Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Menteri P2MI Mukhtarudin Tegaskan Transformasi PMI Menuju Tenaga Profesional Berdaya Saing Global

  Admin2 · 
Sumber: https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/08/14/1000687911.jpg.webp
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan kesiapan pemerintah untuk meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari dominasi pekerjaan berkeahlian rendah menuju tenaga profesional yang kompetitif di pasar kerja global. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Mukhtarudin menyatakan bahwa arah kebijakan yang disampaikan Presiden Prabowo sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk dalam sektor pekerja migran yang selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara.

“Kita ingin bergerak dari tenaga kerja yang masih banyak berada pada pekerjaan berkeahlian rendah menuju tenaga profesional yang kompeten dan mampu berkomunikasi secara global,” ujar Mukhtarudin.

Menurutnya, pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa penguasaan bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, hingga Rusia harus mulai diperkenalkan sejak pendidikan dasar agar generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi dan bersaing di tingkat internasional.

Mukhtarudin menilai bahwa salah satu kendala utama yang masih dihadapi PMI adalah keterbatasan kemampuan bahasa asing. Karena itu, kebijakan penguatan kompetensi bahasa sejak dini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.

“Persaingan ke depan bukan hanya antarnegara, tetapi juga antarsumber daya manusia. Kita harus menyiapkan anak-anak Indonesia sejak awal dengan kemampuan yang dibutuhkan dunia,” katanya.

Selain kemampuan bahasa, pemerintah juga akan terus mendorong peningkatan keterampilan teknis, sertifikasi profesi, penguasaan teknologi, serta pemahaman budaya dan regulasi negara tujuan penempatan. Langkah tersebut dinilai penting agar PMI tidak hanya mengisi sektor pekerjaan informal, tetapi juga mampu memasuki sektor-sektor profesional yang membutuhkan keahlian khusus.

Mukhtarudin menyoroti tingginya kebutuhan tenaga kerja global di berbagai sektor, seperti pariwisata, kesehatan, keperawatan, dan layanan perawatan (caregiver). Menurutnya, kondisi tersebut merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia melalui penyiapan sumber daya manusia berbasis kompetensi.

“Pertanyaan berikutnya adalah tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan. Tugas kita memastikan pekerja Indonesia memenuhi standar tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mukhtarudin menegaskan bahwa transformasi PMI tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah penempatan tenaga kerja ke luar negeri, tetapi juga mengubah paradigma pekerja migran menjadi talenta global yang memiliki nilai tambah, posisi tawar yang kuat, dan kontribusi strategis bagi pembangunan nasional.

Ia menambahkan bahwa karakter pekerja Indonesia yang dikenal ramah, ulet, dan sopan merupakan modal sosial yang sangat berharga. Namun, karakter tersebut harus diperkuat dengan profesionalisme, disiplin, kompetensi teknis, produktivitas, serta kepatuhan terhadap aturan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

Pemerintah melalui Kementerian P2MI juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pekerja migran harus berjalan seiring dengan penguatan aspek pelindungan. Seluruh proses penempatan harus dilakukan secara resmi, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku guna memastikan PMI memperoleh hak-haknya secara penuh selama bekerja di luar negeri.

Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja internasional dan dukungan kebijakan pemerintah dalam penguatan kualitas SDM, Indonesia optimistis dapat mengubah citra pekerja migran dari sekadar tenaga kerja menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dan berkontribusi di panggung global. Langkah ini sekaligus diharapkan memperkuat penerimaan devisa negara serta meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja migran Indonesia di berbagai daerah.


Discover more from suaramigrannusantara.org

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

berita BP2MI Buminu Buruh migran CPMI DPR RI HAM Jepang Kementerian P2MI KP2MI Menteri P2MI migran pekerja migran PMI
Berita Terkait
Sumber: https://image.jpnn.com/resize/1200x800-80/arsip/normal/2026/09/10/forum-media-voice-indonesia-bersama-bogor-media-siber-networ-boyx.jpg
BERITA
Korban TPPO Kembali Bekerja ke Luar Negeri, Pemulihan Terbentur Kebutuhan Ekonomi
11 Sep 2026
Sumber: https://rri-portal-app-assets.obs.ap-southeast-4.myhuaweicloud.com/upload/berita/image/cirebon/thumbs/full_1785239825720789_c8162bb055_berita_cirebon.webp
BERITA
Nadia Permatasari Mengaku Disekap di Tiongkok, Disnaker Indramayu Sebut Keberangkatan Diduga Ilegal
11 Sep 2026
Sumber: https://delapanmedia.sgp1.digitaloceanspaces.com/riauaktual/6756903559-whatsapp-image-2026-09-07-at-11-16-51.jpeg
BERITA
Polda Riau Gagalkan Pengiriman 10 Calon PMI Nonprosedural ke Malaysia
11 Sep 2026