<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TNI Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<atom:link href="https://suaramigrannusantara.org/tag/tni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/tni/</link>
	<description>Suara Migran, Suara Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 13:04:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/02/cropped-WhatsApp-Image-2026-02-27-at-10.04.27-1-32x32.png</url>
	<title>TNI Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/tni/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tawaran Kerja ke Rusia Berujung Risiko Jadi Tentara Bayaran, WNI Diminta Waspadai Rekrutmen Ilegal</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/tawaran-kerja-ke-rusia-berujung-risiko-jadi-tentara-bayaran-wni-diminta-waspadai-rekrutmen-ilegal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 22:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BIN]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenlu RI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Tentara]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=8634</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Tawaran pekerjaan bergaji tinggi di Rusia menjadi perhatian serius setelah muncul sejumlah laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI)...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/tawaran-kerja-ke-rusia-berujung-risiko-jadi-tentara-bayaran-wni-diminta-waspadai-rekrutmen-ilegal/">Tawaran Kerja ke Rusia Berujung Risiko Jadi Tentara Bayaran, WNI Diminta Waspadai Rekrutmen Ilegal</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA</strong> – Tawaran pekerjaan bergaji tinggi di Rusia menjadi perhatian serius setelah muncul sejumlah laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia. Kasus ini menyoroti risiko penempatan kerja melalui jalur tidak resmi, terutama ketika pekerjaan yang ditawarkan sebagai tenaga sipil diduga berujung pada keterlibatan dalam konflik bersenjata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompas.com pada Juli 2025 melaporkan kasus Satria Arta Kumbara, mantan anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang bergabung dengan militer Rusia dan kemudian menyampaikan keinginan untuk kembali ke Indonesia. Kasus tersebut menjadi salah satu contoh konsekuensi serius dari keputusan bergabung dengan militer asing, mulai dari persoalan hukum hingga kemungkinan kehilangan status kewarganegaraan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perhatian kembali muncul pada akhir Agustus 2026, ketika otoritas Ukraina mengungkap dugaan perekrutan delapan WNI ke dalam militer Rusia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, dan bentuk keterlibatan mereka masih harus diverifikasi. Karena itu, dugaan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai fakta hukum yang telah dipastikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 1 September 2026, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan informasi awal bahwa delapan WNI tersebut diduga direkrut melalui tawaran pekerjaan sipil, seperti tenaga keamanan atau administrasi, dengan iming-iming gaji besar. Informasi tersebut disebut berasal dari otoritas intelijen Indonesia. Sementara itu, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengklaim para WNI dijanjikan bayaran tinggi, tugas non-tempur, tunjangan sosial, serta kemungkinan percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia. Klaim mengenai proses perekrutan itu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Rusia juga membantah bahwa kedutaan besarnya di Indonesia melakukan perekrutan untuk angkatan bersenjata Rusia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan bahwa perwakilan Rusia tidak merekrut warga Indonesia untuk dinas militer. Perbedaan pernyataan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan independen dan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan bagaimana perekrutan berlangsung serta siapa yang bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tawaran gaji tinggi dan ketidakjelasan pekerjaan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola perekrutan yang menjadi perhatian bukan semata-mata keberangkatan WNI ke Rusia, melainkan ketidakjelasan mengenai pekerjaan yang sebenarnya akan dijalankan. Tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi dapat menarik masyarakat yang membutuhkan penghasilan, terlebih ketika perekrut menjanjikan fasilitas, tunjangan, dan masa depan ekonomi yang lebih baik. Namun, risiko meningkat apabila identitas pemberi kerja, uraian tugas, lokasi penempatan, serta isi kontrak tidak dapat diverifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila pekerjaan yang dijelaskan sebagai tugas sipil ternyata mengharuskan seseorang masuk ke dalam struktur militer, konsekuensinya dapat sangat berbeda dari yang dibayangkan ketika kontrak ditandatangani. Ketika sudah berada di luar negeri, ketergantungan kepada perekrut, kendala bahasa, keterbatasan akses terhadap bantuan hukum, serta situasi perang dapat membuat upaya meninggalkan pekerjaan semakin sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam laporan ANTARA pada 20 Oktober 2026, Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan memperketat pengawasan sejak tahap awal perekrutan untuk mencegah WNI menjadi tentara bayaran. