Suara Migran Nusantara Logo
TOKOH

Yusri Addin Yusuf (Yusri Albima): Konsistensi Mengawal Martabat Pekerja Migran Indonesia

 ·  Admin2
Yusri Addin Yusuf (Yusri Albima): Konsistensi Mengawal Martabat Pekerja Migran Indonesia

Di tengah panjangnya persoalan yang dihadapi pekerja migran Indonesia, mulai dari perdagangan manusia, eksploitasi tenaga kerja, hingga lemahnya perlindungan hukum, muncul sejumlah aktivis yang secara konsisten mengabdikan diri untuk memperjuangkan nasib mereka. Salah satu di antaranya adalah Yusri Addin Yusuf, yang lebih dikenal publik dengan nama Yusri Albima.

Yusri Albima dikenal sebagai aktivis senior yang selama bertahun-tahun terlibat dalam advokasi dan gerakan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI). Ia tidak hanya aktif dalam kegiatan advokasi, tetapi juga sering hadir dalam ruang publik sebagai narasumber yang memberikan pandangan kritis mengenai sistem penempatan dan perlindungan PMI di berbagai negara tujuan kerja.

Aktivisme dan Perjuangan untuk Pekerja Migran
Dalam perjalanan aktivismenya, Yusri Albima terlibat aktif dalam berbagai gerakan masyarakat sipil yang fokus pada isu ketenagakerjaan migran. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten mendorong perbaikan tata kelola migrasi tenaga kerja Indonesia agar lebih manusiawi dan berbasis pada perlindungan hak asasi manusia.
Yusri berafiliasi dengan Federasi Buminu Sarbumusi (F-Buminu Sarbumusi), sebuah organisasi yang bergerak dalam pengorganisasian serta advokasi pekerja migran Indonesia. Melalui organisasi ini, ia turut berperan dalam berbagai upaya edukasi publik, advokasi kasus, serta penguatan jaringan perlindungan pekerja migran di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai aktivis yang telah lama berkecimpung di bidang ini, Yusri Albima juga sering terlibat dalam diskusi kebijakan, forum konsultasi publik, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan reformasi sistem perlindungan pekerja migran Indonesia.

Narasumber Media dan Advokat Isu Migrasi
Salah satu karakter kuat dari Yusri Albima adalah perannya sebagai penghubung antara realitas lapangan dengan ruang kebijakan publik. Ia kerap tampil di berbagai media sebagai narasumber yang menjelaskan persoalan-persoalan yang dihadapi pekerja migran Indonesia, mulai dari kasus kekerasan, kriminalisasi pekerja migran, hingga lemahnya perlindungan hukum di negara tujuan kerja.


Melalui berbagai wawancara dan forum publik, Yusri sering menekankan pentingnya pendekatan perlindungan yang komprehensif, yang tidak hanya dimulai saat pekerja migran berada di luar negeri, tetapi sejak proses rekrutmen di dalam negeri.
Menurutnya, perlindungan pekerja migran harus dimulai dari sistem yang transparan, pengawasan ketat terhadap perusahaan penempatan, serta penguatan peran negara dalam menjamin keselamatan dan hak-hak pekerja.

Penghargaan atas Dedikasi
Atas kontribusi dan konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja migran Indonesia, Yusri Albima memperoleh penghargaan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap peran dan dedikasinya dalam mendukung upaya perlindungan pekerja migran, baik melalui advokasi, edukasi publik, maupun kontribusi dalam mendorong perbaikan kebijakan terkait migrasi tenaga kerja Indonesia.
Pengakuan ini sekaligus menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil dalam mengawal kebijakan negara agar benar-benar berpihak kepada pekerja migran sebagai salah satu kelompok pekerja paling rentan.

Konsistensi dalam Gerakan Sosial
Dalam perjalanan panjang advokasinya, Yusri Albima dikenal sebagai sosok yang konsisten dan tidak mudah lelah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja migran. Ia memandang pekerja migran bukan sekadar penyumbang devisa negara, tetapi sebagai warga negara yang memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.

Bagi Yusri, perjuangan melindungi pekerja migran adalah bagian dari perjuangan yang lebih luas untuk menegakkan keadilan sosial dan memastikan bahwa negara hadir bagi warganya di mana pun mereka bekerja.
Karena itu, kiprah Yusri Albima tidak hanya mencerminkan aktivitas seorang aktivis, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah gerakan masyarakat sipil Indonesia yang terus berupaya memperkuat sistem perlindungan bagi jutaan pekerja migran Indonesia di berbagai belahan dunia.

berita BP2MI Buminu Buminu Sarbumusi Buruh migran CPMI Devisa Pekerja Migran F-Buminu Sarbumusi Federasi Buminu Sarbumusi Hak Pekerja Migran Kementerian P2MI migran pekerja migran PMI tengah TKI
Berita Terkait
Efendi Baharudin: Saksi Sejarah Panjang Buruh Migran dan Kritik atas Negara yang Abai
TOKOH
Efendi Baharudin: Saksi Sejarah Panjang Buruh Migran dan Kritik atas Negara yang Abai
23 Mar 2026
Prof. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.: Pakar Hukum Tata Negara yang Mendorong Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
TOKOH
Prof. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.: Pakar Hukum Tata Negara yang Mendorong Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
15 Mar 2026
Dolores Huerta: Perempuan di Balik Perjuangan Besar Buruh Migran Amerika
TOKOH
Dolores Huerta: Perempuan di Balik Perjuangan Besar Buruh Migran Amerika
12 Mar 2026