Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

SMK Go Global Batch 2 Dibuka, Pendaftaran 28 September–31 Oktober 2026 Tanpa Syarat AK-1

  Admin2 · 
Sumber: https://asset.kompas.com/crops/kJg0aUmTekBui-_QD35uKAMqg9k=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2026/08/26/6a8ec1d71cf80.jpg
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang
Sumber: https://asset.kompas.com/crops/kJg0aUmTekBui-_QD35uKAMqg9k=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2026/08/26/6a8ec1d71cf80.jpg

JAKARTA — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia melalui SMK Go Global Batch 2 Tahun 2026 mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional sekaligus menjadi bagian dari ekosistem penempatan pekerja migran ke luar negeri.

Pembukaan Batch 2 memperluas sasaran program yang pada awalnya banyak dipahami masyarakat sebagai program khusus lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). KP2MI menegaskan bahwa SMK Go Global juga terbuka bagi masyarakat umum yang memenuhi persyaratan, termasuk lulusan perguruan tinggi mulai dari D3, S1 hingga S2. Dengan demikian, nama SMK Go Global tidak berarti membatasi program hanya bagi lulusan SMK.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan pembukaan Batch 2 ditujukan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat memperoleh pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Menurut pemerintah, keterampilan yang sudah dimiliki lulusan SMK maupun masyarakat umum perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan penempatan.

Program tersebut menyediakan dua kelompok pelatihan, yakni pelatihan bahasa dan pelatihan kompetensi berdasarkan sektor pekerjaan. Beberapa bidang yang disebut pemerintah antara lain kesehatan, hospitality, pertanian, dan transportasi. Pola tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas dirancang tidak hanya berdasarkan latar belakang pendidikan peserta, tetapi juga diarahkan pada kebutuhan sektor pekerjaan yang tersedia di pasar kerja luar negeri.

Dalam pelaksanaannya, program SMK Go Global juga tidak berhenti pada pelatihan. KP2MI menyatakan bahwa setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan diarahkan mengikuti proses penempatan sesuai kebutuhan atau job order dari perusahaan pengguna. Kementerian menyebut peserta telah dipetakan untuk diarahkan pada skema penempatan setelah menyelesaikan peningkatan kapasitas.

Keterkaitan antara pelatihan dan penempatan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam desain program. Dalam penjelasan KP2MI, pelatihan kompetensi diarahkan berdasarkan kebutuhan pasar kerja sehingga peningkatan kapasitas tidak berdiri sendiri sebagai kegiatan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari rangkaian persiapan calon pekerja migran sebelum memasuki proses penempatan resmi.

Untuk memperkuat pelaksanaan program, KP2MI bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan yang telah melalui proses verifikasi dalam sistem E-Vokasi. Lembaga yang dapat terlibat mencakup perguruan tinggi, SMK, Balai Latihan Kerja (BLK), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), balai diklat, dan politeknik kesehatan.

Pada Batch 2, terdapat perubahan penting dalam persyaratan administrasi. Calon peserta tidak lagi diwajibkan memiliki kartu kuning atau AK-1, yaitu kartu tanda bukti pendaftaran sebagai pencari kerja. Perubahan ini membuat salah satu persyaratan administratif yang sebelumnya dikaitkan dengan proses pendaftaran tidak lagi menjadi syarat wajib pada gelombang kedua. Informasi tersebut disampaikan pemerintah bersamaan dengan pembukaan pendaftaran Batch 2.

Pendaftaran Batch 2 berlangsung selama lebih dari satu bulan, yaitu mulai 28 September sampai dengan 31 Oktober 2026. Pemerintah mengarahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dan melakukan pendaftaran melalui kanal resmi BP3MI. KP2MI juga mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi mengenai program berasal dari kanal resmi pemerintah untuk menghindari informasi yang keliru.

Perluasan sasaran peserta tersebut sejalan dengan desain besar SMK Go Global yang tidak hanya menyasar lulusan SMK. KP2MI sebelumnya menetapkan target peningkatan kapasitas 40.000 peserta pada 2026, yang dibagi dalam dua batch. Berdasarkan penjelasan pemerintah pada September 2026, Batch 1 ditargetkan sebanyak 12.220 peserta, sedangkan Batch 2 sebanyak 27.880 peserta.

