Keluarga PMI Berperan Penting dalam Perlindungan Migrasi Aman
CIANJUR/JAKARTA — Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) memegang peran yang sering kali diabaikan namun sangat penting dalam ekosistem perlindungan migrasi aman. Di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kelompok keluarga PMI yang dibentuk oleh Dinas Tenaga Kerja setempat menjadi sistem peringatan dini yang efektif: saat komunikasi dari PMI di luar negeri terputus atau mengirimkan tanda-tanda bahaya, kelompok ini segera berkoordinasi untuk melapor ke instansi terkait.
Ketua Kelompok Keluarga PMI Cianjur, Ibu Sumiarti, menceritakan bagaimana jaringan mereka berhasil menyelamatkan seorang PMI perempuan dari kondisi kerja eksploitatif di Timur Tengah. “Anak perempuan warga kami sudah sebulan tidak bisa dihubungi. Kami langsung lapor ke Disnaker dan diteruskan ke KBRI. Alhamdulillah, seminggu kemudian dia bisa dievakuasi,” tuturnya. Penelitian Universitas Brawijaya menemukan keluarga PMI yang berpengetahuan memiliki respons 60 persen lebih cepat dalam mengidentifikasi dan melaporkan kasus PMI bermasalah.
KP2MI dalam program Desmigratif berupaya mengintegrasikan pemberdayaan keluarga PMI sebagai komponen inti perlindungan. Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan KP2MI, Eko Setiawan, menyatakan pilar keluarga sangat strategis karena berada di garis terdepan yang paling cepat mendeteksi tanda-tanda masalah. Komnas Perempuan merekomendasikan edukasi perlindungan PMI secara sistematis menjangkau keluarga mereka di desa sebagai bagian dari strategi migrasi aman yang komprehensif.