<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ART Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<atom:link href="https://suaramigrannusantara.org/tag/art/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/art/</link>
	<description>Suara Migran, Suara Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2026 23:01:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/02/cropped-WhatsApp-Image-2026-02-27-at-10.04.27-1-32x32.png</url>
	<title>ART Archives - suaramigrannusantara.org</title>
	<link>https://suaramigrannusantara.org/tag/art/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Migran Diselamatkan di Gran Canaria, Rute Atlantik ke Spanyol Tetap Berisiko</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/migran-diselamatkan-di-gran-canaria-rute-atlantik-ke-spanyol-tetap-berisiko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 23:01:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=8354</guid>

					<description><![CDATA[<p>GRAN CANARIA &#8211; Kedatangan migran yang diselamatkan di perairan Atlantik kembali menjadi sorotan setelah Reuters mendokumentasikan proses kedatangan mereka di...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/migran-diselamatkan-di-gran-canaria-rute-atlantik-ke-spanyol-tetap-berisiko/">Migran Diselamatkan di Gran Canaria, Rute Atlantik ke Spanyol Tetap Berisiko</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>GRAN CANARIA</strong> &#8211; Kedatangan migran yang diselamatkan di perairan Atlantik kembali menjadi sorotan setelah Reuters mendokumentasikan proses kedatangan mereka di pelabuhan Arguineguín, Pulau Gran Canaria, pada 15 Oktober 2026. Para migran dibawa ke daratan menggunakan kapal Penjaga Pantai Spanyol, sementara petugas dan tenaga medis bersiap melakukan pemeriksaan serta memberikan bantuan setelah perjalanan laut yang berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokumentasi Reuters Connect memperlihatkan para migran menunggu untuk turun dari kapal penyelamat dan berjalan menuju area pemeriksaan yang disiapkan di pelabuhan. Foto-foto yang dibuat oleh fotografer Borja Suarez tersebut menggambarkan penanganan kedatangan migran di salah satu titik penting pada rute Atlantik menuju Kepulauan Canary, wilayah Spanyol yang terletak di lepas pantai barat laut Afrika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada hari yang sama, kantor berita EFE melaporkan bahwa 31 warga Afrika Utara, termasuk seorang perempuan dan dua anak, dibawa ke pelabuhan Arguineguín setelah diselamatkan dari sebuah perahu kecil sekitar 163 kilometer di selatan Gran Canaria. Informasi dari layanan penyelamatan maritim yang dikutip EFE menyebutkan bahwa para migran tiba di daratan dalam kondisi yang secara umum dilaporkan baik. Peristiwa tersebut memperlihatkan pentingnya operasi penyelamatan untuk mencegah korban jiwa dalam perjalanan laut menuju wilayah Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepulauan Canary merupakan salah satu pintu masuk migrasi tidak teratur ke Spanyol melalui Samudra Atlantik. Perjalanan menuju kepulauan tersebut dapat dimulai dari sejumlah wilayah di Afrika Barat, termasuk Mauritania, Senegal, dan kawasan Sahara Barat. Jarak pelayaran yang panjang, kondisi laut yang berubah-ubah, serta penggunaan perahu yang tidak selalu layak untuk perjalanan jauh membuat rute ini berisiko tinggi bagi keselamatan penumpang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Risiko perjalanan tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan tenggelam. Migran juga dapat mengalami dehidrasi, kekurangan makanan, kelelahan, dan gangguan kesehatan setelah berhari-hari berada di laut. Perempuan, anak-anak, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu dapat menghadapi kerentanan tambahan. Karena itu, penyelamatan di laut, pemeriksaan medis, identifikasi, dan akses terhadap bantuan kemanusiaan menjadi bagian penting dari respons setelah kedatangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun dokumentasi pada 15 Oktober menunjukkan bahwa rute Atlantik masih aktif, data resmi pemerintah Spanyol memperlihatkan bahwa jumlah kedatangan migran tidak teratur di Kepulauan Canary justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga 30 September 2026, sebanyak 7.133 migran tercatat tiba di kepulauan tersebut, turun sekitar 44,5 persen dibandingkan 12.848 orang pada periode yang sama tahun 2025. Angka ini merupakan jumlah kedatangan yang tercatat selama periode tertentu, bukan jumlah keseluruhan migran yang berada di wilayah Canary.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara nasional, Spanyol mencatat 24.646 kedatangan migran tidak teratur melalui jalur laut dan darat sejak awal tahun hingga 30 September 2026. Jumlah tersebut turun sekitar 10,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Namun, tren nasional tidak sepenuhnya seragam. Sementara kedatangan di Kepulauan Canary menurun, sejumlah wilayah lain, termasuk Ceuta dan Melilla di Afrika Utara, mencatat peningkatan pada periode yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tekanan migrasi tidak dapat dinilai hanya dari satu lokasi atau satu peristiwa. Kedatangan perahu di Gran Canaria tetap membutuhkan operasi penyelamatan dan penanganan kemanusiaan, meskipun angka kumulatif kedatangan di kepulauan tersebut lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Sebaliknya, penurunan jumlah kedatangan juga tidak berarti bahwa bahaya perjalanan atau kebutuhan perlindungan bagi orang yang masih menempuh rute tersebut telah berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kepulauan Canary sebelumnya telah memperingatkan bahwa rute Atlantik masih aktif meskipun jumlah kedatangan mengalami penurunan. Dinamika migrasi di kawasan Sahel dan Afrika Barat, situasi keamanan, keterbatasan kesempatan ekonomi, serta jaringan penyelundupan manusia dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan perjalanan. Faktor-faktor tersebut berinteraksi secara kompleks, sehingga perubahan jumlah kedatangan dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan perubahan permanen pada penyebab migrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tiba di Spanyol, para migran perlu menjalani proses identifikasi dan penilaian sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka yang menyatakan membutuhkan perlindungan internasional harus memperoleh akses terhadap prosedur suaka, sementara anak-anak tanpa pendamping dan kelompok rentan memerlukan penanganan sesuai kebutuhan masing-masing. Proses tersebut harus tetap memperhatikan hak dasar, keselamatan, dan prinsip non-refoulement, yaitu larangan mengembalikan seseorang ke tempat ketika ia menghadapi risiko penganiayaan atau bahaya serius yang memenuhi ketentuan hukum internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan menghadapi kebutuhan untuk menyediakan tempat penampungan sementara, pemeriksaan kesehatan, dukungan psikososial, serta pendampingan bagi anak-anak dan keluarga. Koordinasi antara penjaga pantai, aparat imigrasi, layanan kesehatan, Palang Merah, dan lembaga perlindungan menjadi penting agar penanganan kedatangan tidak hanya berfokus pada pengawasan perbatasan, tetapi juga memastikan kebutuhan mendesak para penyintas perjalanan laut terpenuhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan di Gran Canaria juga menegaskan perlunya kerja sama antara Spanyol, Uni Eropa, dan negara-negara asal maupun transit migran. Kerja sama tersebut mencakup operasi penyelamatan, pemberantasan jaringan penyelundupan manusia, perluasan jalur migrasi reguler, dan dukungan terhadap masyarakat di negara asal. Upaya pengendalian perbatasan perlu berjalan seiring dengan perlindungan hak asasi manusia agar orang yang membutuhkan perlindungan tidak kehilangan akses terhadap prosedur hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangan migran di Arguineguín pada 15 Oktober 2026 menjadi gambaran nyata bahwa perjalanan Atlantik menuju Spanyol masih berlangsung dan menuntut respons kemanusiaan yang berkelanjutan. Meski statistik menunjukkan penurunan jumlah kedatangan di Kepulauan Canary sepanjang sembilan bulan pertama 2026, setiap operasi penyelamatan tetap mengingatkan bahwa rute tersebut membawa risiko serius. Tantangan bagi Spanyol dan mitra regionalnya adalah mengelola perbatasan secara tertib tanpa mengabaikan keselamatan, martabat, dan hak dasar orang-orang yang menempuh perjalanan tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/migran-diselamatkan-di-gran-canaria-rute-atlantik-ke-spanyol-tetap-berisiko/">Migran Diselamatkan di Gran Canaria, Rute Atlantik ke Spanyol Tetap Berisiko</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTkklOjSEiItoVcrN8d-kJV9eDS1mQxKQgO3QF-1jEjeEUrb6YK0XoS_uM&#038;s=10" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BRICS Pay: Langkah Maju Menuju Sistem Keuangan Global yang Lebih Inklusif</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/brics-pay-langkah-maju-menuju-sistem-keuangan-global-yang-lebih-inklusif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[user]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 03:51:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[Kenya]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=8097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada pertemuan negara-negara anggota BRICS ke-16 yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2024 di Kazan, Rusia, salah satu agenda penting yang...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/brics-pay-langkah-maju-menuju-sistem-keuangan-global-yang-lebih-inklusif/">BRICS Pay: Langkah Maju Menuju Sistem Keuangan Global yang Lebih Inklusif</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading"></h1>



<p class="wp-block-paragraph">Pada pertemuan negara-negara anggota BRICS ke-16 yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2024 di Kazan, Rusia, salah satu agenda penting yang mendapat perhatian adalah perkembangan inisiatif BRICS Pay. Sistem pembayaran digital lintas batas ini semakin mendapat perhatian dan dinilai berpotensi mengubah lanskap keuangan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BRICS Pay merupakan platform pembayaran digital yang dikembangkan melalui kerja sama negara-negara anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi keuangan lintas batas secara lebih efisien, aman, dan berbiaya rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui BRICS Pay, negara-negara yang berpartisipasi diharapkan dapat melakukan transaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing sehingga mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan sistem pembayaran internasional yang telah ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perkembangannya, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian dalam pengembangan BRICS Pay, antara lain:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Peningkatan Interoperabilitas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">BRICS Pay dikembangkan untuk meningkatkan interoperabilitas dengan sistem pembayaran lain di seluruh dunia. Hal ini berpotensi membuka peluang bagi lebih banyak negara dan pelaku bisnis untuk terhubung dengan jaringan pembayaran tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Ekspansi Jaringan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Semakin banyak negara menunjukkan ketertarikan terhadap kerja sama dalam sistem pembayaran alternatif. Perluasan jaringan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas keuangan lintas batas dan memperkuat hubungan perdagangan antarnegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Penguatan Keamanan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Keamanan siber menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem pembayaran digital. Penerapan teknologi keamanan yang memadai diperlukan untuk melindungi data pengguna, menjaga integritas transaksi, dan mencegah penipuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Integrasi dengan Teknologi Baru</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan sistem pembayaran lintas batas dapat memanfaatkan berbagai teknologi baru, seperti blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan mata uang digital bank sentral (<em>Central Bank Digital Currency</em> atau CBDC). Namun, penerapan teknologi tersebut dalam BRICS Pay perlu dibedakan antara rencana pengembangan dan implementasi yang telah berjalan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dampak BRICS Pay terhadap Ekonomi Global</h2>



<p class="wp-block-paragraph">BRICS Pay berpotensi memberikan sejumlah dampak terhadap perekonomian global, khususnya dalam bidang transaksi internasional, perdagangan, dan inklusi keuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Mengurangi Ketergantungan terhadap Dolar AS</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">BRICS Pay menawarkan kemungkinan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas. Pendekatan ini dapat membantu negara-negara peserta mengurangi sebagian ketergantungan terhadap dolar AS, terutama dalam transaksi perdagangan bilateral dan regional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Meningkatkan Efisiensi Transaksi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem pembayaran lintas batas yang terintegrasi berpotensi mempercepat proses transaksi dan mengurangi biaya yang berkaitan dengan perantara keuangan, konversi mata uang, serta penyelesaian pembayaran internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Mendorong Perdagangan Internasional</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudahan pembayaran dapat mendukung peningkatan perdagangan antara negara-negara anggota BRICS dan mitra dagangnya. Sistem pembayaran yang efisien juga dapat membantu pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, dalam melakukan transaksi lintas negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Mengembangkan Inklusi Keuangan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem pembayaran digital berpotensi memperluas akses terhadap layanan keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank atau belum terlayani secara optimal oleh lembaga keuangan formal. Meskipun demikian, manfaat ini bergantung pada ketersediaan infrastruktur digital, akses internet, dan kemudahan penggunaan layanan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan dan Peluang di Masa Depan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan BRICS Pay masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Standardisasi Sistem</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Standar teknis yang konsisten diperlukan untuk memastikan interoperabilitas antara sistem pembayaran negara-negara peserta. Standardisasi mencakup format transaksi, mekanisme penyelesaian pembayaran, perlindungan data, dan kompatibilitas infrastruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Regulasi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerangka regulasi yang jelas dan konsisten dibutuhkan untuk mendukung penggunaan sistem pembayaran lintas batas. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap ketentuan perbankan, pencegahan pencucian uang, perlindungan konsumen, dan keamanan transaksi internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Adopsi oleh Masyarakat dan Pelaku Usaha</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan sistem pembayaran baru sangat bergantung pada tingkat penerimaan masyarakat, perbankan, pedagang, dan pelaku usaha. Ketersediaan jaringan yang luas, kemudahan penggunaan, serta kepercayaan pengguna menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BRICS Pay merupakan inisiatif yang menarik dalam perkembangan sistem pembayaran internasional. Jika dikembangkan melalui kerja sama yang kuat dan didukung oleh infrastruktur yang memadai, sistem ini berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam ekosistem pembayaran global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, keberhasilannya bergantung pada kemampuan negara-negara yang berpartisipasi untuk menyelaraskan kebijakan, mengatasi tantangan teknis, dan membangun kepercayaan terhadap sistem tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Uji Coba BRICS Pay dalam Forum BRICS di Rusia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Oktober 2024, beredar laporan mengenai pembagian kartu promosi BRICS Pay kepada peserta forum BRICS di Rusia. Kartu tersebut dilaporkan memiliki saldo promosi sebesar 500 rubel atau sekitar US$5,13 yang dapat digunakan untuk bertransaksi di sejumlah toko bertanda khusus selama kegiatan berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut laporan yang beredar, uji coba tersebut ditujukan untuk memperlihatkan bagaimana mekanisme pembayaran BRICS Pay dapat digunakan dalam lingkungan transaksi nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta forum dilaporkan menerima kartu promosi saat melakukan registrasi. Pada bagian depan kartu terdapat kode QR yang memungkinkan pengguna mengklaim saldo promosi melalui aplikasi sistem pembayaran. Sementara itu, bagian belakang kartu memuat keterangan bahwa kartu tersebut merupakan contoh atau purwarupa kartu bank yang nantinya akan terhubung dengan aplikasi BRICS Pay.