KETUM DPN AMBI, KETUM F-BUMINU SARBUMUSI dan Ketua Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila Gelar Silaturahmi dan Jumpa Kangen
Jakarta — Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai agenda silaturahmi dan jumpa kangen antara Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Angkatan Muda Bima Indonesia (DPN AMBI), Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara (F-BUMINU) Sarbumusi, serta Ketua Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila, Kamis (8/5/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Selain menjadi ajang melepas rindu dan mempererat hubungan personal antar tokoh organisasi, kegiatan itu juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan kebangsaan, ketenagakerjaan, kepemudaan, serta tantangan sosial yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia.
Ketua Umum F-BUMINU Sarbumusi, Ali Nurdin, dikenal aktif menyuarakan isu perlindungan pekerja migran Indonesia serta penguatan gerakan buruh berbasis keadilan sosial. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya solidaritas lintas organisasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja migran dan kaum buruh Indonesia.
Sementara itu, DPN AMBI sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki basis solidaritas sosial dan kebangsaan dinilai terus mendorong penguatan peran pemuda dalam pembangunan nasional, khususnya dalam membangun jejaring sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan nilai persatuan.
Adapun Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila selama ini dikenal aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen buruh dan pekerja dalam rangka memperkuat perlindungan tenaga kerja serta menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika ekonomi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga tokoh organisasi sepakat bahwa tantangan bangsa ke depan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas organisasi kepemudaan, buruh, dan elemen masyarakat sipil agar perjuangan sosial tetap berjalan dalam semangat persatuan nasional.
Momen silaturahmi itu juga diwarnai diskusi ringan mengenai pentingnya menjaga komunikasi antarorganisasi agar tidak terjebak dalam sekat-sekat kepentingan sempit. Semangat kolaborasi, gotong royong, dan persaudaraan menjadi pesan utama dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut.
Pertemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa di tengah dinamika sosial-politik nasional, ruang dialog dan silaturahmi tetap menjadi fondasi penting untuk membangun gerakan sosial yang sehat, inklusif, dan berpihak pada kepentingan rakyat serta kaum pekerja Indonesia.