi PMI di Hong Kong, Malang, Tulungagung, dan Ponorogo sepanjang 2025. Kegiatan menyasar 120 PMI di KJRI Hong Kong, 70 calon PMI di Malang, dan 100 keluarga PMI di Ponorogo.</p>
<p>Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi KP2MI, Indra Hardiansyah, menekankan bahwa pendidikan migrasi aman tidak hanya mencakup prosedur, tetapi juga literasi keuangan dan hukum. &#8220;Pemanfaatan remitansi yang tepat dapat mendorong kemandirian ekonomi PMI dan keluarganya. Untuk itu, literasi keuangan harus diberikan sebelum PMI berangkat,&#8221; ujarnya di Hong Kong, Maret 2025. BPS mencatat masalah PMI berkaitan erat dengan skill mismatch dan rekrutmen ilegal.</p>
<p>Kemenko PMK telah merekomendasikan penguatan sosialisasi migrasi aman hingga ke tingkat desa, melibatkan pemerintah, media massa, institusi pendidikan, dan tokoh masyarakat. Migrant CARE menemukan calon PMI yang mendapatkan pendidikan pra-migrasi memiliki tingkat keberhasilan penempatan lebih tinggi dan lebih mampu mengenali agen tidak bertanggung jawab. Investasi dalam pendidikan migrasi aman bukan sekadar program sosial, melainkan intervensi kritis yang melindungi jiwa manusia.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pendidikan-migrasi-aman-penting-bagi-calon-pekerja-migran/">Pendidikan Migrasi Aman Penting bagi Calon Pekerja Migran</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pendidikan-migrasi-aman-penting-bagi-calon-pekerja-migran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/sanfernandosun.com/wp-content/uploads/2024/08/002-Pentathlon.jpg?w=1080&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perusahaan Penempatan PMI</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pemerintah-diminta-perketat-pengawasan-perusahaan-penempatan-pmi/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pemerintah-diminta-perketat-pengawasan-perusahaan-penempatan-pmi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 04:26:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Advokasi PMI]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[hari perempuan sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian P2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[P3MI]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/pemerintah-diminta-perketat-pengawasan-perusahaan-penempatan-pmi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT Putra Timur Mandiri diduga berangkatkan PMI penderita tumor tanpa verifikasi medis. Migrant CARE ungkap modus baru TPPO gunakan P3MI sebagai pintu masuk. DPR Komisi IX desak audit berkala P3MI yang bisa diakses publik.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pemerintah-diminta-perketat-pengawasan-perusahaan-penempatan-pmi/">Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perusahaan Penempatan PMI</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta — Tekanan terhadap pemerintah untuk memperketat pengawasan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) semakin menguat, menyusul serangkaian kasus dugaan pelanggaran prosedur. Kasus terbaru melibatkan PT Putra Timur Mandiri yang diduga memberangkatkan seorang PMI perempuan asal Tangerang, Banten, ke Arab Saudi pada Februari 2025 tanpa melalui verifikasi medis yang semestinya, padahal korban memiliki riwayat penyakit tumor payudara.</p>
<p>Pegiat advokasi PMI menegaskan bahwa &#8220;Kapolri sebagai kepala harian Satgas TPPO sudah saatnya melakukan gebrakan nyata. Jangan biarkan sindikat ini terus mencederai negara dan menciptakan korban-korban baru.&#8221; Migrant CARE mencatat modus TPPO terbaru menggunakan P3MI sebagai pintu masuk, dengan memanipulasi dokumen agar terlihat sah. Dari total 297.434 penempatan PMI pada 2024, sebagian besar melalui skema P to P (79,47 persen) yang minimnya pengawasan.</p>
<p>Kementerian P2MI menyatakan komitmen menindak tegas P3MI yang melanggar aturan, termasuk pencabutan izin operasional. Namun, pengamat dari Institute for Ecosoc Rights, Sri Palupi, menilai komitmen belum disertai mekanisme pengawasan yang sistematis. Anggota DPR Komisi IX, Charles Honoris, mendesak pemerintah menerbitkan regulasi yang mewajibkan audit berkala terhadap seluruh P3MI dengan hasil yang dapat diakses publik.