Jumlah Pengungsi Global Catat Rekor Tertinggi 73,5 Juta Orang pada 2024
JENEWA — Jumlah orang yang terpaksa mengungsi akibat konflik dan kekerasan mencapai rekor tertinggi 73,5 juta jiwa per akhir 2024, melonjak 80 persen dalam enam tahun terakhir menurut laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). Data yang lebih luas dari UNHCR menunjukkan bahwa total pengungsi internal (Internally Displaced Persons/IDP) di seluruh dunia mencapai 83,4 juta orang — angka yang belum pernah tercatat dalam sejarah pencatatan migrasi paksa modern.
\n\n
“Kita sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang skalanya belum pernah ada sebelumnya. Konflik tidak berhenti, dan konsekuensinya adalah gelombang pengungsian yang terus tumbuh lebih cepat dari kapasitas respons internasional,” kata pejabat senior IOM, dikutip dari Antaranews (2024).
\n\n
Sudan menjadi negara dengan jumlah IDP tertinggi secara global: 11,6 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari setahun tanpa tanda-tanda penyelesaian. Jalur Gaza menyumbang hampir seluruh penduduknya yang mengungsi dalam kondisi blokade dan konflik yang meluluhlantakkan infrastruktur sipil.
\n\n
Suara Migran Nusantara melaporkan bahwa di Myawaddy, Myanmar, PMI asal Indonesia “dipaksa kerja tanpa upah seperti perbudakan” — kasus yang merupakan persimpangan langsung antara ketegangan geopolitik Asia Tenggara dan eksploitasi pekerja migran Indonesia yang menjadi korban jaringan scam online yang beroperasi di zona konflik. Krisis pengungsi global ini menuntut solidaritas internasional yang jauh melampaui bantuan darurat sesaat.
\n\n
Sumber: IOM (2025); Antaranews (2024); Suara Migran Nusantara (2026); UNHCR (2025).