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyoroti dugaan bahwa sebagian orang diberangkatkan dengan tawaran pekerjaan nonmiliter, tetapi kemudian menghadapi kesulitan untuk pulang. Imigrasi menilai pencegahan harus dilakukan sejak proses perekrutan, bukan hanya setelah calon pekerja mengalami masalah di luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Risiko hukum dan status kewarganegaraan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan lain yang harus dipahami masyarakat adalah konsekuensi hukum dari keterlibatan dalam dinas militer asing. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengatur sejumlah keadaan yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan kewarganegaraan Indonesia. Pasal 23, antara lain, memuat ketentuan mengenai masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden secara sukarela.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penerapan ketentuan tersebut tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kabar atau dugaan. Status kewarganegaraan setiap orang harus ditentukan berdasarkan fakta, pemenuhan unsur hukum, dan prosedur yang berlaku. Bekerja di Rusia tidak dengan sendirinya menyebabkan seseorang kehilangan kewarganegaraan Indonesia. Persoalan hukumnya bergantung pada jenis pekerjaan, status keterlibatan, tindakan yang dilakukan, serta ketentuan yang relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus Satria Arta Kumbara yang diberitakan Kompas.com pada Juli 2025 menunjukkan bahwa keputusan bergabung dengan militer asing dapat membawa konsekuensi serius. Satria sebelumnya telah diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas TNI AL setelah perkara desersi diputus melalui peradilan militer. Namun, kasus tersebut perlu dibedakan dari dugaan perekrutan WNI lainnya karena latar belakang dan status hukum masing-masing individu tidak selalu sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar persoalan kewarganegaraan, keterlibatan dalam konflik bersenjata juga membawa risiko luka, kematian, tekanan psikologis, dan kemungkinan menghadapi proses hukum berdasarkan keadaan serta tindakan yang dilakukan. Istilah <em>tentara bayaran</em> pun tidak dapat dilekatkan secara otomatis kepada setiap warga negara asing yang menjadi anggota militer suatu negara. Klasifikasi tersebut memiliki pengertian khusus dalam hukum humaniter internasional dan harus dinilai berdasarkan unsur hukum serta fakta setiap kasus.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Perekrutan ilegal dan potensi tindak pidana perdagangan orang</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dugaan perekrutan WNI untuk kepentingan militer asing membuka persoalan lebih luas mengenai perdagangan orang dan penempatan tenaga kerja tidak prosedural. Apabila seseorang direkrut melalui penipuan, diperdaya mengenai jenis pekerjaan, atau dieksploitasi untuk tujuan yang tidak sesuai dengan persetujuannya, aparat perlu menyelidiki kemungkinan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) maupun pelanggaran hukum lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, tidak semua pelanggaran prosedur penempatan otomatis memenuhi unsur TPPO. Penentuan tindak pidana harus didasarkan pada pemeriksaan terhadap cara perekrutan, bentuk penipuan atau paksaan, tujuan eksploitasi, bukti yang tersedia, serta unsur-unsur yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mencegah risiko tersebut, calon pekerja perlu memeriksa identitas perekrut, legalitas perusahaan, uraian pekerjaan, lokasi penempatan, pihak yang menandatangani kontrak, dan ketentuan pemutusan hubungan kerja. Tawaran dengan gaji jauh di atas kewajaran, janji keberangkatan cepat, penjelasan pekerjaan yang berubah-ubah, serta permintaan menyerahkan dokumen atau uang tanpa prosedur yang jelas harus menjadi tanda peringatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Calon pekerja juga perlu memastikan bahwa kontrak tertulis sesuai dengan penjelasan perekrut. Apabila terdapat unsur militer, penggunaan senjata, penugasan di wilayah konflik, atau hubungan kerja dengan institusi pertahanan, informasi tersebut harus dipahami secara jelas sebelum keputusan diambil. Janji lisan bahwa pekerjaan hanya bersifat administratif tidak cukup apabila dokumen dan pihak pemberi kerja tidak dapat diverifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah perlu memperkuat pengawasan iklan lowongan kerja di media