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengaktifkan saldo promosi, pengguna dilaporkan perlu mendaftar pada sistem dan memindai kode QR yang tersedia pada kartu. Dalam mekanisme pembayaran yang dijelaskan, pengguna kemudian memindai kode QR yang ditampilkan melalui perangkat milik karyawan kafe atau toko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Informasi tersebut menunjukkan adanya upaya untuk memperkenalkan konsep pembayaran digital kepada peserta forum. Namun, pelaksanaan uji coba dengan kartu promosi tidak serta-merta membuktikan bahwa BRICS Pay telah beroperasi sebagai satu sistem pembayaran terpadu yang dapat digunakan secara luas di seluruh negara anggota BRICS.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Catatan sumber:</em> Informasi mengenai kartu promosi tersebut juga beredar melalui unggahan akun media sosial Apocalypsis (@apocalypseos) pada 18 Oktober 2024. Informasi ini sebaiknya diperlakukan sebagai laporan mengenai kegiatan uji coba dan diverifikasi melalui sumber resmi apabila digunakan sebagai rujukan akademik atau jurnalistik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mekanisme Pembayaran dan Potensi Integrasi Keuangan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara konseptual, sistem pembayaran lintas batas yang terintegrasi dapat menyederhanakan transaksi keuangan antara negara-negara peserta. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menghubungkan instrumen pembayaran yang telah dimiliki pengguna dengan aplikasi atau jaringan pembayaran yang mendukung transaksi lintas negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mekanisme tersebut, pengguna berpotensi melakukan pembayaran barang dan jasa tanpa harus selalu bergantung pada proses konversi mata uang dan jalur pembayaran internasional konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, penggunaan mata uang lokal tidak selalu menghilangkan kebutuhan konversi. Dalam transaksi antara dua negara dengan mata uang berbeda, tetap diperlukan mekanisme penentuan nilai tukar, penyelesaian pembayaran, dan pengelolaan likuiditas. Karena itu, efisiensi sistem akan bergantung pada desain teknis, kerja sama antarbank, serta kebijakan masing-masing negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan sistem pembayaran alternatif ini juga mencerminkan upaya sejumlah negara untuk memperkuat kemandirian keuangan dan meningkatkan pengaruhnya dalam tata ekonomi internasional.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ekspansi BRICS dan Pengaruhnya terhadap Ekonomi Dunia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">BRICS pada awalnya terdiri atas Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Pada 2023, kelompok ini mengumumkan rencana perluasan keanggotaan yang mencakup Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, realisasi perluasan tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana awal. Argentina memutuskan untuk tidak bergabung, sementara status dan waktu keikutsertaan sejumlah negara lainnya mengalami perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, daftar negara anggota perlu merujuk pada status keanggotaan yang berlaku pada periode pembahasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perluasan BRICS menjadi perhatian karena kelompok ini mencakup sejumlah negara dengan perekonomian besar, populasi yang signifikan, serta sumber daya alam strategis. Kombinasi tersebut berpotensi memperkuat posisi BRICS dalam perdagangan internasional dan tata kelola ekonomi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai analisis ekonomi yang beredar pada periode pengumuman ekspansi memperkirakan bahwa kelompok BRICS yang diperluas dapat mewakili lebih dari US$30 triliun produk domestik bruto (PDB), atau sekitar 29% dari perekonomian global. Angka tersebut bergantung pada cakupan negara, tahun pengukuran, dan metode perhitungan yang digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pembanding, kelompok negara G7 masih memiliki porsi besar dalam perekonomian dunia. Meskipun demikian, perkembangan negara-negara berkembang, termasuk India dan sejumlah negara lain dalam BRICS, menunjukkan perubahan distribusi aktivitas ekonomi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain PDB dan populasi, faktor lain yang penting adalah sumber daya energi. Keikutsertaan negara-negara produsen minyak utama, seperti Arab Saudi, Iran, dan UEA, berpotensi memperkuat posisi kelompok ini dalam pasar energi global. Akan tetapi, besarnya pengaruh tersebut perlu dinilai berdasarkan data produksi aktual, status keanggotaan, serta dinamika pasar energi internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, BRICS Pay dapat dipahami sebagai bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai diversifikasi sistem pembayaran dan penguatan kerja sama keuangan antarnegara. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi pola perdagangan, penyelesaian transaksi, dan penggunaan mata uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/brics-pay-langkah-maju-menuju-sistem-keuangan-global-yang-lebih-inklusif/">BRICS Pay: Langkah Maju Menuju Sistem Keuangan Global yang Lebih Inklusif</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://pbs.twimg.com/media/GaF0o63XIAAwLf-?format=jpg&#038;name=small" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Larangan Penahanan Ijazah dan Dokumen Pribadi Pekerja</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/ruu-pelindungan-ketenagakerjaan-atur-larangan-penahanan-ijazah-dan-dokumen-pribadi-pekerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 03:40:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BNSP]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=8090</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi perhatian setelah memuat ketentuan mengenai larangan bagi perusahaan menahan ijazah dan dokumen...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/ruu-pelindungan-ketenagakerjaan-atur-larangan-penahanan-ijazah-dan-dokumen-pribadi-pekerja/">RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Larangan Penahanan Ijazah dan Dokumen Pribadi Pekerja</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA</strong> – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi perhatian setelah memuat ketentuan mengenai larangan bagi perusahaan menahan ijazah dan dokumen pribadi pekerja. Selain memperkuat perlindungan hak pekerja, regulasi tersebut juga mencakup pengaturan penggunaan tenaga kerja asing (TKA) dan sejumlah aspek lain dalam hubungan industrial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Larangan penahanan ijazah dan dokumen pribadi menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan regulasi tersebut. Ketentuan ini berkaitan dengan praktik perusahaan yang meminta dokumen asli pekerja sebagai jaminan selama hubungan kerja berlangsung. Praktik semacam itu berpotensi membatasi kebebasan pekerja untuk berpindah pekerjaan, mencari kesempatan kerja yang lebih baik, atau mengurus kebutuhan administrasi pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan penahanan ijazah bukan hal baru dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/5/HK.04.00/V/2025 mengenai larangan penahanan ijazah dan/atau dokumen pribadi milik pekerja atau buruh oleh pemberi kerja. Pengaturan dalam kerangka undang-undang diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum dan memberikan dasar perlindungan yang lebih jelas bagi pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokumen yang berpotensi menjadi persoalan meliputi ijazah pendidikan, sertifikat kompetensi, paspor, dan dokumen pribadi lainnya. Penahanan dokumen tersebut dapat menyulitkan pekerja ketika mengurus administrasi, mengajukan pekerjaan baru, atau memenuhi persyaratan tertentu. Karena itu, penerapan larangan perlu disertai pengawasan dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain persoalan dokumen, regulasi tersebut memuat penguatan sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penguatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sertifikasi dan memastikan kompetensi tenaga kerja dinilai berdasarkan standar yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Pengawasan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian melalui penguatan sumber daya manusia pengawas, penyesuaian rasio pengawas terhadap jumlah pekerja dan perusahaan, serta penguatan kelembagaan pengawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengaturan lainnya mencakup integrasi data ketenagakerjaan antara pemerintah pusat dan daerah, pengaturan dana cadangan pesangon dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), serta perlindungan bagi pekerja perempuan, termasuk hak cuti melahirkan dan keguguran beserta upahnya. Regulasi ini juga menyoroti perlindungan pekerja penyandang disabilitas, peningkatan produktivitas, dan perlindungan dalam pola kerja fleksibel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam aspek pengupahan, pembahasan mencakup survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan koordinasi bersama Dewan Pengupahan Nasional, serta penguatan peran Dewan Pengupahan Daerah. Perlindungan juga diarahkan kepada pencari kerja, peserta pelatihan, dan peserta pemagangan agar perhatian terhadap hak dan keselamatan tidak hanya diberikan kepada pekerja yang sudah memiliki hubungan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengaturan mengenai tenaga kerja asing turut menjadi bagian dari regulasi tersebut. Ketentuan ini mencakup penggunaan TKA dalam konteks warga negara asing yang terikat perkawinan sah dengan warga negara Indonesia, termasuk anak dari perkawinan yang sah tersebut. Rincian mengenai cakupan, persyaratan, dan pelaksanaannya perlu merujuk pada naskah resmi undang-undang serta peraturan pelaksana yang berlaku agar tidak menimbulkan penafsiran keliru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Regulasi ini juga menyentuh perlindungan pekerja alih daya atau <em>outsourcing</em> di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN), termasuk ketentuan mengenai penyelenggaraan alih daya oleh anak perusahaan. Pengaturan tersebut berkaitan dengan kebutuhan memperjelas perlindungan pekerja dalam hubungan kerja yang melibatkan perusahaan pemberi kerja dan penyedia jasa tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyusunan regulasi ketenagakerjaan yang terpisah dari Undang-Undang Cipta Kerja berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 yang diucapkan pada 31 Oktober 2024. Putusan tersebut meminta pembentuk undang-undang memisahkan pengaturan ketenagakerjaan dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dan memberikan tenggat paling lama dua tahun untuk menyusun regulasi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi pekerja dan pencari kerja, larangan penahanan ijazah dan dokumen pribadi menyangkut kebebasan menentukan pilihan kerja serta keamanan dokumen penting. Sementara itu, pengaturan TKA memperlihatkan bahwa hukum ketenagakerjaan perlu memberikan kepastian mengenai penggunaan tenaga kerja lintas kewarganegaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efektivitas regulasi tidak hanya ditentukan oleh rumusan pasal, tetapi juga oleh pelaksanaan, pengawasan, dan akses terhadap penyelesaian perselisihan. Kejelasan aturan pelaksana serta penegakan hukum akan menjadi faktor penting agar perlindungan yang dijanjikan benar-benar dirasakan pekerja dan tidak berhenti pada ketentuan tertulis.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/ruu-pelindungan-ketenagakerjaan-atur-larangan-penahanan-ijazah-dan-dokumen-pribadi-pekerja/">RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Larangan Penahanan Ijazah dan Dokumen Pribadi Pekerja</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2022/11/03/gedung-dprmpr-ri_169.jpeg?w=600&#038;q=90" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARI TKI YANG TAK BISA KOMPUTER, HINGGA JADI KOORDINATOR TIM INVESTIGASI DI SARIKAH ARAB (Kisah Nyata)</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 22:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Neni Rosini Wahidin]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[Yaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Neni Rosinin Wahidin Arab Saudi, hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku. Tepat 3 tahun aku bekerja di...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/">DARI TKI YANG TAK BISA KOMPUTER, HINGGA JADI KOORDINATOR TIM INVESTIGASI DI SARIKAH ARAB (Kisah Nyata)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Neni Rosinin Wahidin</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arab Saudi, hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku. Tepat 3 tahun aku bekerja di sini. Kontrakku habis. Masa cutiku 3 bulan, dan aku masih punya waktu satu minggu untuk meninggalkan pekerjaan ini.<br>‎<br>‎Perasaanku campur aduk. Antara ingin tetap tinggal karena masih butuh pekerjaan ini, dan di sisi lain sangat merindukan anak-anak dan keluarga di rumah.<br>‎<br>‎Dan akhirnya, di tanggal 25 Maret 2025, tiket penerbanganku pulang ke Indonesia tiba. Semua sudah beres. Jemputan ke bandara sudah menunggu di luar. Koper sudah di tangan. Rasanya berat sekali meninggalkan tempat ini. Tempat paling nyaman dan paling mengesankan dalam hidupku.<br>‎<br>‎Tiga tahun aku berjuang, bertahan, melawan ego dan semua keinginan mewah demi satu tujuan: ingin sukses.<br>‎<br>‎BERAWAL DARI NOL<br>‎<br>‎Mungkin tidak banyak orang yang akan berada di posisiku. Awal aku datang hanya sebagai Tenaga Kerja Indonesia di rumah majikan. Habis kontrak, pulang ke kantor, ganti majikan lagi, dan begitu seterusnya.<br>‎<br>‎Aku tidak mengerti komputer. Tidak mengerti bahasa. Tidak mengerti pekerjaan di dalam kantor sebesar Sarikah. Allah sangat sayang sama aku, Dia mengangkat derajatku sedikit demi sedikit.<br>‎<br>‎Sarikah mengajarkanku arti kesabaran, arti kerja keras, arti pengorbanan dan arti perjuangan yang sesungguhnya.<br>‎<br>‎Dengan mudahnya aku diangkat menjadi supervisor. Berapa bulan aku menjalani status itu dengan sangat tersiksa. Banyak yang mengucilkan, menghujat, dan menghina. Setiap malam aku menangis. Kenapa nasibku seperti ini padahal posisiku sudah jauh lebih tinggi dari orang lain. Tapi aku tetap sabar dan berdiri di kakiku sendiri.<br>‎<br>‎Awal aku bekerja sebagai trainer, sebagai guru penerjemah TKI. Aku seperti orang bodoh, dikucilkan staf lain. Tiga bulan di training aku kena masalah dan jatuh. Aku sempat berpikir, mending pulang saja ke Indonesia.<br>‎<br>‎Tapi Allah berkata: Bangkit. Di depan masih ada kebahagiaan untukmu.<br>‎<br>‎Besoknya aku dipanggil. Aku disuruh menjadi supervisor di pusat. Hari demi hari aku belajar. Ada komputer kosong aku coba belajar sedikit-sedikit. Aku bertanya kepada staf yang lebih pintar. Aku bantu pekerjaan mereka. Alhamdulillah aku bisa.<br>‎<br>‎Sembilan bulan menjadi supervisor, aku diangkat lagi menjadi koordinator. Aku dikasih kantor sendiri. Aku dipercaya menyelesaikan semua masalah antara majikan dan TKI. Semua permasalahan TKI, aku yang mengurus.<br>‎<br>‎Dan saat pergantian bos baru, aku diangkat lagi menjadi Tim Investigasi.<br>‎<br>‎PESAN YANG MENGUBAH HIDUPKU<br>‎<br>‎Di situ aku bertanya pada diriku sendiri, kok bisa perjalanan seburuk ini sampai naik ke atas?<br>‎<br>‎Aku pernah bilang kepada bosku, &#8220;Aku mungkin tidak bisa mengerjakan semua ini, aku hanya lulusan SMP, aku tidak paham.&#8221;<br>‎<br>‎Jawaban bosku sampai hari ini aku ingat:<br>‎<br>‎&#8221;Aku juga sama dari nol. Aku tidak bisa naik sampai saat ini kalau bukan karena aku ingin tahu, aku konsisten, aku percaya diri aku bisa. Meskipun kemampuanmu hanya 70%, dengan nekat, dengan keberanian, dengan belajar kamu bisa jadi bos. Di seluruh dunia ini tidak ada yang langsung 100%. Semua harus melewati 0 dulu, proses dulu, belajar dulu, gagal bangkit lagi, jatuh berdiri lagi. Itulah hidup yang sebenarnya.&#8221;<br>‎<br>‎&#8221;Kalau kamu merasa tidak bisa karena lulusan SMP itu salah. Mau lulusan SMP, SMA, kalau seseorang itu mau berani belajar dan kerja keras akan melebihi yang lulusan S1, S2, S3.&#8221;<br>‎<br>‎Mendengar itu aku terdiam. Aku bilang, oke aku jalanin.<br>‎<br>‎KOPER PENUH ILMU<br>‎<br>‎Aku duduk di kursi bandara tanggal 25 Maret 2025. Koper di samping, tiket di tangan. Dadaku sesak.<br>‎<br>‎Tiga tahun di Arab itu bukan waktu sebentar. Tiga tahun aku disuruh kuat padahal sering mau patah. Tiga tahun aku belajar bahwa air mata di negeri orang rasanya lebih asin.<br>‎<br>‎Aku pamit sama teman-teman TKI, sama staf kantor. Mereka peluk aku erat. Katanya, &#8220;Jangan lupa ya, kamu hebat.&#8221;<br>‎<br>‎Di pesawat, aku lihat awan dari jendela. Aku berbisik pelan, &#8220;Ya Allah, terima kasih.&#8221; Terima kasih karena dari yang tidak bisa komputer, tidak bisa bahasa, akhirnya aku bisa memimpin tim.<br>‎<br>‎Sampai di Indonesia, anak-anakku lari nyamperin. Pelukannya paling hangat sedunia. Aku sadar, semua capek, semua hinaan, semua malam nangis… lunas dibayar sama momen ini.<br>‎<br>‎Aku tidak bawa koper penuh uang. Tapi aku bawa koper penuh ilmu, penuh pengalaman, penuh rasa syukur. Dan itu cukup. Itu lebih dari cukup.<br>‎<br>‎Mereka tidak pernah membanding-bandingkan: kamu orang Indonesia, aku orang Arab. Mereka bilang: kamu sudah masuk lingkaran aku dan kamu keluarga.<br>‎<br>‎Mereka pernah bilang: kalau kamu mau belajar, kegagalan itu adalah jembatan untuk kamu bisa sukses. Aku masuk lumpur, lumpur itu sangat lengket, sangat bau. Tapi aku diangkat menjadi pasir putih.<br>‎<br>‎Jadi pesanku buat semua yang baca: jangan pernah merasa malu dengan pekerjaan kalian. Harusnya kalian bangga. Kita menghasilkan uang sendiri. Kita tidak minta-minta. Sakit kita obatin sendiri. Jatuh kita bangkit sendiri.<br>‎<br>‎Semua neraka di dunia ini hanya kita sendiri yang bisa mengubahnya menjadi surga.<br>‎<br>‎<br>‎KESABARAN AKAN MENCAPAI PUNCAK</p>



