Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Lulusan SMK dan Sarjana Muda Jadi Ujung Tombak Program PMI 2026, Pemerintah Gratiskan Pelatihan Pra-Keberangkatan

  alinurdin · 
Lulusan SMK dan Sarjana Muda Jadi Ujung Tombak Program PMI 2026, Pemerintah Gratiskan Pelatihan Pra-Keberangkatan
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang
Lulusan SMK dan Sarjana Muda Jadi Ujung Tombak Program PMI 2026, Pemerintah Gratiskan Pelatihan Pra-Keberangkatan

BANDUNG — Pemerintah Indonesia menjadikan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sarjana muda strata satu (S1) sebagai kelompok prioritas dalam program penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2026. Keputusan ini dibarengi dengan penyediaan pelatihan bahasa dan keterampilan teknis secara gratis di seluruh Balai Besar Pelatihan Vokasi (BBPVP) dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Indonesia.

Kepala BBPVP Bandung, Dr. Rini Sulistiani, menjelaskan bahwa pusat pelatihan di Bandung saat ini mampu menampung hingga 2.000 peserta per angkatan. “Kami sudah menyiapkan program khusus untuk calon PMI yang ingin ke Jepang, Jerman, dan Taiwan. Kurikulum kami sesuaikan langsung dengan kebutuhan employer di sana,” ujarnya.

“Lulusan SMK Indonesia itu kompeten. Mereka hanya butuh bahasa dan kepercayaan diri. Kami latih mereka bahasa Jepang tiga bulan, lalu kirim tes ke JLPT. Tingkat kelulusannya mencapai 78%. Itu angka yang membanggakan.”

— Dr. Rini Sulistiani, Kepala BBPVP Bandung

Program pelatihan pra-keberangkatan berlangsung 3 hingga 6 bulan, mencakup kursus bahasa negara tujuan, pelatihan keterampilan teknis sektoral, dan orientasi budaya kerja. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan lembaga sertifikasi internasional yang diterima di negara tujuan.

Kementerian Ketenagakerjaan juga memastikan bahwa pelatihan di BLK daerah dievaluasi secara berkala menggunakan standar yang selaras dengan kebutuhan riil pasar kerja global. Modul pelatihan diperbarui setiap semester berdasarkan masukan dari atase ketenagakerjaan KBRI di negara-negara tujuan.

Didi Prasetyo (22), lulusan SMK Teknik Pendingin dari Purwokerto, sudah menyelesaikan pelatihan bahasa Jepang di BLK Purwokerto dan kini menunggu jadwal keberangkatan. “Saya tidak menyangka ada program gratis seperti ini. Kalau tidak, saya tidak akan punya biaya ikut kursus bahasa sendiri,” akunya.

BBPVP BNSP Jepang migran pekerja migran Pekerja Migran Indonesia Pelatihan Vokasi PMI SMK
Berita Terkait
Apa Syarat Sertifikasi untuk Bekerja ke Luar Negeri? Calon PMI Perlu Memenuhi Standar Kompetensi
BERITA
Apa Syarat Sertifikasi untuk Bekerja ke Luar Negeri? Calon PMI Perlu Memenuhi Standar Kompetensi
11 Oct 2026
KP2MI Perluas Pasar Kerja PMI ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah, Bidik Sektor Formal dan Tenaga Terampil
BERITA
KP2MI Perluas Pasar Kerja PMI ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah, Bidik Sektor Formal dan Tenaga Terampil
11 Oct 2026
Ganjar Hidayat Desak Moratorium PMI ke Timur Tengah Dicabut: Buka Bertahap, Mulai dari Pekerja Laki-Laki
BERITA
Ganjar Hidayat Desak Moratorium PMI ke Timur Tengah Dicabut: Buka Bertahap, Mulai dari Pekerja Laki-Laki
11 Oct 2026