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pemerintah-diminta-perketat-pengawasan-perusahaan-penempatan-pmi/">Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perusahaan Penempatan PMI</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/pemerintah-diminta-perketat-pengawasan-perusahaan-penempatan-pmi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://etimg.etb2bimg.com/photo/127698705.cms" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perdagangan Orang Berkedok Rekrutmen Kerja Luar Negeri Meningkat</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perdagangan-orang-berkedok-rekrutmen-kerja-luar-negeri-meningkat/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perdagangan-orang-berkedok-rekrutmen-kerja-luar-negeri-meningkat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:26:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[hari perempuan sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Tindak Pidana Perdagangan Orang]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<category><![CDATA[TPPO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/perdagangan-orang-berkedok-rekrutmen-kerja-luar-negeri-meningkat/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polda Kepri catat 82 kasus TPPO pada 2025, naik dari 68 kasus tahun sebelumnya. 277 korban teridentifikasi, 113 tersangka diamankan. AKBP Andyka Aer ungkap sindikat gunakan Telegram dan sistem remote control untuk rekrut korban.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perdagangan-orang-berkedok-rekrutmen-kerja-luar-negeri-meningkat/">Perdagangan Orang Berkedok Rekrutmen Kerja Luar Negeri Meningkat</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Batam — Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok rekrutmen kerja ke luar negeri terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Data Satgas TPPO Polda Kepulauan Riau mencatat 82 perkara TPPO/PMI sepanjang 2025, meningkat dari 68 kasus pada 2024. Jumlah korban pun meningkat dari 242 orang pada 2024 menjadi 277 orang pada 2025, dengan 113 tersangka yang berhasil diamankan. Batam terus menjadi jalur favorit sindikat karena posisi geografisnya yang dekat dengan Malaysia dan Singapura.</p>
<p>Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andyka Aer, menyatakan pola perekrutan sindikat semakin canggih memanfaatkan teknologi digital. &#8220;Mereka tidak lagi bergerak secara konvensional. Ada yang memanfaatkan media sosial, grup Telegram, bahkan mengatur pergerakan korban dari jauh dengan sistem remote,&#8221; ungkapnya di Batam, Desember 2025. Komnas HAM menemukan enam jenis pelanggaran HAM dalam kasus TPPO, termasuk hak hidup, kebebasan pribadi, dan hak atas rasa aman.</p>
<p>Bareskrim Polri berhasil membongkar sembilan kasus TPPO di Kalimantan Utara, menyelamatkan 82 calon PMI yang hendak diselundupkan ke Malaysia. Para korban diminta membayar antara Rp 4,5 juta hingga Rp 7,5 juta untuk iming-iming pekerjaan fiktif. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Ratna Susianawati, menegaskan TPPO adalah extraordinary crime yang memerlukan penanganan komprehensif dari hulu ke hilir. Pemerintah telah membentuk Satgas TPPO dengan Kapolri sebagai penanggung jawab harian.</p>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perdagangan-orang-berkedok-rekrutmen-kerja-luar-negeri-meningkat/">Perdagangan Orang Berkedok Rekrutmen Kerja Luar Negeri Meningkat</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/perdagangan-orang-berkedok-rekrutmen-kerja-luar-negeri-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://content.govdelivery.com/attachments/fancy_images/USDHS/2025/01/10924666/mask-computer_original.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Migran Bangun Solidaritas untuk Lindungi PMI di Luar Negeri</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/komunitas-migran-bangun-solidaritas-untuk-lindungi-pmi-di-luar-negeri/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/komunitas-migran-bangun-solidaritas-untuk-lindungi-pmi-di-luar-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 04:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian P2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan PMI]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/komunitas-migran-bangun-solidaritas-untuk-lindungi-pmi-di-luar-negeri/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Komunitas 160.000 PMI Hong Kong bangun jaringan darurat mandiri sebelum lapor ke KBRI. Yuli Riswati: sistem informasi cepat antar PMI jadi garis pertahanan pertama. Akademisi UGM dorong formalisasi peran komunitas dalam sistem perlindungan negara.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/komunitas-migran-bangun-solidaritas-untuk-lindungi-pmi-di-luar-negeri/">Komunitas Migran Bangun Solidaritas untuk Lindungi PMI di Luar Negeri</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>HONG KONG/JAKARTA — Di tengah berbagai tantangan, komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara menunjukkan resiliensi luar biasa dengan membangun jaringan solidaritas mandiri. Di Hong Kong, komunitas PMI yang berjumlah lebih dari 160.000 orang telah mengembangkan jaringan dukungan sosial yang aktif, mulai dari kelompok belajar bersama, pendampingan hukum informal, hingga dana darurat komunitas untuk membantu rekan yang mengalami permasalahan dengan majikan atau proses deportasi.</p>
