Menteri P2MI: Pekerja Migran adalah Pejuang Ekonomi Bangsa
Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) merupakan pejuang ekonomi bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional melalui kerja keras mereka di berbagai negara penempatan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Menurut Mukhtarudin, peran pekerja migran tidak hanya penting bagi kesejahteraan keluarga mereka, tetapi juga menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi nasional melalui remitansi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
“Pekerja migran Indonesia adalah pejuang ekonomi bangsa. Mereka bekerja jauh dari tanah air, menghadapi berbagai tantangan, namun tetap memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Karena itu, perlindungan terhadap mereka merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” ujar Mukhtarudin.
Ia menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk kehadiran negara yang memberikan perlindungan menyeluruh kepada seluruh warga negara, termasuk jutaan pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan PMI memperoleh hak-haknya, bekerja secara aman, dan mendapatkan perlakuan yang manusiawi di negara penempatan.
Mukhtarudin juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sistem pelindungan pekerja migran Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan koordinasi dengan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, pemerintah negara penempatan, serta berbagai organisasi dan mitra internasional yang memiliki perhatian terhadap isu migrasi tenaga kerja.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan kedutaan besar, konsulat, otoritas negara penempatan, dan berbagai mitra internasional agar setiap pekerja migran Indonesia mendapatkan perlindungan yang maksimal. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh mereka di mana pun berada,” katanya.
Selain memperkuat aspek pelindungan, Kementerian P2MI juga berkomitmen meningkatkan kualitas dan kompetensi calon pekerja migran Indonesia melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Langkah tersebut dinilai penting agar PMI memiliki daya saing yang lebih tinggi, memperoleh pekerjaan yang layak, serta mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya.
Dalam momentum peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Mukhtarudin mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan penghargaan yang lebih besar kepada para pekerja migran Indonesia. Ia menilai para PMI merupakan duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional melalui dedikasi dan profesionalisme mereka.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perlindungan dan kesempatan yang sama untuk meraih kesejahteraan. Para pekerja migran Indonesia telah berjuang untuk bangsa ini, sehingga sudah sepatutnya negara hadir memberikan perlindungan dan penghormatan yang layak kepada mereka,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola migrasi yang aman, tertib, dan berkeadilan, sehingga pekerja migran Indonesia dapat bekerja dengan aman, bermartabat, dan terlindungi di seluruh dunia.
Discover more from suaramigrannusantara.org
Subscribe to get the latest posts sent to your email.