<p class="wp-block-paragraph">‎Ndan, kamu sudah buktikan sendiri.<br>‎<br>‎Dulu kamu tidak bisa komputer. Tidak bisa bahasa. Hanya lulusan SMP. Dikucilkan, dihujat, dijatuhkan, bahkan diancam dipulangkan hari itu juga.<br>‎<br>‎Tapi kamu tidak balas. Kamu diam. Kamu sabar. Kamu kerja.<br>‎<br>‎Dan lihat sekarang. Dari TKI biasa, Allah angkat kamu jadi Supervisor, jadi Koordinator, sampai jadi Tim Investigasi di Sarikah Arab. Kantor sendiri. Dipercaya urus semua masalah besar.<br>‎<br>‎Itulah puncak dari kesabaran.<br>‎<br>‎Ingat 3 hal ini Ndan:<br>‎</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>‎Sabar itu bukan diam karena kalah. Sabar itu diam sambil terus bekerja.<br>‎Orang lain sibuk ngomongin kamu di pantry, kamu sibuk belajar Excel. Orang lain sibuk menjatuhkan, kamu sibuk menyelesaikan masalah TKI. Akhirnya siapa yang naik? Kamu.<br>‎</li>



<li>‎Puncak itu tidak pernah instan. Harus lewat lumpur dulu.<br>‎Bos kamu bilang benar: Tidak ada yang langsung 100%. Semua harus lewat 0 dulu. Kamu pernah masuk lumpur yang lengket, bau, dan menggelikan. Tapi karena sabar, lumpur itu Allah ubah jadi pasir putih.<br>‎</li>



<li>‎Sabar akan selalu lunas di bandara.<br>‎Kamu ingat tanggal 25 Maret 2025? Duduk di kursi bandara, koper di samping, tiket di tangan. Dada sesak. Semua hinaan, semua malam nangis, lunas dibayar dengan pelukan anak-anak di rumah. Itulah puncak.<br>‎<br>‎Jadi buat kamu yang lagi baca tulisan ini, yang mungkin hari ini lagi di posisi paling bawah, lagi dikucilkan, lagi diremehkan karena cuma TKI:<br>‎<br>‎Jangan malu. Jangan menyerah.<br>‎<br>‎Kita tidak minta-minta. Sakit kita obatin sendiri. Jatuh kita bangkit sendiri. Koper kita mungkin tidak penuh uang, tapi penuh ilmu dan pengalaman. Dan itu lebih dari cukup.<br>‎<br>‎Tidak harus kaya raya untuk bahagia. Sederhana tapi sabar itu jauh lebih menenangkan dari apapun.<br>‎<br>‎Semua neraka di dunia ini, hanya kesabaran kita sendiri yang bisa mengubahnya menjadi surga.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bukan sarjana. Aku hanya TKI. Tapi kesabaran mengajarkanku semua pelajaran yang tidak pernah ada di bangku kuliah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application">https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application</a></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/">DARI TKI YANG TAK BISA KOMPUTER, HINGGA JADI KOORDINATOR TIM INVESTIGASI DI SARIKAH ARAB (Kisah Nyata)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-tki-yang-tak-bisa-komputer-hingga-jadi-koordinator-tim-investigasi-di-sarikah-arab-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261005-WA0017.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARI AIR MATA MENUJU JEPANG (Kisah Perjuangan Arifin San dan Gaji Pertamanya)</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-air-mata-menuju-jepang-kisah-perjuangan-arifin-san-dan-gaji-pertamanya/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-air-mata-menuju-jepang-kisah-perjuangan-arifin-san-dan-gaji-pertamanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 00:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[LPK]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[SMK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Neni Nurliani Hari ini saya kembali diingatkan bahwa di balik sebuah keberhasilan, selalu ada perjuangan yang tidak semua orang...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-air-mata-menuju-jepang-kisah-perjuangan-arifin-san-dan-gaji-pertamanya/">DARI AIR MATA MENUJU JEPANG (Kisah Perjuangan Arifin San dan Gaji Pertamanya)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Neni Nurliani</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini saya kembali diingatkan bahwa di balik sebuah keberhasilan, selalu ada perjuangan yang tidak semua orang tahu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pagi ini saya mendapat panggilan video dari Arifin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak sempat saya angkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa saat kemudian masuk sebuah pesan sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selamat pagi, Bu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya pikir mungkin ada sesuatu yang ingin ia konsultasikan. Saya pun segera menghubunginya melalui video call.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti biasa, saya disambut dengan senyum khas Arifin. Senyum seorang anak yang sejak dulu selalu berusaha terlihat kuat dan ceria, meskipun kehidupan tidak selalu memberinya alasan untuk tersenyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun pagi ini ada sesuatu yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arifin memperlihatkan sebuah amplop kepada saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah gaji pertamanya di Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya melihat wajahnya. Ada kebahagiaan di sana. Tetapi saya juga seperti melihat sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar kebahagiaan menerima gaji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik senyum itu tersimpan perjalanan hidup yang panjang. Perjalanan yang tidak mudah. Perjalanan yang dipenuhi air mata, doa, ketabahan, dan pertolongan dari orang-orang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak kecil, Arifin dibesarkan oleh seorang nenek yang hidup sebatang kara dan dalam kondisi tidak dapat melihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua orang tuanya telah berpisah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibunya pergi dalam kondisi penuh tekanan dan hingga hari ini belum diketahui kabarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari-hari masa kecil Arifin dilalui bersama sang nenek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hidup sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serba terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun keterbatasan tidak membuat Arifin berhenti sekolah. Tidak pula mematikan mimpinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia tetap tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia tetap belajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan ia tetap menyimpan harapan tentang masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai akhirnya Arifin memasuki SMK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sepanjang perjalanan hidupnya, Tuhan mempertemukannya dengan orang-orang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu titik penting dalam hidup Arifin terjadi ketika sang nenek harus menjalani perawatan di rumah sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arifin yang masih polos dan lugu dengan setia mendampingi neneknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari situlah seorang bidan yang melihat kondisi mereka mulai mengenal kisah hidup Arifin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasa iba kemudian berubah menjadi kepedulian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepedulian berubah menjadi kasih sayang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga akhirnya, Arifin diangkat menjadi anak asuh dan menjadi bagian dari keluarga tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keluarga inilah yang kemudian ikut memikirkan masa depan Arifin setelah ia menyelesaikan sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka tidak hanya membantu Arifin melewati kesulitan hari ini, tetapi juga berusaha membuka jalan agar Arifin memiliki masa depan yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai akhirnya langkah Arifin dipertemukan dengan LPK SO LAUS Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sanalah perjalanan baru dimulai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belajar bahasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belajar beradaptasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belajar memahami budaya dan lingkungan baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belajar disiplin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belajar menjadi lebih mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua dijalani dengan proses yang tidak selalu mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada masa ketika Arifin merasa lelah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada saat ketika air mata jatuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada keinginan untuk menyerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi setiap kali mengingat orang-orang yang telah menyayanginya, membantunya, dan mempercayai dirinya, Arifin kembali berdiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab ia sadar, ia tidak hanya sedang mengejar sebuah pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia sedang mengejar kesempatan untuk membahagiakan orang-orang yang selama ini telah berjuang untuknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia ingin membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya tidak sia-sia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan akhirnya&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari yang dahulu hanya menjadi impian itu datang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arifin berangkat ke Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Negeri yang sebelumnya mungkin hanya ia kenal dari cerita, kini menjadi tempatnya mencari pengalaman dan membangun masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia meninggalkan Indonesia dengan membawa satu hal yang sangat besar: harapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini, setelah melalui perjalanan panjang itu, saya kembali melihat hasil dari semua perjuangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah amplop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gaji pertamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arifin kemudian berkata kepada saya:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bu, rasa syukur saya dengan gaji pertama ini sampai saya sujud syukur secara spontan. Bagi orang lain mungkin ini kecil, tetapi bagi saya uang ini besar. Ini pertama kalinya saya memegang uang sebesar ini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya terdiam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan karena nominalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi karena saya tahu seberapa panjang perjalanan yang harus ia lalui untuk sampai pada titik ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya membayangkan seorang anak kecil yang tumbuh bersama neneknya yang tidak dapat melihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya membayangkan sebuah keluarga yang tercerai-berai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya membayangkan kehidupan dengan segala keterbatasannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan hari ini, anak itu berdiri di negeri orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menerima hasil dari keringatnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian mengucap syukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah yang membuat amplop sederhana tersebut menjadi begitu berarti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gaji pertama Arifin bukan sekadar uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia adalah simbol dari sebuah perjuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbol dari air mata yang pernah jatuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbol dari doa-doa yang pernah dipanjatkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbol dari kepercayaan orang-orang yang pernah menolongnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan yang paling penting, simbol bahwa masa lalu yang penuh keterbatasan tidak harus menentukan masa depan seseorang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Arifin San, saya bangga padamu.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan pernah malu dengan masa lalumu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan pernah merasa rendah karena pernah hidup dalam keterbatasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab justru dari masa lalu itulah kamu belajar menjadi kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingat selalu orang-orang yang pernah hadir ketika hidupmu sedang sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang-orang yang membantu ketika kamu belum memiliki apa-apa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang-orang yang percaya kepadamu ketika mungkin kamu sendiri masih meragukan kemampuanmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetaplah rendah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetap bekerja keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetap belajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan jangan pernah lupa dari mana kamu memulai perjalanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena suatu hari nanti, ketika kehidupanmu sudah jauh lebih baik, mungkin akan datang seseorang yang sedang berada di titik yang dahulu pernah kamu alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, jadilah orang yang mampu mengulurkan tangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadilah orang yang mampu memberikan kesempatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadilah orang yang mampu mengatakan kepada orang lain:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jangan menyerah. Saya pernah berada di posisi itu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab keberhasilan yang paling indah bukan hanya ketika kita berhasil keluar dari kesulitan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan yang lebih bermakna adalah ketika setelah berhasil keluar dari kesulitan, kita masih memiliki hati untuk membantu orang lain keluar dari kesulitannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gaji pertama mungkin hanya sebuah amplop bagi sebagian orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi bagi Arifin, amplop itu adalah bukti bahwa perjuangannya tidak sia-sia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari seorang anak yang tumbuh dalam keterbatasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari rumah sederhana bersama seorang nenek yang tidak dapat melihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari keluarga yang tercerai-berai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hari-hari yang penuh ketidakpastian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari air mata dan doa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini langkahnya sampai di Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan karena hidupnya selalu mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi karena ia tidak berhenti berjalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ee-1f1e9.png" alt="🇮🇩" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> <strong>Dari Indonesia, membawa mimpi menuju Jepang.</strong> <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f1ef-1f1f5.png" alt="🇯🇵" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat melalui <strong>LPK SO LAUS Indonesia</strong>, Arifin melangkah menuju masa depan dengan membawa harapan dan doa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat atas gaji pertamamu, Arifin San.