Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

SMK Perikanan dan Kelautan Puger Buka Pelatihan Operator Tambak dan Bahasa Mandarin untuk Pasar Kerja Luar Negeri

  Admin2 · 
Sumber: https://smkpkpuger.sch.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-24-at-07.48.33.jpeg
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

JEMBER – SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kabupaten Jember, memperkuat program pendidikan vokasi dengan menyiapkan pelatihan operator tambak, teknisi budi daya udang, dan bahasa Mandarin. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar memiliki peluang memasuki pasar kerja internasional, khususnya di sektor perikanan dan kemaritiman.

Berdasarkan pemberitaan Radio Republik Indonesia (RRI) pada 16 September 2026, sekolah tersebut telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan kerja luar negeri tingkat nasional untuk bidang operator tambak, teknisi budi daya udang, dan bahasa Mandarin.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi yang menghubungkan kompetensi peserta didik dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Selain keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing juga menjadi bekal penting bagi calon pekerja yang akan berhadapan dengan lingkungan kerja lintas negara.

Menyiapkan Tenaga Kerja Terampil di Sektor Perikanan

Pelatihan operator tambak diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam pengelolaan tambak secara profesional. Kompetensi tersebut mencakup pemahaman operasional tambak, pemantauan kualitas air, pemberian pakan, pemeliharaan komoditas budi daya, serta penerapan prosedur kerja yang sesuai dengan standar industri.

Sementara itu, pelatihan teknisi budi daya udang berkaitan dengan penguasaan aspek teknis produksi, mulai dari persiapan sarana budi daya, pemantauan pertumbuhan, pengendalian kualitas lingkungan, hingga penanganan hasil panen.

Penguasaan keterampilan tersebut penting karena industri perikanan modern membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya mampu menjalankan pekerjaan secara praktis, tetapi juga memahami standar mutu, keselamatan kerja, efisiensi produksi, dan pengelolaan lingkungan.

SMK Perikanan dan Kelautan Puger sebelumnya telah mengembangkan pembelajaran berbasis praktik melalui fasilitas teaching factory atau pembelajaran yang mendekatkan kegiatan sekolah dengan proses kerja industri. Model ini memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman langsung, bukan hanya mengandalkan pembelajaran teori di ruang kelas.

Bahasa Mandarin Menjadi Kompetensi Pendukung

Selain keterampilan teknis, bahasa Mandarin menjadi salah satu bidang pelatihan yang disiapkan sekolah untuk memperluas kesiapan calon pekerja memasuki pasar kerja internasional.

Kemampuan berbahasa asing dapat membantu pekerja memahami instruksi kerja, berkomunikasi dengan atasan dan rekan kerja, serta mengenali ketentuan keselamatan di lingkungan industri. Dalam konteks penempatan di luar negeri, kemampuan komunikasi juga dapat mendukung pekerja ketika harus menyampaikan keluhan atau meminta bantuan.

Namun, penguasaan bahasa perlu berjalan beriringan dengan kompetensi pekerjaan dan pemahaman terhadap hak pekerja. Calon pekerja tidak cukup hanya mampu berkomunikasi, tetapi juga perlu memahami kontrak kerja, upah, jam kerja, fasilitas tempat tinggal, mekanisme pengaduan, serta aturan yang berlaku di negara penempatan.

Karena itu, pelatihan bahasa Mandarin akan lebih efektif apabila disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan situasi komunikasi yang akan dihadapi peserta di tempat kerja.

Rekam Jejak Alumni di Pasar Kerja Internasional

SMK Perikanan dan Kelautan Puger telah memiliki pengalaman menyiapkan lulusan untuk bekerja maupun mengikuti program magang di luar negeri, terutama Jepang.

Dalam pemberitaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada Mei 2026, Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kuntjoro Basuki, menyebutkan bahwa hingga tahun tersebut terdapat 107 alumni yang telah menyelesaikan program magang di Jepang. Sekitar 70 alumni lainnya masih menjalani program magang, sementara puluhan alumni sedang mengikuti proses persiapan keberangkatan.

Penempatan alumni tidak terbatas pada bidang perikanan dan kelautan. Mereka juga bekerja atau menjalani program magang di sektor peternakan, perhotelan, restoran, layanan perawatan, pengelasan, dan galangan kapal.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat membuka peluang kerja lintas sektor apabila didukung keterampilan yang sesuai, pembentukan karakter, serta jaringan kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Meski demikian, peluang bekerja di luar negeri tetap bergantung pada kebutuhan pemberi kerja, kualifikasi jabatan, kemampuan bahasa, persyaratan dokumen, dan kelulusan proses seleksi.

Pendidikan Vokasi Harus Terhubung dengan Pelindungan PMI

Penguatan pelatihan kerja luar negeri perlu disertai sistem penempatan yang legal dan transparan. Calon pekerja harus memperoleh informasi yang jelas mengenai perusahaan pemberi kerja, negara tujuan, jenis pekerjaan, besaran upah, biaya penempatan, dan isi kontrak sebelum mengambil keputusan untuk berangkat.

Sekolah dan lembaga pelatihan juga perlu memastikan bahwa peserta memahami prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), termasuk saluran pengaduan jika menghadapi masalah selama bekerja di luar negeri.

Selain itu, sertifikasi kompetensi, penguasaan bahasa, dan pembekalan budaya kerja perlu diselaraskan dengan standar jabatan serta persyaratan negara tujuan. Kerja sama dengan industri dan lembaga terkait harus memberikan kepastian bahwa pelatihan benar-benar meningkatkan kompetensi dan tidak sekadar menjadi janji keberangkatan.

Bagi peserta didik, program ini dapat menjadi kesempatan untuk memperluas pilihan karier, baik bekerja di dalam negeri, membangun usaha di sektor perikanan, maupun mengikuti jalur kerja internasional secara prosedural.

Pengembangan pelatihan operator tambak, teknisi budi daya udang, dan bahasa Mandarin di SMK Perikanan dan Kelautan Puger memperlihatkan upaya menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Keberhasilannya akan ditentukan oleh kualitas pelatihan, pengakuan kompetensi, kemitraan industri, dan kepastian pelindungan bagi lulusan yang memasuki dunia kerja.

Berita BP2MI Buminu Buruh migran CPMI HAM Jember Jepang KP2MI migran pekerja migran PMI SMK Go Global Vokasi
Berita Terkait
Sumber: https://disnaker.blitarkab.go.id/wp-content/uploads/2022/02/WhatsApp-Image-2022-02-15-at-08.26.51.jpeg
BERITA
Disnaker Kabupaten Blitar Hadirkan Layanan Terpadu dan Orientasi Pra-Pemberangkatan bagi Calon PMI
18 Oct 2026
Sumber: https://asset.kompas.com/crops/4egXynntBk9TdLSIRB6LXb-B8Xs=/0x0:0x0/750x500/data/photo/2026/09/10/6aa297f296e44.jpg
BERITA
PMI Asal Banyuanyar, Solo, Diduga Jadi Korban Kekerasan di Malaysia, Keluarga Khawatir Biaya Denda Saat Pulang
18 Oct 2026
Sumber: https://asset.tribunnews.com/tC5BusXQ9rfXw-43aQkGlysPxcg=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Biaya-Pemulangan-Jenazah-TKI-Rejang-Lebong-dari-Jepang-Rp150-Juta-Pemkab-dan-Pemprov-Turun-Tangan.jpg
BERITA
PMI Asal Rejang Lebong Meninggal di Jepang, Pemkab dan Pemprov Tanggung Biaya Pemulangan Jenazah
18 Oct 2026

Comments are closed.