sosial, pemeriksaan terhadap perantara perekrutan, edukasi masyarakat di daerah asal pekerja, dan koordinasi lintas negara. Penindakan juga harus menyasar pihak yang terbukti menipu atau mengeksploitasi calon pekerja, bukan berhenti pada penanganan warga yang telanjur berada di luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam upaya pencegahan, Imigrasi menyebut penguatan Desa Binaan Imigrasi, patroli siber terhadap iklan perekrutan ilegal, serta penegakan hukum lintas negara dengan melibatkan Interpol. Langkah tersebut memperlihatkan pentingnya pengawasan dari hulu, terutama ketika perekrut diduga beroperasi lintas negara dan memanfaatkan perantara di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Perlindungan WNI harus berjalan bersamaan dengan penegakan hukum</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemlu RI menyatakan masih memverifikasi dugaan keterlibatan sejumlah WNI dalam militer Rusia serta mendalami kemungkinan adanya penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya. Jika ditemukan WNI yang menjadi korban, pemerintah dapat melakukan langkah perlindungan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penanganan kasus semacam ini membutuhkan dua pendekatan yang berjalan bersamaan. Pertama, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan penipuan, perdagangan orang, atau perekrutan ilegal. Kedua, perlindungan konsuler bagi WNI yang menghadapi ancaman keselamatan, eksploitasi, atau kesulitan untuk kembali ke Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat yang menerima tawaran kerja mencurigakan perlu menyimpan iklan lowongan, percakapan dengan perekrut, salinan kontrak, bukti pembayaran, serta identitas pihak yang terlibat. Bukti tersebut dapat membantu aparat menelusuri pola perekrutan dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Apabila seseorang sudah berada di Rusia dan menghadapi ancaman atau paksaan, ia atau keluarganya dapat menghubungi Perwakilan RI melalui saluran resmi untuk meminta arahan dan bantuan konsuler.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus yang muncul sejak 2025 hingga dugaan perekrutan pada 2026 menjadi pengingat bahwa kesempatan kerja di luar negeri harus dinilai berdasarkan kepastian pekerjaan, legalitas proses, dan keselamatan pekerja, bukan hanya besarnya penghasilan yang dijanjikan. Keinginan memperbaiki kondisi ekonomi merupakan hal yang wajar, tetapi keputusan bekerja di negara lain harus didasarkan pada informasi yang dapat diverifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, persoalan WNI yang diduga direkrut menjadi tentara bayaran di Rusia bukan hanya menyangkut pilihan individu, melainkan juga kemampuan sistem perlindungan tenaga kerja dan penegakan hukum untuk mencegah perekrutan yang menyesatkan. Ketika tawaran pekerjaan tidak transparan dan risiko konflik bersenjata tidak dijelaskan secara terbuka, yang dipertaruhkan bukan sekadar kontrak kerja, melainkan keselamatan jiwa, masa depan keluarga, dan kepastian status hukum warga negara.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/tawaran-kerja-ke-rusia-berujung-risiko-jadi-tentara-bayaran-wni-diminta-waspadai-rekrutmen-ilegal/">Tawaran Kerja ke Rusia Berujung Risiko Jadi Tentara Bayaran, WNI Diminta Waspadai Rekrutmen Ilegal</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset.kompas.com/crops/7LbYTGvtbLUztcBj-Inyrii_nkk=/0x0:1999x1333/1200x800/data/photo/2025/07/31/688b43f0ce264.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Victor Agadjanian: Membaca Migrasi dari Sudut yang Tak Terlihat</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/06/victor-agadjanian-membaca-migrasi-dari-sudut-yang-tak-terlihat/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/06/victor-agadjanian-membaca-migrasi-dari-sudut-yang-tak-terlihat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 14:27:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=3284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara para ilmuwan sosial yang meneliti migrasi internasional, nama Victor Agadjanian menempati posisi yang unik. Berbeda dengan banyak peneliti...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/06/victor-agadjanian-membaca-migrasi-dari-sudut-yang-tak-terlihat/">Victor Agadjanian: Membaca Migrasi dari Sudut yang Tak Terlihat</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di antara para ilmuwan sosial yang meneliti migrasi internasional, nama Victor Agadjanian menempati posisi yang unik. Berbeda dengan banyak peneliti migrasi yang hanya berfokus pada arus perpindahan manusia dan dampak ekonomi makro, Agadjanian justru menaruh perhatian pada kehidupan yang tertinggal di belakang migrasi: keluarga, perempuan, komunitas desa, kesehatan reproduksi, hingga risiko HIV/AIDS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai profesor sosiologi di Arizona State University, Agadjanian telah