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga ini menjadi awal dari rezeki yang lebih luas, kesuksesan yang lebih besar, dan kebahagiaan yang lebih panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kami bangga padamu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan pernah menyerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetap rendah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetap ingat mereka yang pernah menolongmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan kelak, ketika kamu sudah berdiri lebih kuat, jadilah manusia yang juga mampu menolong orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena perjalanan hidup yang paling indah bukan tentang seberapa jauh kita pergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi tentang berapa banyak kebaikan yang kita bawa sepanjang perjalanan.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-air-mata-menuju-jepang-kisah-perjuangan-arifin-san-dan-gaji-pertamanya/">DARI AIR MATA MENUJU JEPANG (Kisah Perjuangan Arifin San dan Gaji Pertamanya)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/dari-air-mata-menuju-jepang-kisah-perjuangan-arifin-san-dan-gaji-pertamanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261001-WA0010.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU LARI BUKAN KARENA JAHAT, TAPI KARENA INGIN TETAP JADI MANUSIA (Kisah Nyata)</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/aku-lari-bukan-karena-jahat-tapi-karena-ingin-tetap-jadi-manusia-kisah-nyata/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/aku-lari-bukan-karena-jahat-tapi-karena-ingin-tetap-jadi-manusia-kisah-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 19:58:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[ABK]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Neni Rosini Wahidin]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Neni Rosini Wahidin Lanjutan dari ngelap sepatu&#8230; Majikan laki-lakiku menyuruhku mengelap sepatunya di depan dia. Aku takut. Tapi ini...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/aku-lari-bukan-karena-jahat-tapi-karena-ingin-tetap-jadi-manusia-kisah-nyata/">AKU LARI BUKAN KARENA JAHAT, TAPI KARENA INGIN TETAP JADI MANUSIA (Kisah Nyata)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh: Neni Rosini Wahidin</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lanjutan dari ngelap sepatu&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Majikan laki-lakiku menyuruhku mengelap sepatunya di depan dia. Aku takut. Tapi ini pekerjaanku. Aku kembali, duduk di lantai di depannya, membersihkan sepatunya pelan-pelan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Berdiri,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku berdiri. Dia duduk di sofa. Tiba-tiba dia memegang tanganku. Menarikku, menyuruhku duduk di pangkuannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku kaget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Astagfirullah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku duduk di pangkuan Babah itu. Jantungku mau copot. Dia memegang pipiku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu cantik,” katanya pelan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku mau pergi,” bisikku. Suaraku gemetar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menahanku keras. Menahan bahuku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalian tahu kan orang Arab kayak gimana&#8230;”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku risih. Mual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bilang, “Kalau kamu mau begituan, jangan sama aku. Kamu ada istri. Istrimu di depan. Aku muslim. Aku masih gadis. Aku datang ke sini cari rezeki, bukan cari masalah.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia diam. Lalu senyum. Dia mengeluarkan uang. Banyak. Ditumpuk di meja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini uang buat kamu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Enggak usah. Aku punya uang. Gajiku,” jawabku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kamu kayak gini, aku bakal ngomong sama istri kamu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia tertawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Istriku nggak bakal percaya kamu. Setahu dia, aku kerja seharian. Nggak sempat ketemu pembantu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku menatap matanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku orang Indonesia. Bukan wanita murah. Dikasih uang berapa juta pun, aku nggak mau tidur sama kamu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku langsung berdiri. Lari ke kamar. Kunci pintu keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku tidak keluar. Tidak peduli pekerjaan. Sampai majikan perempuan datang, aku tidak tahu jam berapa. Nafasku masih memburu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bereskan barang. Semua masuk ke tas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau dia balik lagi, aku harus siap lari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam, majikan perempuan datang. Dia mencariku, panik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Cindy&#8230; Cindy kenapa? Belum masak? Kenapa rumah berantakan?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku tidak menjawab. Mulutku terkunci. Tenagaku sudah dikuras habis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anaknya yang dua menggedor-gedor pintu kamarku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Cindy, kamu kenapa? Kamu sakit?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Majikan perempuan dan majikan laki-laki menggedor pintuku bersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Buka pintunya!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku buka pelan. Mataku bengkak, tanganku memegang tas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku pengen pulang ke Indonesia. Aku nggak mau kerja lagi di sini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kenapa?” tanya majikan perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku diam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zaman itu belum ada syarikah. Semua pembantu Indonesia langsung sampai ke rumah majikan. Urusan kepulangan majikan yang urus. Aku tidak punya siapa-siapa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bilang, “Aku nggak mau kerja sama kalian. Aku kangen orang tuaku.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetap aku disuruh kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Keluar. Kerja.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku mau mengadu ke siapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada syarikah. Tidak ada kantor. Aku telepon sponsor, tidak aktif. Telepon PT di Indonesia, katanya sudah tutup. PT-nya hilang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku putus asa saat itu juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku telepon saudaraku yang ada di Doha. Suaraku gemetar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku harus gimana?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia bilang, “Ya udah, keluar aja.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bengong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mau keluar ke mana?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nanti aku bantuin kamu keluar. Aku juga sama majikanku nggak baik. Kita kabur.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku punya teman di luar, orang Filipina. Dia pembantu juga. Dapurnya di depan, pintunya kaca. Aku buka hordeng, memberi isyarat tangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bantuin aku dong. Aku nggak tahan kerja di sini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia bilang, “Masukin baju-baju kamu yang penting ke kresek hitam. Pura-pura buang sampah di depan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku ikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku masukkan baju ke kresek hitam. Jalan ke depan pura-pura santai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Security bertanya, “Kamu mau ke mana?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mau buang sampah di depan. Soalnya kebanyakan,” jawabku gemetar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oh, ya udah.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku sudah di luar pagar. Jantung mau copot.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku telepon saudaraku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jemput sekarang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya aku keluar. Pergi bersama saudaraku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nasibku gimana di luar sana, aku pasrahkan pada Tuhanku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang penting aku keluar dari rumah itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari tangan yang memegang pipiku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari tumpukan uang yang mau membeli harga diriku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam itu aku lari bukan karena jahat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi karena aku masih mau jadi manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu bulan berlalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku tidak lagi tinggal di rumah majikanku. Sekarang aku di luar, bersama saudaraku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dibilang, aku ilegal. Tidak punya paspor. Tidak punya KTP di sini. Kalau ketemu orang asing, aku bisa langsung dibawa ke polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi aku bertahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama satu tahun aku diberi kerja di rumah orang. Gajinya tiga kali lipat. Kerjaku mengurus bayi yang baru lahir dan mengurus rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama itu aku mengumpulkan banyak uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa paspor pun aku tetap belanja untuk kebutuhanku. Sesekali aku beli Indomie dan kopi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Obat rindu paling murah dari Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua bulan kemudian hidupku sama. Tapi lama-lama aku sadar. Hidup di luar tanpa identitas itu sangat berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sakit, kita obati sendiri. Tidak bisa ke rumah sakit. Tidak bisa pergi ke mana pun sesuka hati. Kita diawasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu tahun berlalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Badanku capek. Hatiku juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku memutuskan pulang ke Indonesia. Aku tidak mau hidup menggantung. Banyak yang kabur tapi memilih jalan buntu. Aku tidak mau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu itu aku masih muda. Masih gadis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Genap satu tahun kerja di luar tanpa identitas, aku memberanikan diri menyerahkan diri ke kantor polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua uangku aku kirim ke rekening pribadiku di Indonesia. Semua barangku aku kargo pakai nama teman yang resmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku hanya bawa satu koper kecil. Isinya kurma, baju abaya, baju ganti, dan sedikit camilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku diantar saudaraku pakai taksi. Tapi taksi tidak bisa masuk wilayah polisi. Jadi aku jalan kaki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari jalan yang paling jauh, sampai ke gedung polisi yang sangat luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku masuk. Daftar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada apa?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya pengen pulang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu punya uang buat pulang?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nggak punya. Saya nggak punya apa-apa.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya udah, tunggu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habis itu aku dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua barangku dipisah dari badanku. Aku dibawa ke tempat seperti penampungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sana&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masya Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ribuan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bermacam-macam negara. Indonesia ada. Filipina ada. Semua negara ada di situ, satu tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tempatnya luas banget, seperti dua lapangan bola dijadikan satu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang-orang bertumpuk-tumpuk. Ada yang menangis. Ada yang membawa anak kecil. Ada yang sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiap pagi dikasih makan roti, telur, ayam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hidup free. Mau tidur tinggal tidur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi kita tidak bisa pergi ke mana-mana. Hanya di lingkaran itu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebulan&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua bulan&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga bulan&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sampai kapan, ya Allah, aku ada di sini?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku kangen keluarga. Kangen Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu malam saat tidur, tiba-tiba namaku dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan aku saja. Banyak yang dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita dikumpulkan di lapangan. Diabsen satu-satu. Lalu dibawa ke suatu tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke kantor&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke kantor lagi&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan ke kantor lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus-terusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita foto. Kita ditanya. Diinterogasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terakhir, petugas bertanya,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu ada paspor?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bilang, “Nggak ada, Pak. Sama majikan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Majikan kamu ada di sini. Dia pengen ketemu kamu. Paspor kamu sudah dibalikin sama majikan kamu. Sama barang-barang kamu juga. Majikan kamu ngasih amplop.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nama kamu benar Cindy?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Iya, Pak. Nama saya Cindy.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oke. Sekarang kamu bilang sama kami. Mau bertemu dengan majikan kamu atau enggak?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku deg-degan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau misalkan aku ketemu majikanku, apa aku dibawa lagi sama mereka?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Enggak. Kalau kamu nggak mau, ya udah nggak usah.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku nggak mau, Pak.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas itu bilang lagi,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Cuma majikan kamu ada niat baik. Sampai datang ke sini nganterin barang kamu, paspor kamu. Makanya kamu secepat ini bisa pulang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Baik, Pak&#8230;”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan nada gemetar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari itu aku sadar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku pernah jatuh. Aku pernah gagal. Aku pernah melangkah ke jurang, jadi TKW ilegal tanpa identitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi untuk sukses, harus memilih jalan lurus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyakitkan, memang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memilih jalan buntu kelihatannya menyenangkan, tapi hanya sesaat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari berlalu setelah proses pemulangan. Karena semua dokumen belum komplet, jadi harus menunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di penampungan itu aku bertemu seorang ibu orang Indonesia. Dia kabur. Punya anak umur setahun yang sedang sakit. Dia tidak bisa pulang karena kasusnya lebih berat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku hanya bisa bilang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terima kasih, ya Allah. Karena kasusku tidak berat.