Program ini merupakan bagian dari target pemerintah untuk menyiapkan 500.000 calon pekerja migran terampil hingga 2029. Dalam desain tersebut, 300.000 peserta berasal dari lulusan SMK dan 200.000 lainnya berasal dari masyarakat umum, termasuk sarjana. Target tahunan yang disampaikan pemerintah adalah 40.000 peserta pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Pemerintah menempatkan kompetensi sebagai salah satu unsur penting dalam strategi penempatan PMI. Pelatihan diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan, sementara proses penempatan selanjutnya dikaitkan dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja. Dalam konteks tersebut, SMK Go Global dirancang untuk mempertemukan sisi suplai tenaga kerja Indonesia dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Namun, keterhubungan antara pelatihan dan penempatan juga membutuhkan kejelasan informasi bagi peserta. Calon peserta perlu memahami bahwa mengikuti program peningkatan kapasitas tidak dengan sendirinya berarti telah memperoleh pekerjaan atau kontrak kerja di luar negeri. Proses penempatan tetap berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja, persyaratan negara tujuan, ketersediaan job order, kelulusan persyaratan, serta mekanisme penempatan yang berlaku.

Aspek tersebut menjadi penting karena peningkatan kompetensi dan penempatan merupakan dua tahapan yang saling berkaitan tetapi tidak identik. Pelatihan memberikan bekal bahasa dan keterampilan, sementara penempatan membutuhkan adanya kebutuhan tenaga kerja yang nyata dan proses administratif serta perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam desain SMK Go Global, pemerintah juga menempatkan perlindungan sebagai bagian dari ekosistem program. KP2MI sebelumnya menjelaskan kerangka program melalui lima sasaran, yakni sukses kompetensi, sukses pelindungan, sukses penempatan, sukses remitansi, dan sukses tata kelola. Kerangka tersebut kemudian diarahkan untuk menghasilkan dampak sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dampak ekonomi.

Dengan dibukanya Batch 2, masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sebelum memasuki pasar kerja internasional. Bagi calon peserta, perubahan persyaratan berupa tidak diwajibkannya AK-1 juga menjadi informasi penting yang perlu diketahui sejak awal agar proses pendaftaran tidak terhambat oleh persyaratan administratif yang sudah tidak berlaku untuk gelombang ini.

Pada akhirnya, keberhasilan program SMK Go Global tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Ukuran lainnya adalah sejauh mana kompetensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja, proses penempatan berlangsung melalui jalur resmi, serta peserta memperoleh informasi yang transparan mengenai pekerjaan, negara tujuan, pemberi kerja, hak dan kewajiban, biaya, kontrak, dan mekanisme perlindungan sebelum berangkat.

Pembukaan SMK Go Global Batch 2 pada 28 September–31 Oktober 2026 dengan sasaran yang lebih luas menunjukkan upaya pemerintah memperbesar akses peningkatan kapasitas bagi calon PMI. Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program, kanal resmi BP3MI menjadi rujukan utama untuk memperoleh informasi pendaftaran, persyaratan, lokasi pelatihan, serta tahapan berikutnya.

Berita BP2MI BP3MI Buminu Buruh migran Calon Pekerja Migran Indonesia CPMI HAM iran KP2MI migran pekerja migran PMI SMK Go Global
Berita Terkait
Apa Syarat Sertifikasi untuk Bekerja ke Luar Negeri? Calon PMI Perlu Memenuhi Standar Kompetensi
BERITA
Apa Syarat Sertifikasi untuk Bekerja ke Luar Negeri? Calon PMI Perlu Memenuhi Standar Kompetensi
11 Oct 2026
KP2MI Perluas Pasar Kerja PMI ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah, Bidik Sektor Formal dan Tenaga Terampil
BERITA
KP2MI Perluas Pasar Kerja PMI ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah, Bidik Sektor Formal dan Tenaga Terampil
11 Oct 2026
Ganjar Hidayat Desak Moratorium PMI ke Timur Tengah Dicabut: Buka Bertahap, Mulai dari Pekerja Laki-Laki
BERITA
Ganjar Hidayat Desak Moratorium PMI ke Timur Tengah Dicabut: Buka Bertahap, Mulai dari Pekerja Laki-Laki
11 Oct 2026