menghabiskan sebagian besar karier akademiknya untuk meneliti hubungan antara migrasi tenaga kerja internasional, perubahan sosial, dan kesehatan masyarakat, terutama di kawasan bekas Uni Soviet, Asia Tengah, Kaukasus, dan Afrika Sub-Sahara. Penelitiannya memperlihatkan bahwa migrasi bukan sekadar perpindahan tenaga kerja, melainkan proses sosial yang mengubah struktur keluarga, relasi gender, hingga masa depan komunitas asal para migran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu karya pentingnya adalah <em>&#8220;Embedding or Uprooting? The Effects of International Labour Migration on Rural Households in Armenia&#8221;</em> yang terbit dalam jurnal <em>International Migration</em> tahun 2014. Bersama Arusyak Sevoyan, Agadjanian meneliti apakah migrasi tenaga kerja laki-laki dari desa-desa Armenia ke Rusia memperkuat atau justru melemahkan keterikatan keluarga terhadap komunitas asalnya. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang cukup paradoksal: migrasi tidak selalu memperkuat pembangunan desa. Keluarga migran cenderung memiliki keterikatan ekonomi yang lebih lemah terhadap komunitas lokal, sementara istri para migran menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk ikut bermigrasi ke luar negeri, terutama ketika masa migrasi suami berlangsung lebih lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam karya lainnya, <em>&#8220;Economic Incorporation, Civil Inclusion, and Social Ties: Plans to Return Home among Central Asian Migrant Women in Moscow, Russia&#8221;</em> yang dimuat dalam <em>International Migration Review</em> tahun 2014, Agadjanian mengkaji perempuan migran dari Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan yang bekerja di Moskow. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa keputusan untuk kembali ke negara asal tidak hanya ditentukan oleh pendapatan, tetapi juga oleh status hukum, pengalaman diskriminasi etnis, serta jaringan sosial yang mereka bangun di negara tujuan. Dengan kata lain, migrasi bukan semata persoalan ekonomi, melainkan juga soal penerimaan sosial dan identitas kewargaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perhatian Agadjanian terhadap aspek kesehatan migrasi terlihat jelas dalam penelitiannya mengenai hubungan migrasi tenaga kerja dan penyakit menular seksual di Armenia. Ia menemukan bahwa migrasi laki-laki menciptakan dinamika baru dalam relasi suami-istri, komunikasi keluarga, serta risiko penularan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS. Temuan ini memperluas perspektif bahwa migrasi bukan hanya menghasilkan remitansi ekonomi, tetapi juga membawa konsekuensi kesehatan yang sering luput dari perhatian pembuat kebijakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketertarikannya terhadap isu kesehatan dan migrasi juga tercermin dalam penelitian mengenai migrasi paksa dan HIV/AIDS di Angola serta berbagai kajian mengenai migrasi di Afrika Sub-Sahara. Dalam banyak tulisannya, Agadjanian menunjukkan bagaimana konflik, kemiskinan, perpindahan penduduk, dan ketimpangan gender saling berkelindan membentuk kerentanan sosial yang kompleks. Ia menjadi salah satu akademisi yang mendorong agar studi migrasi tidak dipisahkan dari kajian kesehatan masyarakat dan pembangunan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 2008, melalui penelitian <em>&#8220;Wanting to Leave? Intentions to Migrate Abroad among Youth in Kyrgyzstan&#8221;</em>, Agadjanian juga mengkaji aspirasi migrasi generasi muda Asia Tengah. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa keinginan untuk bermigrasi sering kali tidak hanya lahir dari kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari persepsi mengenai peluang hidup yang lebih baik di luar negeri. Migrasi, dalam pandangannya, adalah cerminan harapan sekaligus kritik diam-diam terhadap kondisi sosial-ekonomi negara asal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, kontribusi Victor Agadjanian telah membantu menggeser cara dunia akademik memahami migrasi. Ia menunjukkan bahwa migrasi tenaga kerja internasional tidak dapat dinilai hanya dari jumlah remitansi yang dikirim atau angka pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah bagaimana migrasi mengubah kehidupan keluarga yang ditinggalkan, posisi perempuan dalam masyarakat, kesehatan reproduksi, serta keberlanjutan komunitas asal para migran. Melalui karya-karyanya, Agadjanian mengingatkan bahwa di balik statistik migrasi terdapat manusia, keluarga, dan desa-desa yang ikut berubah ketika seseorang memutuskan untuk pergi mencari kehidupan yang lebih baik di negeri lain.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/06/victor-agadjanian-membaca-migrasi-dari-sudut-yang-tak-terlihat/">Victor Agadjanian: Membaca Migrasi dari Sudut yang Tak Terlihat</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/06/victor-agadjanian-membaca-migrasi-dari-sudut-yang-tak-terlihat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/06/ProfAgadjanian_Newsroom_mid.