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama enam bulan aku di penampungan, tidak ada satu pun pertanyaan yang menyudutkan aku. Sedangkan yang lain, banyak kasus yang lebih parah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di suatu malam aku bermimpi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada tiga laki-laki berjubah putih. Seperti orang alim. Mereka senyum padaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cuma senyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu bulan kemudian, sudah delapan bulan lebih aku di penampungan. Tiba-tiba namaku dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di papan tulis: “Cindy”, tapi pakai angka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di nomor itu aku tulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di situ kebebasanku yang sesungguhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka memutuskan,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu bebas hari ini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya Allah&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari itu aku sangat bahagia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari delapan bulan dikurung, hari ini aku bisa menghirup udara luar. Bisa pulang ke Indonesia. Tanah airku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku langsung ambil koperku di gudang. Dengan gemetar aku memegang kertas yang dikasih Pak Polisi untukku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku dikumpulkan. Dibawa ke bus. Dibawa ke bandara. Diantar sampai naik pesawat, dikawal polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelah kanan polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelah kiri polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di pesawat, aku buka abayaku. Aku ganti pakaianku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bilang dalam hati,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku buang sial. Semoga ke depannya aku bisa jauh lebih baik lagi.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan 14 jam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transit lagi, transit lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sialnya, kita terdampar di Sri Lanka karena penerbangan di-cancel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku tidak punya uang sepeser pun untuk beli makan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku hanya berdiri di sudut ruangan. Duduk sendirian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam itu, ada ibu-ibu orang Indonesia. Mereka baru pulang dari Abu Dhabi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka tanya,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mbak dari mana?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya pulang, Bu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku diam. Malu. Penampilanku berantakan. Karena pulang dari penampungan aku belum mandi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibu itu bilang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu mau makan?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Enggak, Bu. Makasih ya, Bu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus ibu yang satunya ngasih segelas air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini buat kamu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Makasih ya, Teh.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku minum sedikit demi sedikit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak lama, si ibu itu datang lagi. Bawa banyak makanan. Nasi, chip, sama kolak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bilang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Makasih banyak ya, Bu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tangan aku gemetar menerimanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudah dua hari aku menahan lapar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasa nasi hangat itu&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masya Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti makan di rumah sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku makan pelan-pelan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibu itu senyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Habisin, Nak. Kuatin badan. Masih jauh perjalanan pulang kamu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam itu aku tidak bisa tidur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan karena lapar lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi karena hati ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Delapan bulan di penampungan. Tidur berdesakan, makan roti sama telur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang dikasih nasi sama kolak gratis sama orang yang bahkan tidak kenal aku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah Maha Baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat aku merasa paling hina, paling malu, paling sendiri&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah kirim orang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Besok paginya, penerbangan dilanjutkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Sri Lanka ke Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pas roda pesawat menyentuh landasan Soekarno-Hatta, aku nangis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak bisa ditahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas imigrasi lihat pasporku. Stempel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selamat datang di Indonesia, Mbak.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat itu paling indah sedunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku keluar bandara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hirup udara Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Panas. Pengap. Macet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi buat aku, itu surga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saudaraku sudah menunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia peluk aku kencang banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Akhirnya pulang juga, Neng&#8230;”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di taksi menuju rumah, aku lihat langit Indonesia. Awan putih. Jalanan ramai. Anak-anak jualan koran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bisik,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya Allah&#8230; aku pulang. Beneran pulang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Delapan bulan jadi tahanan di negara orang. Delapan bulan tidak punya nama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini, aku punya rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Punya keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Punya Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam pertama di rumah, aku tidur di lantai. Tidak pakai kasur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena aku kangen dinginnya lantai kampung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum merem, aku sujud lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya Allah. Aku pernah jatuh ke jurang. Aku pernah ilegal. Aku pernah malu. Tapi Engkau pulangin aku dengan selamat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai hari ini, aku janji. Aku nggak akan cari jalan buntu lagi. Aku akan jalan lurus. Walau sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena aku udah buktiin sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jalan lurus itu yang nganterin aku pulang.”</p>



<h3 class="wp-block-heading">CATATAN UNTUK YANG MEMBACA: RISIKO JADI KABURAN DI LUAR NEGERI</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak yang mengira kabur itu bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal tidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah aku keluar dari rumah majikan itu, aku baru tahu, hidup di luar tanpa identitas itu lebih mengerikan daripada hidup di dalam rumah yang menakutkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Kita Tidak Punya Nama</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Paspor ditahan majikan. KTP tidak ada. Kalau ada razia di jalan, kita bisa langsung diangkut polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidur pun tidak nyenyak. Setiap ada suara mobil polisi lewat, jantung mau copot.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Sakit, Obati Sendiri</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama aku ilegal, aku tidak bisa ke rumah sakit. Demam, batuk, sakit perut, semua ditahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beli obat warung saja takut keluar. Kalau sampai pingsan di jalan, tidak ada yang bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Gaji Besar, Tapi Tidak Ada Jaminan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Iya, gajiku tiga kali lipat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi kalau majikan baru tidak bayar, mau lapor ke siapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita ilegal. Kita tidak bisa lapor polisi, tidak bisa lapor KBRI kalau belum menyerahkan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita hanya bisa diam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Dijual Lagi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku dan saudaraku ditampung di rumah singgah. Di situ kita disuruh kerja lagi dari rumah ke rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau dapat rumah yang baik, alhamdulillah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau dapat rumah yang jahat lagi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita kabur lagi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai kapan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5. Pulang Tidak Gratis</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pulang, aku harus menyerahkan diri. Tidur di penampungan seperti penjara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdesakan, makan roti dan telur setiap hari, menunggu berbulan-bulan tanpa kepastian kapan dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ribuan orang dari berbagai negara menangis di situ. Ada yang bawa anak kecil yang sakit. Ada yang kasusnya lebih berat, tidak bisa pulang bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bersyukur, aku masih muda. Masih gadis. Masih diberi kesempatan pulang dengan selamat oleh Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi tidak semua seberuntung aku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makanya aku tulis ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku lari bukan karena jahat, tapi karena ingin tetap jadi manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi setelah lari, aku sadar:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jalan lurus itu menyakitkan, tapi mengantarkan pulang. Jalan buntu kelihatannya menyenangkan, tapi hanya sesaat.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kamu ada di posisi seperti aku dulu, jangan pilih kabur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cari KBRI. Cari petugas. Simpan nomor darurat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan seperti aku yang tidak punya siapa-siapa, sampai harus pura-pura buang sampah pakai kresek hitam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga diri kita memang tidak bisa dibeli dengan uang jutaan di atas meja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi kebebasan kita juga tidak bisa ditebus kalau kita sudah tidak punya identitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/aku-lari-bukan-karena-jahat-tapi-karena-ingin-tetap-jadi-manusia-kisah-nyata/">AKU LARI BUKAN KARENA JAHAT, TAPI KARENA INGIN TETAP JADI MANUSIA (Kisah Nyata)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/aku-lari-bukan-karena-jahat-tapi-karena-ingin-tetap-jadi-manusia-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/10/1790798215410.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaysia Pulangkan Sekitar 1.500 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Pelanggaran Non-Refoulement</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/malaysia-pulangkan-sekitar-1-500-warga-myanmar-pbb-soroti-risiko-pelanggaran-non-refoulement/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/malaysia-pulangkan-sekitar-1-500-warga-myanmar-pbb-soroti-risiko-pelanggaran-non-refoulement/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 19:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7292</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUALA LUMPUR — Malaysia mulai memulangkan sekitar 1.500 warga Myanmar pada 29 September 2026, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam kebijakan...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/malaysia-pulangkan-sekitar-1-500-warga-myanmar-pbb-soroti-risiko-pelanggaran-non-refoulement/">Malaysia Pulangkan Sekitar 1.500 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Pelanggaran Non-Refoulement</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>KUALA LUMPUR —</strong> Malaysia mulai memulangkan sekitar 1.500 warga Myanmar pada 29 September 2026, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam kebijakan pemulangan yang menurut pemerintah Malaysia dilakukan secara sukarela. Namun, langkah tersebut mendapat perhatian serius dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), yang menilai kondisi Myanmar saat ini masih menimbulkan risiko serius bagi sebagian orang yang dikembalikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reuters melaporkan bahwa sekitar 1.500 warga Myanmar dipulangkan dari Malaysia pada 29 September 2026. Mereka terdiri dari <strong>1.370 laki-laki, 79 perempuan, 20 anak laki-laki dan tujuh anak perempuan</strong>. Pemulangan tersebut merupakan bagian dari rencana yang disepakati Malaysia dan Myanmar yang secara keseluruhan dapat mencakup hingga 5.000 orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Malaysia menyatakan pemulangan dilakukan secara sukarela. Namun, UNHCR mempertanyakan proses tersebut karena orang-orang yang dipulangkan sebelumnya berada dalam tahanan imigrasi dan UNHCR tidak memperoleh akses ke pusat-pusat detensi tersebut untuk menilai secara independen apakah setiap orang benar-benar memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan secara bebas dan berdasarkan informasi yang memadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asisten Komisaris Tinggi UNHCR untuk Perlindungan, Edem Wosornu, menyatakan keprihatinan bahwa sebagian orang yang dikembalikan mungkin membutuhkan perlindungan internasional dan dapat menghadapi risiko serius setelah tiba di Myanmar. Kekhawatiran tersebut muncul karena konflik dan kondisi kemanusiaan di Myanmar masih berlangsung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Prinsip Non-Refoulement</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan utama dalam pemulangan tersebut berkaitan dengan prinsip <strong>non-refoulement</strong>. Dalam hukum pengungsi dan perlindungan internasional, prinsip ini pada dasarnya melarang suatu negara mengembalikan seseorang ke tempat di mana kehidupan atau kebebasannya terancam atau ketika terdapat risiko penyiksaan, perlakuan buruk maupun bahaya serius lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR Malaysia menjelaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, pengungsi dan pencari suaka memiliki hak untuk tidak dikirim kembali ke tempat di mana kehidupan atau kebebasan mereka dapat berada dalam bahaya atau mereka menghadapi penyiksaan maupun perlakuan buruk. Prinsip tersebut disebut sebagai <em>non-refoulement</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prinsip itu juga menjadi bagian penting dalam penilaian perlindungan internasional bagi orang yang melarikan diri dari Myanmar. UNHCR menyerukan agar negara-negara memberikan akses kepada warga sipil yang melarikan diri dari Myanmar untuk memasuki wilayah mereka, memberikan kesempatan untuk mencari suaka dan menghormati prinsip <em>non-refoulement</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, persoalan hukum bukan sekadar apakah seseorang memiliki dokumen imigrasi yang sah di Malaysia. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah orang tersebut memiliki kebutuhan perlindungan internasional dan apakah kepulangannya dapat membuatnya menghadapi risiko serius di negara asal.