Pendidikan Migrasi Aman Penting bagi Calon Pekerja Migran
Ponorogo — Pendidikan migrasi aman menjadi salah satu pilar utama dalam upaya melindungi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai ancaman eksploitasi dan perdagangan orang. Kementerian P2MI bersama Bank Indonesia, Kejaksaan Agung, dan perbankan BUMN menggelar edukasi keuangan bagi PMI di Hong Kong, Malang, Tulungagung, dan Ponorogo sepanjang 2025. Kegiatan menyasar 120 PMI di KJRI Hong Kong, 70 calon PMI di Malang, dan 100 keluarga PMI di Ponorogo.
Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi KP2MI, Indra Hardiansyah, menekankan bahwa pendidikan migrasi aman tidak hanya mencakup prosedur, tetapi juga literasi keuangan dan hukum. “Pemanfaatan remitansi yang tepat dapat mendorong kemandirian ekonomi PMI dan keluarganya. Untuk itu, literasi keuangan harus diberikan sebelum PMI berangkat,” ujarnya di Hong Kong, Maret 2025. BPS mencatat masalah PMI berkaitan erat dengan skill mismatch dan rekrutmen ilegal.
Kemenko PMK telah merekomendasikan penguatan sosialisasi migrasi aman hingga ke tingkat desa, melibatkan pemerintah, media massa, institusi pendidikan, dan tokoh masyarakat. Migrant CARE menemukan calon PMI yang mendapatkan pendidikan pra-migrasi memiliki tingkat keberhasilan penempatan lebih tinggi dan lebih mampu mengenali agen tidak bertanggung jawab. Investasi dalam pendidikan migrasi aman bukan sekadar program sosial, melainkan intervensi kritis yang melindungi jiwa manusia.