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinergi Pemerintah dan LPK, Pemberangkatan Magang ke Jepang Jadi Jalan Meningkatkan Kualitas SDM Cianjur</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/sinergi-pemerintah-dan-lpk-pemberangkatan-magang-ke-jepang-jadi-jalan-meningkatkan-kualitas-sdm-cianjur/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/sinergi-pemerintah-dan-lpk-pemberangkatan-magang-ke-jepang-jadi-jalan-meningkatkan-kualitas-sdm-cianjur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 16:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenlu RI]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[LPK]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=2237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cianjur – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) So Brother Training Center (BTC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja unggul melalui...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/sinergi-pemerintah-dan-lpk-pemberangkatan-magang-ke-jepang-jadi-jalan-meningkatkan-kualitas-sdm-cianjur/">Sinergi Pemerintah dan LPK, Pemberangkatan Magang ke Jepang Jadi Jalan Meningkatkan Kualitas SDM Cianjur</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cianjur</strong> – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) So Brother Training Center (BTC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja unggul melalui kegiatan simulasi pemberangkatan peserta program magang ke Jepang. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, sekaligus menjadi momentum edukatif tentang pentingnya kesiapan tenaga kerja menghadapi persaingan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelatihan, Ririn. Turut hadir pula anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), perwakilan Kantor Pos Cianjur, koperasi, unsur TNI-Polri seperti Polsek dan Danramil, pemerintah Desa Mekarsari, serta tokoh masyarakat setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">CEO LPK So Brother Training Center, Ricky Kamil, dalam sambutannya menegaskan bahwa program magang ke Jepang bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, melainkan proses pembentukan karakter dan kompetensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang disiplin, profesional, dan siap bersaing di tingkat internasional. Ini bukan hanya tentang bekerja di luar negeri, tetapi tentang membangun mental dan kualitas diri,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada disampaikan oleh Ketua Gakkou LPK So Brother Training Center, Pedi Perdiansyah. Ia menjelaskan bahwa para peserta telah melewati tahapan seleksi dan pelatihan yang ketat, mulai dari penguasaan bahasa Jepang hingga keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Peserta yang diberangkatkan adalah mereka yang telah siap secara mental, bahasa, dan keterampilan. Ini penting agar mereka mampu beradaptasi dan bekerja secara profesional di Jepang,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap peran aktif LPK dalam membuka akses kerja ke luar negeri. Ia menekankan bahwa program seperti ini menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jaga nama baik Indonesia dan Kabupaten Cianjur, serta junjung tinggi disiplin dan tanggung jawab selama bekerja di Jepang,” pesannya kepada para peserta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ditutup dengan prosesi pelepasan simbolis, doa bersama, serta pemberian motivasi kepada peserta magang. Suasana haru dan bangga menyelimuti momen tersebut, menandai awal perjalanan para peserta menuju pengalaman kerja internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program magang ke Jepang ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan, budaya kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. LPK So Brother Training Center pun diharapkan terus berperan sebagai jembatan strategis dalam membuka peluang kerja global bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Cianjur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/04/sinergi-pemerintah-dan-lpk-pemberangkatan-magang-ke-jepang-jadi-jalan-meningkatkan-kualitas-sdm-cianjur/">Sinergi Pemerintah dan LPK, Pemberangkatan Magang ke Jepang Jadi Jalan Meningkatkan Kualitas SDM Cianjur</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/04/sinergi-pemerintah-dan-lpk-pemberangkatan-magang-ke-jepang-jadi-jalan-meningkatkan-kualitas-sdm-cianjur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260417-WA0030-scaled.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 04:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[Federasi Buminu Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[KemenhanRI]]></category>