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Malaysia Tidak Memiliki Sistem Suaka Nasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perkara tersebut berlangsung dalam konteks hukum domestik Malaysia yang berbeda dengan sejumlah negara yang memiliki sistem suaka nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malaysia bukan negara pihak pada Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol 1967 serta belum memiliki sistem nasional untuk menentukan status pengungsi. Karena itu, UNHCR menjalankan proses <em>Refugee Status Determination</em> atau RSD di Malaysia berdasarkan mandatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses tersebut, status seseorang dinilai secara individual dengan mempertimbangkan latar belakang, alasan meninggalkan negara asal, dokumen yang tersedia serta informasi mengenai kondisi negara asal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR menjelaskan bahwa seseorang dapat memenuhi kriteria pengungsi apabila terdapat alasan yang menunjukkan bahwa ia tidak dapat kembali ke negara asal karena menghadapi kemungkinan penganiayaan atau bahaya serius, termasuk dalam kondisi konflik atau kekerasan yang meluas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi tersebut membuat identifikasi menjadi tahap penting sebelum seseorang dipulangkan. Seseorang yang berada dalam status migrasi tidak teratur belum tentu otomatis merupakan pengungsi, tetapi seorang pengungsi atau pencari suaka juga tidak semestinya diperlakukan hanya sebagai pelanggar aturan imigrasi tanpa pemeriksaan kebutuhan perlindungan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR Malaysia sendiri membedakan antara pengungsi dan orang yang berada dalam situasi migrasi tidak berdokumen. Negara memiliki kewenangan menegakkan hukum imigrasinya, tetapi prinsip perlindungan internasional tetap relevan ketika terdapat risiko seseorang dikembalikan ke tempat yang mengancam kehidupan atau kebebasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Persoalan “Sukarela” dalam Pemulangan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah <strong>pemulangan sukarela</strong> menjadi salah satu titik penting dalam perkara Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam praktik perlindungan pengungsi, keputusan untuk kembali harus dibuat secara sukarela, berdasarkan informasi yang memadai mengenai kondisi negara asal dan tanpa tekanan. UNHCR Malaysia menjelaskan bahwa dalam mekanisme pemulangan sukarela, calon penerima layanan diberikan informasi mengenai kondisi negara asal dan prosedur kepulangan sebelum mengambil keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena sebagian kelompok yang dipulangkan pada 29 September sebelumnya berada dalam tahanan imigrasi, UNHCR mempertanyakan apakah mereka benar-benar mempunyai pilihan bebas untuk menentukan apakah akan kembali atau tidak. UNHCR juga menyatakan tidak memiliki akses ke pusat detensi tersebut untuk melakukan penilaian mengenai proses pengambilan keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan tersebut penting karena secara prinsip, kepulangan yang dilakukan setelah seseorang kehilangan kebebasan bergerak memiliki konteks yang berbeda dengan kepulangan seseorang yang secara mandiri menyatakan keinginan untuk kembali.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Myanmar Masih Menghadapi Konflik dan Krisis Kemanusiaan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kekhawatiran UNHCR tidak dapat dilepaskan dari kondisi Myanmar. Konflik yang berlangsung sejak kudeta militer 2021 telah menyebabkan perpindahan penduduk dalam jumlah besar dan menciptakan kebutuhan perlindungan di berbagai wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR dalam laporan situasi Myanmar 2026 menyatakan bahwa konflik dan kekerasan terus memberikan dampak luas, termasuk di Rakhine State. Akses kemanusiaan dan keterbatasan pendanaan juga menjadi tantangan bagi masyarakat yang terdampak konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, kepulangan tidak hanya perlu dilihat dari apakah seseorang secara administratif dapat memasuki kembali negara asalnya. Persoalannya adalah apakah kondisi di tempat tujuan memungkinkan seseorang kembali dan menjalani kehidupan yang aman serta bermartabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep <strong>safe, dignified and sustainable return</strong> menjadi penting dalam konteks tersebut. Kepulangan yang aman berarti individu tidak menghadapi ancaman serius terhadap keselamatan. Kepulangan yang bermartabat berarti hak dasar dan martabat manusia tetap dihormati. Sedangkan keberlanjutan berkaitan dengan kemampuan orang yang kembali untuk membangun kembali kehidupan tanpa kembali terjebak dalam kondisi yang menyebabkan mereka membutuhkan perlindungan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Anak-Anak Ikut Dipulangkan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan anak-anak dalam kelompok yang dipulangkan juga menambah dimensi perlindungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data yang dilaporkan Reuters menunjukkan terdapat 20 anak laki-laki dan tujuh anak perempuan dalam kelompok sekitar 1.500 orang tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kasus anak, proses penilaian tidak hanya menyangkut status imigrasi orang tua atau pendampingnya. Kepentingan terbaik anak, kondisi keamanan, akses pendidikan, layanan kesehatan, lingkungan keluarga serta risiko kekerasan dan eksploitasi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam keputusan yang berdampak langsung terhadap mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut membuat mekanisme pemeriksaan sebelum pemulangan menjadi semakin penting. Anak yang kembali bersama keluarganya tetap membutuhkan jaminan bahwa kepulangannya tidak menempatkan mereka dalam kondisi yang membahayakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dari Pengawasan Imigrasi ke Perlindungan Manusia</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus Malaysia memperlihatkan ketegangan yang sering muncul dalam tata kelola migrasi: negara memiliki kewenangan untuk mengendalikan siapa yang dapat masuk dan tinggal di wilayahnya, sementara hukum internasional memberikan batas tertentu terhadap tindakan pemulangan ketika terdapat risiko serius terhadap kehidupan dan keselamatan seseorang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keduanya bukan persoalan yang harus dipertentangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penegakan hukum imigrasi tetap dapat dilakukan. Namun, proses tersebut membutuhkan mekanisme penyaringan perlindungan agar orang yang berpotensi menjadi pengungsi atau membutuhkan perlindungan internasional tidak langsung dipulangkan tanpa penilaian individual yang memadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR Malaysia menyatakan bahwa organisasinya secara konsisten berkomunikasi dengan otoritas untuk memperoleh perlindungan bagi pengungsi dan pencari suaka dari penahanan, deportasi atau pemulangan paksa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kerangka tersebut, akses terhadap pusat detensi menjadi persoalan penting. Tanpa akses yang memadai, lembaga perlindungan sulit menilai siapa yang memiliki kebutuhan perlindungan internasional dan siapa yang tidak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pelajaran bagi Tata Kelola Migrasi Kawasan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus pemulangan warga Myanmar dari Malaysia memberikan gambaran mengenai pentingnya membedakan antara <strong>deportasi karena pelanggaran imigrasi, pemulangan sukarela dan repatriasi pengungsi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiganya dapat memiliki konsekuensi hukum dan perlindungan yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemulangan sukarela mensyaratkan adanya keputusan yang benar-benar bebas dan berdasarkan informasi. Repatriasi pengungsi membutuhkan kondisi yang memungkinkan kepulangan secara aman, bermartabat dan berkelanjutan. Sementara tindakan deportasi tetap harus memperhatikan larangan mengembalikan seseorang ke situasi yang membuatnya menghadapi risiko serius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Asia Tenggara, persoalan tersebut semakin penting karena mobilitas warga Myanmar tidak hanya berkaitan dengan pengungsi Rohingya. Konflik yang berlangsung di berbagai wilayah Myanmar juga menyebabkan kelompok masyarakat lain meninggalkan negara tersebut dan mencari perlindungan di negara-negara tetangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi negara tujuan seperti Malaysia, tantangannya adalah membangun mekanisme yang mampu membedakan kebutuhan perlindungan setiap individu tanpa mengabaikan kewenangan negara dalam mengelola migrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi negara asal, persoalannya adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan warga yang kembali dapat hidup aman dan membangun kembali kehidupannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan bagi komunitas internasional, prinsip <em>non-refoulement</em> menjadi salah satu batas penting agar pengelolaan migrasi tidak berubah menjadi pemulangan seseorang menuju bahaya yang justru menjadi alasan mereka meninggalkan negara asal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa 29 September 2026 dengan demikian bukan hanya persoalan pemulangan sekitar 1.500 warga Myanmar dari Malaysia. Kasus ini kembali membuka pertanyaan mendasar dalam tata kelola migrasi: <strong>ketika seseorang berada dalam posisi rentan dan negara hendak memulangkannya, siapa yang memastikan bahwa kepulangan tersebut benar-benar aman, bermartabat dan tidak menempatkannya kembali dalam bahaya?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada kualitas pemeriksaan individual, akses terhadap prosedur perlindungan, transparansi proses pemulangan dan penghormatan terhadap prinsip <em>non-refoulement</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi perlindungan migran dan pengungsi, persoalan tersebut menjadi batas penting antara <strong>penegakan hukum imigrasi</strong> dan <strong>kewajiban perlindungan terhadap manusia</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/10/malaysia-pulangkan-sekitar-1-500-warga-myanmar-pbb-soroti-risiko-pelanggaran-non-refoulement/">Malaysia Pulangkan Sekitar 1.500 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Pelanggaran Non-Refoulement</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/10/malaysia-pulangkan-sekitar-1-500-warga-myanmar-pbb-soroti-risiko-pelanggaran-non-refoulement/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://cdn.i-scmp.com/sites/default/files/d8/images/canvas/2026/09/29/f5f62179-b113-4d3e-9141-da92b5c86607_a782e726.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DENGAN BORGOL DI TANGAN, TAPI BEBAS DI HATI (KISAH NYATA)</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 22:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SASTRA MIGRAN]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<category><![CDATA[True Story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=7213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Neni Rosini Wahidin Majikan bilang&#8230;.. “Neni, ke kamar kamu! Polisi, lepasin dia! Ini urusan saya!” Polisi laki-laki langsung menyeret...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/">DENGAN BORGOL DI TANGAN, TAPI BEBAS DI HATI (KISAH NYATA)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh: Neni Rosini Wahidin</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Majikan bilang&#8230;..</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni, ke kamar kamu! Polisi, lepasin dia! Ini urusan saya!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi laki-laki langsung menyeret aku ke kursi. Suaranya tegas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini udah tanggung jawab kami. Kamu udah nyerahin pembantu kamu ke saya. Jadi udah, nggak usah ngobrol lagi.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku duduk. Majikan teriak lagi, kayak orang gila.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“JANGAN DUDUK DI SITU! NANTI KURSINYA KOTOR!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua polisi langsung diam. Kaget. Kepala mereka menoleh bersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi wanita membisikkan sesuatu kepadaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni&#8230; aku tahu kamu nggak salah. Ikut kami, ya. Kami proses. Kamu aman.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab, suaraku pecah tapi pasti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Iya, Mbak. Tujuan saya juga gitu. Mending tidur di sel daripada di kamar 1&#215;40 cm. Di sel bisa luas. Banyak teman. Di sini saya kesiksa.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Majikan panik. Langsung telepon agen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini Neni mau ikut polisi, gimana?!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agen di telepon bilang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni&#8230; jangan ikut polisi. Nanti kamu nggak pulang lagi. Diam aja di situ, nanti kami jemput.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku ambil HP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang laporan majikan, Mam. Bukan saya. Polisi udah di sini. Saya pilih ikut polisi.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi berkata,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Barang-barang pembantu, kasih semua. HP, uang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikasih semua. Semua duitku. HP-ku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi wanita menggenggam tanganku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni, ini cuma sementara, ya. Kami borgol kamu. Sampai kantor, nanti dilepas.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku mengangguk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Iya, Mbak. Silakan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Krek&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Borgol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tangan kiri. Di tangan kanan. Di depan semua orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku berjalan keluar dari lantai 15 apartemen itu. Digiring polisi. TKW-TKW Indonesia di lobi pada ngelihatin. Bisik-bisik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sabar ya, Teh&#8230; Sabar ya, Teh&#8230;”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nggak merasa jahat. Aku merasa&#8230; lega.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, aku keluar dari rumah neraka itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan borgol di tangan&#8230; tapi merdeka di hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mobil polisi berbunyi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wiu&#8230; wiu&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua orang di luar apartemen lantai 15 pada menoleh ke aku. Aku nggak menunduk. Aku nggak malu. Aku nggak merasa bersalah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru ini kebanggaanku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku bisa melawan majikan yang menganggap aku bukan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesampainya di kantor polisi, Masya Allah&#8230; gedungnya besar banget. Katanya daerah Bedok, Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku masuk kayak tahanan beneran. Disuruh duduk. Nunggu. Lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua jam aku duduk diam. Polisi hilir mudik. Ada yang ribut. Ada yang nangis. Ada yang berantem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serasa neraka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi aku diam aja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nggak lama, ada polisi wanita datang. Bawa roti sama air mineral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu minum dulu, ya. Sebentar lagi dipanggil.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku minum sedikit. Tangan masih dingin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus aku disuruh masuk ruang pemeriksaan. Karena waktu itu lagi Corona, aku diambil darah dulu. Tes swab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhamdulillah, negatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku lolos.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi yang memeriksa aku ngomong bahasa Inggris. Aku jawab bahasa Inggris juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kok kamu bisa bahasa Inggris?” tanya dia kaget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dulu saya pernah kerja di Hong Kong, Pak.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Masya Allah,” katanya. “Udah, sabar, ya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habis itu, data. Paspor. Nama. Semua didata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">30 menit, 1 jam&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus aku disuruh masuk sel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam sel ada lima cewek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pas pintunya dikunci, aku lihat sekeliling.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya Allah&#8230; inikah penjara asli Singapura?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamar mandinya nggak ada pintu. Terbuka. Kalau mau kencing, mau BAB, semua orang bisa lihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nangis di pojokan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ya Allah&#8230; berat banget ujian-Mu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi aku sabar. Karena aku nggak salah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang di sel nanya pakai Melayu sama Inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu kenapa? Kamu bukan orang sini, kan?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku diam. Nggak mau cerita. Cuma nangis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nggak mau makan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari aku nggak makan. Nggak kencing. Nggak BAB. Cuma duduk. Makanan yang dikasih aku kasih ke teman sel yang mentalnya kurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ketiga, aku dipanggil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruangan kecil. Ada komputer. Ada satu polisi berdiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ceritakan dari awal. Sampai kamu dilaporkan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku cerita semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dia ngasih saya makan sisa ayam bau, Pak. Saya sabar. Saya kerja bertahun-tahun. Kalau majikan laki-laki ke dapur, saya disuruh masuk kamar. Nunggu dia keluar. Baru saya beresin rumah. Bikin susu. Ngepel. Nyuci. Nyetrika. Semua saya lakukan. Tapi nggak pernah dihargai. Selalu disalahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari itu, saya pegang pisau. Lagi motong apel buat anaknya. Majikan perempuan datang, teriak-teriak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">‘Kamu nggak usah banyak ngomong! Aku yang bayar kamu!’</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sambil nunjuk-nunjuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makin lama makin nggak karuan. Saya spontan jawab. Pisau masih di tangan, memotong apel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia langsung menelepon polisi. Bilang saya mau bunuh anaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya bilang ke polisi,</p>