<p>Ketua Persatuan Pekerja Migran Indonesia Hong Kong, Yuli Riswati, menjelaskan bahwa komunitas PMI kerap menjadi garis pertahanan pertama. &#8220;Ketika seorang PMI mengalami masalah, biasanya teman sesama PMI yang pertama kali tahu dan membantu. Kami sudah membangun sistem informasi cepat di antara sesama PMI,&#8221; ujarnya kepada media, Senin (9/3/2026). Di Malaysia, jaringan solidaritas PMI telah berhasil mengevakuasi beberapa rekan yang mengalami penyekapan sebelum pihak KBRI mendapatkan informasi.</p>
<p>Para akademisi ketenagakerjaan melihat fenomena ini sebagai modal sosial berharga yang belum optimal dimanfaatkan pemerintah. Dr. Wahyu Hendra dari Universitas Gadjah Mada menilai komunitas migran perlu dilibatkan secara formal dalam sistem perlindungan PMI. Kementerian P2MI dalam beberapa kebijakan terbarunya mulai mengakui peran diaspora dan komunitas PMI, namun belum ada mekanisme formal yang menjadikan jaringan solidaritas ini bagian integral dari sistem perlindungan negara.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/komunitas-migran-bangun-solidaritas-untuk-lindungi-pmi-di-luar-negeri/">Komunitas Migran Bangun Solidaritas untuk Lindungi PMI di Luar Negeri</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/komunitas-migran-bangun-solidaritas-untuk-lindungi-pmi-di-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buruh Migran Perempuan Masih Rentan Kekerasan dan Diskriminasi</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/buruh-migran-perempuan-masih-rentan-kekerasan-dan-diskriminasi/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/buruh-migran-perempuan-masih-rentan-kekerasan-dan-diskriminasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh Migran Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[hari perempuan sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap PMI Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/buruh-migran-perempuan-masih-rentan-kekerasan-dan-diskriminasi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Komnas Perempuan catat 314 kasus kekerasan PMI perempuan pada 2023. Lebih dari 70% dari 4,5 juta PMI adalah perempuan. SPHPN 2024 ungkap 1 dari 4 perempuan Indonesia pernah alami kekerasan, cerminkan kerentanan struktural PMI.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/buruh-migran-perempuan-masih-rentan-kekerasan-dan-diskriminasi/">Buruh Migran Perempuan Masih Rentan Kekerasan dan Diskriminasi</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA — Buruh migran perempuan Indonesia masih menghadapi kerentanan berlapis atas kekerasan dan diskriminasi di negara penempatan. Data Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2023 mencatat 314 kasus kekerasan terhadap PMI perempuan dari tujuh organisasi masyarakat sipil, dengan total 391 pengaduan ke Focal Point for Labour (FPL) Komnas Perempuan. Kekerasan mencakup pelecehan seksual, eksploitasi tenaga kerja, kekerasan fisik, bahkan pemaksaan kontrasepsi di penampungan.</p>
<p>Komisioner Komnas Perempuan, Tiasri Wiandani, menegaskan bahwa lebih dari 70 persen dari sekitar 4,5 juta PMI Indonesia adalah perempuan. &#8220;Perempuan PMI bekerja di ruang domestik yang tertutup dari pengawasan publik, sehingga sangat rentan mengalami kekerasan tanpa ada yang mengetahui,&#8221; ujarnya dalam acara Hari Migran Sedunia, Desember 2024. Laporan ILO tahun 2022 mengkonfirmasi masih terjadinya praktik kerja tidak layak, jam kerja melebihi batas, dan rendahnya literasi hukum PMI perempuan.</p>
<p>Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 mengungkap satu dari empat perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan. Komisioner Satyawanti Mashudi mendesak agar UU Ketenagakerjaan baru yang sedang disusun mengintegrasikan perlindungan khusus bagi PMI perempuan, mencakup mekanisme pelaporan yang aman, jaminan sosial, dan akses bantuan hukum. Putusan MK yang mengeluarkan Klaster Ketenagakerjaan dari UU Cipta Kerja membuka peluang bagi regulasi yang lebih responsif gender.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/buruh-migran-perempuan-masih-rentan-kekerasan-dan-diskriminasi/">Buruh Migran Perempuan Masih Rentan Kekerasan dan Diskriminasi</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/buruh-migran-perempuan-masih-rentan-kekerasan-dan-diskriminasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