		<category><![CDATA[KemenluRI]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[Sarbumusi]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[UNIFIL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=1469</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/">Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jakarta — Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Ia juga melontarkan kritik keras terhadap sistem perlindungan prajurit dalam misi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini duka bagi bangsa. Tapi lebih dari itu, ini alarm keras bahwa keselamatan prajurit kita tidak boleh dipertaruhkan tanpa perlindungan maksimal. Negara dan PBB tidak boleh lalai,” tegas Ali Nurdin dalam pernyataan resminya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kronologi Insiden di Lebanon Selatan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Pertahanan RI mengonfirmasi bahwa insiden terjadi pada Senin, 30 Maret 2026, di wilayah Lebanon Selatan, dalam area operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).Peristiwa tersebut melibatkan prajurit dari Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI, tepatnya dari Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S.Berdasarkan keterangan resmi Mabes TNI:</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Rico Pramudia mengalami luka berat</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Bayu Prakoso mengalami luka ringan</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para prajurit yang terluka telah mendapatkan penanganan medis:</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Dua korban luka ringan dirawat di Hospital Level I UNIFIL</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Satu korban luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George, Beirut</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, jenazah almarhum Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) sebelum dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Insiden ini menambah jumlah korban prajurit TNI dalam misi tersebut menjadi tiga orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ali Nurdin: Jangan Anggap Ini Risiko Biasa</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ali Nurdin menegaskan bahwa gugurnya prajurit dalam misi perdamaian tidak boleh dianggap sebagai konsekuensi rutin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jangan dibiasakan menyebut ini sebagai ‘risiko tugas’. Ini nyawa manusia, ini anak bangsa. Harus ada evaluasi total, baik dari sisi kesiapan tempur, perlindungan, hingga dukungan intelijen di lapangan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyoroti bahwa Indonesia merupakan salah satu kontributor besar pasukan perdamaian dunia, sehingga sudah seharusnya mendapatkan jaminan keamanan yang setara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau prajurit kita dikirim ke wilayah konflik aktif, maka standar pengamanannya harus kelas dunia. Jangan sampai kita hanya jadi pelengkap statistik misi global,” kritiknya tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Desakan Evaluasi dan Tanggung Jawab</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ali Nurdin mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan dan TNI, untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga meminta pemerintah mengambil langkah diplomatik kepada PBB untuk memastikan peningkatan sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Harus ada keberanian negara untuk menuntut standar keamanan yang lebih tinggi dari PBB. Jangan hanya patuh pada mandat, tapi abai pada keselamatan prajurit sendiri,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pesan untuk Prajurit TNI di Garis Depan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah duka, Ali Nurdin menyampaikan penghormatan dan semangat kepada seluruh prajurit TNI yang masih bertugas di berbagai wilayah konflik dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalian adalah wajah kehormatan Indonesia di mata dunia. Tetap kuat, tetap waspada, dan jangan pernah ragu bahwa rakyat Indonesia berdiri bersama kalian,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengingatkan negara untuk memastikan tidak ada prajurit yang merasa ditinggalkan, baik dalam kondisi bertugas maupun ketika menjadi korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan lebih lanjut terkait kronologi detail insiden dan identitas korban lainnya masih menunggu laporan resmi lanjutan dari Mabes TNI dan otoritas PBB.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/">Ali Nurdin Prihatin Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: “Kami Berduka, Tapi Negara dan PBB Jangan Lalai!”</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/03/ali-nurdin-prihatin-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon-kami-berduka-tapi-negara-dan-pbb-jangan-lalai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/03/images.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