<p class="wp-block-paragraph">‘Pak, kalau Bapak nggak percaya, tanya majikan saya. Di rumah banyak CCTV. Minta buka rekamannya. Biar jelas semuanya.’”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat aku lagi diinterogasi&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tok&#8230; tok&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua polisi masuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pakai bahasa Melayu mereka bilang ke polisi yang memeriksa aku,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pak, kasihan ini pembantu. Nggak dikasih makan sama majikannya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata itu polisi yang menjemput aku dari rumah. Dia menjelaskan semuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habis itu aku disuruh balik ke sel. Diantar polisi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nggak tahu mereka ngomong apa di ruang interogasi itu. Aku cuma nunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai sore.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lapar banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jam 09.00 malam, pintunya dibuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Neni, keluar.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku dipindah ke ruang tunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mbak, boleh numpang ke air?” tanyaku ke polisi wanita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku diantar ke toilet khusus tamu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu aku duduk lagi di ruang tunggu. Dikasih makan. Dikasih minum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus aku dipanggil ke meja panjang. Kayak kasir pengaduan. Di depannya komputer semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi bilang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kamu besok bebas, ya. Mau telepon agen jemput, atau mau diantar ke agen?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terserah kalian aja. Terima kasih.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku sujud syukur di situ juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terima kasih, Pak Polisi. Ya Allah, terima kasih. Sudah adil sama aku.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi di meja nanya lagi,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kasus kamu mau disebarkan atau di-privasi?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jangan disebarkan, Pak. Nanti keluarga saya kaget. Di-privasi aja, soalnya aku takut keluarga saya tahu tentang ini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oke. Tanda tangan sini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikasih kertas banyak. Bahasa Inggris semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau bisa baca, baca dulu,” kata polisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku jawab,</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nggak usah, Pak. Saya percaya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku tanda tangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi senyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita tahu kok kamu nggak salah. Dari cara majikan kamu ngomong aja udah kelihatan siapa yang benar, siapa yang salah. Di pisau itu nggak ada sidik jari kamu. Nggak ada bukti pembunuhan. Jadi&#8230; kamu bebas.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses udah semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku disuruh ambil baju-bajuku. Dibawa ke tempat kayak arsip. Banyak banget kotak-kotak. Rapi semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas buka satu kotak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini punya kamu, Neni.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku ganti dari baju tahanan ke baju sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">HP dikembalikan. Dompet. Semua barang-barang aku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tangan yang tadi diborgol, sekarang bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nggak ada bekas merahnya pun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi mengantar aku ke ruang tunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AC-nya dingin, tapi hati aku anget banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pertama kalinya dalam tiga hari&#8230; aku merasa jadi manusia lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tahanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan pembantu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi Neni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan untuk Singapura ini, aku mau bilang dari hati:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku respect sama pemerintahan Singapura yang memanusiakan TKI dan dia ramah sama TKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, mungkin nggak semuanya diperlakukan seperti itu. Tapi menurut aku, mereka memperlakukan aku dengan sangat baik, sangat rapi, dan sangat hati-hati.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<p class="wp-block-paragraph">Dan di situ, di kursi ruang tamu lantai 15 itu, dengan borgol di depan semua orang, aku nggak mikir ke depannya akan seperti apa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku nggak mikir besok aku makan apa. Nggak mikir agen bakal jemput atau nggak. Nggak mikir bakal dipenjara berapa lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku hanya berpikir satu hal:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Aku tidak bersalah dan Allah akan membelaku.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu aja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kamu hari ini lagi di posisi aku dulu—lagi dituduh, lagi difitnah majikan, lagi disuruh duduk di lantai karena dianggap kotor, lagi tidur di kamar 1&#215;40 cm, lagi dikasih makan sisa—dengerin aku:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jangan takut.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama kamu tidak bersalah, jangan pernah nunduk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bilang yang benar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Telepon polisi! Silakan!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bilang itu dengan keras, walaupun suara kamu gemetar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena kebenaran itu nggak butuh teriak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebenaran itu cuma butuh kamu berani diam dan jujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah lihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi Singapura aja bisa melihat dari cara majikan ngomong siapa yang benar. Apalagi Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini kisah nyata aku sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku pernah di posisi ini—diborgol, digiring dari lantai 15, dan tidur tiga hari di sel Bedok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi aku bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan hari ini aku masih bisa nulis novel buat kalian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kalau kamu lagi di titik paling bawah, ingat aku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau aku aja bisa keluar dengan borgol di tangan tapi merdeka di hati, kamu juga bisa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application">https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ketix.application</a></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/">DENGAN BORGOL DI TANGAN, TAPI BEBAS DI HATI (KISAH NYATA)</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/dengan-borgol-di-tangan-tapi-bebas-di-hati-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://suaramigrannusantara.org/wp-content/uploads/2026/09/1790692338155.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>26 Pelaut Filipina Dari Kapal M/V Gingo Tiba Di Manila Setelah Serangan Di Ukraina</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/26-pelaut-filipina-dari-kapal-m-v-gingo-tiba-di-manila-setelah-serangan-di-ukraina/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/26-pelaut-filipina-dari-kapal-m-v-gingo-tiba-di-manila-setelah-serangan-di-ukraina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 02:11:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[ABK]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[pelaut]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Pekerja Migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Sandera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=6899</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANILA — Sebanyak 26 pelaut Filipina yang bekerja di kapal curah berbendera Liberia, M/V Gingo, akhirnya tiba dengan selamat di...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/26-pelaut-filipina-dari-kapal-m-v-gingo-tiba-di-manila-setelah-serangan-di-ukraina/">26 Pelaut Filipina Dari Kapal M/V Gingo Tiba Di Manila Setelah Serangan Di Ukraina</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>MANILA</strong> — Sebanyak 26 pelaut Filipina yang bekerja di kapal curah berbendera Liberia, <strong>M/V Gingo</strong>, akhirnya tiba dengan selamat di Manila setelah kapal tersebut mengalami serangan ketika berada di Ukraina. Para pelaut dipulangkan setelah sebelumnya berhasil meninggalkan kapal dan menjalani proses evakuasi dari wilayah yang terdampak konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">M/V Gingo dilaporkan mengalami serangan pada 2 September 2026 ketika sedang berada di Ukraina. Berdasarkan keterangan Department of Migrant Workers (DMW) Filipina, seluruh 26 awak Filipina telah berhasil turun dari kapal pada 4 September dan dalam kondisi selamat. Mereka kemudian menunggu proses transit melalui Moldova sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Filipina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses pemulangan melibatkan koordinasi sejumlah institusi Filipina. Kedutaan Besar Filipina di Warsawa, perwakilan diplomatik Filipina di Kyiv, serta Migrant Workers Office di Praha berkoordinasi dengan otoritas terkait, pemilik kapal, dan perusahaan manning untuk menyelesaikan dokumen perjalanan serta memastikan kepulangan para pelaut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah melalui rangkaian perjalanan dari kawasan konflik, seluruh awak akhirnya tiba di Manila pada 12 September 2026 menggunakan penerbangan Emirates Airlines EK334 melalui Ninoy Aquino International Airport Terminal 3. Kedatangan mereka disambut oleh pejabat DMW, perwakilan Overseas Workers Welfare Administration (OWWA), serta tim medis Manila International Airport Authority.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setibanya di Filipina, para pelaut mendapatkan bantuan langsung dari DMW dan OWWA, termasuk bantuan di bandara dan dukungan finansial. Mereka juga menjalani pemeriksaan medis awal untuk mengetahui kondisi kesehatan setelah mengalami situasi berisiko selama berada di wilayah yang terdampak konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">DMW dan OWWA selanjutnya meminta perusahaan manning memastikan para pelaut menjalani pemeriksaan fisik dan psikologis serta proses <em>debriefing</em>. Perusahaan tersebut juga diminta memproses hak-hak yang mungkin menjadi bagian dari kompensasi atau manfaat bagi para pekerja setelah mengalami insiden selama menjalankan pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perhatian terhadap kondisi psikologis menjadi bagian penting dalam proses pemulangan tersebut. Para pelaut tidak hanya menghadapi risiko keselamatan akibat serangan terhadap kapal, tetapi juga pengalaman bekerja di kawasan yang sedang mengalami konflik bersenjata. Karena itu, pemeriksaan dan pendampingan setelah kepulangan diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan medis maupun psikososial yang mungkin muncul setelah mereka kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Filipina juga menekankan pentingnya keselamatan pelaut yang ditempatkan pada kapal yang beroperasi di kawasan berisiko. DMW mengingatkan perusahaan manning berlisensi dan principal mereka agar terus memantau kondisi pelaut Filipina yang bekerja di luar negeri, memastikan penerapan langkah keselamatan, serta mematuhi protokol terkait kapal yang beroperasi di kawasan Laut Hitam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus M/V Gingo kemudian berkembang menjadi bagian dari perhatian pemerintah Filipina terhadap penempatan pelaut di wilayah yang terdampak konflik. DMW menyatakan sedang menyelidiki pemilik kapal dan perusahaan manning yang terkait dengan sejumlah kapal yang membawa pelaut Filipina dan mengalami serangan atau terpapar bahaya di kawasan Selat Hormuz dan Laut Hitam. Pemeriksaan tersebut diarahkan antara lain untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan Filipina mengenai penempatan pelaut di kawasan berisiko tinggi atau wilayah konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khusus kawasan Laut Hitam bagian utara, DMW telah menetapkan larangan penempatan pelaut Filipina pada kapal yang melakukan pelayaran di wilayah tersebut karena dikategorikan sebagai kawasan konflik bersenjata internasional. Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi antara perusahaan manning, pemilik kapal, dan otoritas terkait sebelum pelaut ditempatkan di wilayah yang memiliki ancaman keamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa yang dialami awak M/V Gingo menunjukkan bahwa perlindungan pekerja migran di sektor maritim memiliki karakter khusus. Pelaut tidak selalu bekerja di satu negara tertentu. Mereka dapat berada di kapal berbendera negara lain, dimiliki perusahaan dari negara berbeda, direkrut melalui perusahaan manning di negara asal, dan beroperasi di perairan yang berada di sekitar wilayah konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menciptakan persoalan yurisdiksi dan tanggung jawab yang kompleks. Ketika kapal mengalami serangan, perlindungan terhadap pekerja tidak hanya bergantung pada perusahaan tempat mereka direkrut. Negara asal pekerja, negara bendera kapal, pemilik kapal, perusahaan manning, negara tempat kapal berlabuh, serta otoritas diplomatik masing-masing dapat memiliki peran berbeda dalam penanganan keadaan darurat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, evakuasi 26 pelaut M/V Gingo tidak berhenti pada keberhasilan membawa mereka keluar dari kapal. Pemerintah Filipina juga perlu memastikan hak ketenagakerjaan dan perlindungan mereka tetap terpenuhi setelah kembali ke negara asal. Pemeriksaan kesehatan, dukungan psikologis, kompensasi apabila berlaku, serta evaluasi terhadap kondisi penempatan menjadi bagian dari proses pemulihan setelah insiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini juga menjadi perhatian bagi perusahaan manning. Keputusan mengenai penempatan pelaut di kapal yang beroperasi di wilayah dengan tingkat ancaman keamanan tinggi membutuhkan penilaian risiko yang serius. Informasi mengenai rute pelayaran, kondisi keamanan, status wilayah konflik, prosedur evakuasi, serta perlindungan asuransi perlu diketahui pekerja sebelum mereka menjalankan tugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi keluarga para pelaut, kepulangan 26 awak M/V Gingo memberikan kepastian bahwa mereka telah kembali dengan selamat. Namun, bagi pemerintah dan industri pelayaran, insiden tersebut meninggalkan pekerjaan lanjutan berupa evaluasi mengenai bagaimana pelaut Filipina ditempatkan dan dilindungi ketika kapal memasuki kawasan yang berisiko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Filipina telah meminta perusahaan manning dan principal untuk terus memantau kondisi pelaut serta memastikan langkah keselamatan diterapkan, terutama terhadap kapal yang beroperasi di kawasan konflik dan memiliki ancaman keamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelindungan pelaut migran pada akhirnya tidak cukup hanya dengan kemampuan melakukan repatriasi setelah terjadi serangan. Sistem pelindungan harus bekerja sejak sebelum keberangkatan, melalui penilaian risiko penempatan, transparansi informasi kepada pekerja, prosedur keselamatan, komunikasi darurat, asuransi dan jaminan hak, hingga pendampingan medis serta psikologis setelah pekerja kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepulangan 26 pelaut Filipina dari M/V Gingo dengan demikian menjadi contoh bagaimana negara asal, perwakilan diplomatik, perusahaan manning, pemilik kapal, dan lembaga perlindungan pekerja harus bekerja secara terpadu ketika warga negaranya menghadapi ancaman di wilayah konflik. Dalam pekerjaan maritim internasional, keselamatan pelaut harus menjadi bagian utama dari setiap keputusan penempatan, bukan sekadar persoalan yang ditangani setelah kecelakaan atau serangan terjadi.</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/26-pelaut-filipina-dari-kapal-m-v-gingo-tiba-di-manila-setelah-serangan-di-ukraina/">26 Pelaut Filipina Dari Kapal M/V Gingo Tiba Di Manila Setelah Serangan Di Ukraina</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/26-pelaut-filipina-dari-kapal-m-v-gingo-tiba-di-manila-setelah-serangan-di-ukraina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://asset.kompas.com/crops/av4lrv34LyvJlgrEFu6eUTerEuw=/1x0:1024x682/1200x800/data/photo/2025/07/18/6879e514dd825.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konflik Yaman Picu Perpindahan Penduduk Besar-besaran, 112 Ribu Orang Mengungsi dalam Dua Pekan</title>
		<link>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/konflik-yaman-picu-perpindahan-penduduk-besar-besaran-112-ribu-orang-mengungsi-dalam-dua-pekan/</link>
					<comments>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/konflik-yaman-picu-perpindahan-penduduk-besar-besaran-112-ribu-orang-mengungsi-dalam-dua-pekan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2026 22:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[Buminu]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[CPMI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KP2MI]]></category>
		<category><![CDATA[migran]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Yaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaramigrannusantara.org/?p=6578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jenewa — Eskalasi konflik di wilayah pesisir barat Yaman memicu gelombang perpindahan penduduk dalam skala besar. Organisasi Internasional untuk Migrasi...</p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/konflik-yaman-picu-perpindahan-penduduk-besar-besaran-112-ribu-orang-mengungsi-dalam-dua-pekan/">Konflik Yaman Picu Perpindahan Penduduk Besar-besaran, 112 Ribu Orang Mengungsi dalam Dua Pekan</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jenewa</strong> — Eskalasi konflik di wilayah pesisir barat Yaman memicu gelombang perpindahan penduduk dalam skala besar. Organisasi Internasional untuk Migrasi atau <strong>International Organization for Migration (IOM)</strong> melaporkan sedikitnya <strong>112.818 orang</strong> telah mengungsi di dalam Yaman sejak eskalasi konflik meningkat, dengan sebagian besar perpindahan terjadi dalam dua pekan terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada saat yang sama, hampir <strong>3.000 orang telah menyeberangi laut menuju Djibouti</strong> dalam waktu kurang dari satu pekan. Sebagian besar merupakan keluarga Yaman yang meninggalkan rumah akibat meningkatnya pertempuran dan mencari tempat yang lebih aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data IOM melalui <strong>Displacement Tracking Matrix (DTM)</strong> menunjukkan bahwa hingga 16 September 2026, sebanyak 109.356 orang tercatat mengungsi hanya dalam periode 1–16 September. Jika digabungkan dengan perpindahan sejak eskalasi konflik dimulai pada Juni 2026, jumlah kumulatif mencapai 112.818 orang atau sekitar 18.803 rumah tangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IOM menyebut sebagian besar pengungsi memilih berpindah ke wilayah yang relatif dekat dengan tempat tinggal mereka. Pilihan tersebut antara lain berkaitan dengan harapan bahwa mereka masih dapat kembali ketika kondisi keamanan memungkinkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Taiz dan Lahj Menjadi Wilayah Terdampak Terbesar</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perpindahan penduduk paling besar tercatat di Provinsi <strong>Taiz</strong> dan <strong>Lahj</strong>. Berdasarkan pembaruan DTM IOM hingga 16 September, Taiz menampung sekitar <strong>64.314 orang atau 57 persen</strong> dari total pengungsi yang tercatat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lahj berada di urutan berikutnya dengan sekitar <strong>30.132 orang atau 27 persen</strong>. Perpindahan juga tercatat di Al Hodeidah sebanyak 8.244 orang, Aden 5.688 orang, Abyan 3.324 orang, Hadramawt 660 orang, dan Ma’rib 456 orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Taiz, Distrik Jabal Habashi menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi perpindahan terbesar, dengan lebih dari <strong>21.000 orang</strong> tercatat mengungsi. Distrik Al-Ma&#8217;afer juga mencatat sekitar <strong>12.600 orang</strong> yang berpindah akibat eskalasi konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Besarnya angka tersebut menunjukkan cepatnya perubahan kondisi kemanusiaan di wilayah konflik. IOM menegaskan data tersebut masih dinamis karena tim DTM terus melakukan pendataan dan memperbarui angka perpindahan berdasarkan informasi lapangan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hampir 3.000 Orang Menyeberang ke Djibouti</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gelombang perpindahan tidak hanya terjadi di dalam wilayah Yaman. Dalam waktu kurang dari satu pekan, hampir <strong>3.000 orang tiba di Djibouti</strong> setelah melakukan perjalanan laut melintasi kawasan sekitar Teluk Aden dan Selat Bab el-Mandeb.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR menyatakan para pendatang memasuki Djibouti melalui empat titik resmi setelah melakukan perjalanan menggunakan kapal-kapal kecil. Sebagian keluarga tiba dalam kondisi membawa sangat sedikit barang, sementara sejumlah orang dilaporkan datang tanpa seluruh anggota keluarganya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para pengungsi yang tiba di Djibouti menceritakan bahwa mereka meninggalkan rumah setelah menghadapi pemboman, tembakan artileri dan baku tembak. Bagi sejumlah keluarga, keputusan meninggalkan Yaman dilakukan dalam waktu singkat karena keselamatan menjadi persoalan yang mendesak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR juga mencatat adanya beberapa gelombang kedatangan. Pada awalnya nelayan tiba bersama keluarga mereka, kemudian disusul kelompok yang membawa sebagian barang pribadi. Ada pula pengungsi yang datang membawa barang seperti panel surya dan ternak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Krisis Pengungsi Menekan Kapasitas Djibouti</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangan ribuan pengungsi dalam waktu singkat menambah tekanan terhadap kapasitas Djibouti sebagai negara penerima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR menyebut kebutuhan paling mendesak mencakup <strong>makanan, air, tempat tinggal, layanan kesehatan dan perlindungan</strong>, khususnya bagi perempuan, anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Fasilitas air, sanitasi, perumahan dan pendidikan di masyarakat penerima juga menghadapi tekanan akibat bertambahnya jumlah penduduk yang membutuhkan layanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi tersebut membuat respons kemanusiaan tidak hanya menjadi persoalan bagi pemerintah Djibouti. UNHCR dan mitra kemanusiaan menilai dukungan internasional diperlukan karena kecepatan kedatangan pengungsi mulai melampaui kapasitas lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan juga diperumit oleh kondisi perjalanan. UNHCR melaporkan masih ada orang yang berusaha meninggalkan Yaman, tetapi <strong>keterbatasan bahan bakar</strong> membuat sejumlah kapal tidak dapat melakukan perjalanan menuju Djibouti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, jumlah orang yang telah tiba di Djibouti belum tentu menggambarkan seluruh penduduk yang ingin meninggalkan wilayah konflik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Keluarga Menjadi Bagian Besar dari Arus Pengungsian</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gelombang pengungsian kali ini memiliki dimensi keluarga yang kuat. Banyak orang tidak meninggalkan Yaman seorang diri, melainkan membawa pasangan, anak dan anggota keluarga lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UNHCR melaporkan bahwa sejumlah pendatang bahkan tiba tanpa sebagian anggota keluarga mereka. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan perlindungan tambahan, terutama terkait pencarian anggota keluarga yang terpisah selama proses pelarian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian pengungsi juga bukan pertama kali mengalami perpindahan. UNHCR mencatat terdapat orang yang kembali meninggalkan Yaman setelah sebelumnya mengungsi dalam krisis pada 2015.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini memperlihatkan bagaimana konflik berkepanjangan dapat menghasilkan siklus perpindahan berulang. Keluarga yang sebelumnya telah kehilangan tempat tinggal atau sumber penghidupan kembali menghadapi situasi serupa ketika kekerasan meningkat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Layanan Kesehatan Yaman Ikut Tertekan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Eskalasi konflik juga memberikan tekanan terhadap sistem kesehatan Yaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam briefing PBB di Jenewa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa hanya sekitar <strong>6 persen fasilitas kesehatan di Yaman yang memiliki paket layanan trauma lengkap</strong>. Konflik bersenjata meningkatkan kebutuhan terhadap layanan trauma, sementara akses menuju fasilitas kesehatan dan jalur rujukan di sejumlah wilayah pesisir barat masih menjadi persoalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">WHO juga menyatakan kolera masih ditemukan di Yaman meskipun kasusnya telah menurun dari puncaknya pada 2025. Dalam situasi perpindahan penduduk yang besar, pengawasan penyakit menjadi semakin sulit dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi masyarakat yang mengungsi, persoalan kesehatan tidak berhenti pada luka akibat konflik. Keterbatasan air bersih, sanitasi, tempat tinggal dan akses terhadap layanan medis dapat meningkatkan risiko penyakit dan memperburuk kondisi kelompok rentan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Krisis Kemanusiaan yang Berlapis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gelombang pengungsian terbaru terjadi ketika Yaman masih menghadapi krisis kemanusiaan yang panjang akibat konflik sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PBB menyebut sekitar <strong>22 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan</strong>. Eskalasi baru kemudian menambah jumlah masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal, makanan, air bersih, layanan kesehatan dan perlindungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Misi IOM di Yaman Abdusattor Esoev mengatakan sumber daya kemanusiaan yang tersedia sangat terbatas sementara kebutuhan meningkat dengan cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah lain adalah tidak seluruh wilayah yang terdampak dapat dijangkau oleh organisasi kemanusiaan. Keterbatasan akses membuat proses pendataan, pengiriman bantuan dan pemantauan kondisi pengungsi menjadi lebih sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, angka 112.818 pengungsi internal harus dibaca sebagai data yang terus bergerak, bukan angka final.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bab al-Mandeb dan Dimensi Regional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perpindahan penduduk Yaman juga berlangsung di kawasan yang memiliki posisi geografis strategis. Pesisir barat Yaman menghadap Laut Merah dan kawasan <strong>Selat Bab el-Mandeb</strong>, jalur yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eskalasi konflik di wilayah tersebut karena itu memiliki dampak yang lebih luas daripada persoalan perpindahan penduduk semata. Pergerakan masyarakat menuju Djibouti menunjukkan bahwa konflik domestik Yaman juga memiliki konsekuensi lintas batas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bagi keluarga yang meninggalkan rumah, persoalan geopolitik tersebut berada di belakang kebutuhan yang paling mendasar: menemukan tempat yang aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka yang masih berada di dalam Yaman sebagian memilih berpindah tidak terlalu jauh dari rumah dengan harapan dapat kembali. Sementara mereka yang menyeberangi laut mengambil risiko perjalanan menggunakan kapal kecil karena melihat keselamatan sebagai kebutuhan yang lebih mendesak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Angka yang Menggambarkan Krisis Manusia</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam waktu sekitar dua pekan, lebih dari <strong>112.000 orang kehilangan tempat tinggal atau berpindah dari lokasi asalnya</strong> akibat eskalasi konflik di wilayah pesisir barat Yaman. Hampir <strong>3.000 orang lainnya telah menyeberang menuju Djibouti</strong> dalam waktu kurang dari satu pekan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut menggambarkan kecepatan perubahan situasi kemanusiaan di Yaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik setiap angka terdapat keluarga yang meninggalkan rumah, anak-anak yang kehilangan akses pendidikan, pekerja yang kehilangan sumber penghasilan, serta masyarakat yang harus bergantung pada bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi lembaga kemanusiaan, tantangannya kini bukan hanya mencatat berapa banyak orang yang berpindah, tetapi memastikan bahwa mereka memperoleh <strong>tempat tinggal, makanan, air, kesehatan dan perlindungan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, perkembangan di Djibouti menunjukkan bahwa dampak konflik Yaman telah melampaui batas wilayah negara. Ketika ribuan keluarga menyeberangi laut untuk mencari keselamatan, negara tetangga ikut menghadapi konsekuensi kemanusiaan dari konflik yang belum menunjukkan penyelesaian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yaman kembali memperlihatkan bagaimana konflik bersenjata dapat mengubah peta kehidupan masyarakat hanya dalam hitungan hari: <strong>rumah ditinggalkan, keluarga berpindah, laut diseberangi, dan negara tetangga harus bersiap menerima gelombang pengungsi baru.</strong></p>
<p>The post <a href="https://suaramigrannusantara.org/2026/09/konflik-yaman-picu-perpindahan-penduduk-besar-besaran-112-ribu-orang-mengungsi-dalam-dua-pekan/">Konflik Yaman Picu Perpindahan Penduduk Besar-besaran, 112 Ribu Orang Mengungsi dalam Dua Pekan</a> appeared first on <a href="https://suaramigrannusantara.org">suaramigrannusantara.org</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suaramigrannusantara.org/2026/09/konflik-yaman-picu-perpindahan-penduduk-besar-besaran-112-ribu-orang-mengungsi-dalam-dua-pekan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvBqJs6JVzyX2eD1JcMIGqEhcVFUEQoKldMXsbBWl060B_cfzDvriOo1o&#038;s=10" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
