Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Duka Mendalam atas Wafatnya Jenderal Try Sutrisno, Teladan Prajurit dan Negarawan

 ·  Admin2
Duka Mendalam atas Wafatnya Jenderal Try Sutrisno, Teladan Prajurit dan Negarawan

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia atas wafatnya Jenderal (Purn.) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi bangsa yang pernah dipimpinnya dalam berbagai posisi strategis.

Federasi Buminu Sarbumusi bersama seluruh jajaran redaksi suaramigrannusantara.org/ menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sosok prajurit, pemimpin, sekaligus negarawan tersebut.

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia meniti karier panjang di lingkungan militer sejak muda, setelah menempuh pendidikan di Akademi Militer Nasional. Kiprahnya di tubuh TNI terbilang menonjol. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada periode 1986–1988, lalu dipercaya menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1988–1993. Dalam masa pengabdiannya, ia dikenal sebagai figur disiplin, tegas, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap negara.

Pada tahun 1993, Try Sutrisno terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Suharto untuk periode 1993–1998. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden, ia menjalankan fungsi konstitusional mendampingi kepala negara di tengah dinamika politik dan ekonomi nasional yang kompleks menjelang akhir era Orde Baru.

Sebagai seorang prajurit yang tumbuh dari jenjang bawah, Try Sutrisno kerap dipandang sebagai representasi generasi militer yang dibentuk oleh semangat pasca-kemerdekaan. Ia melewati berbagai operasi militer dan fase penting pembangunan nasional. Meski dinamika sejarah selalu menyisakan ruang evaluasi kritis, kiprah dan dedikasinya dalam mempertahankan stabilitas negara menjadi bagian dari catatan sejarah Indonesia.

Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi menyampaikan bahwa nilai-nilai kedisiplinan, kesederhanaan, dan loyalitas kepada bangsa adalah warisan moral yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang lahir dari tradisi pengabdian. Terlepas dari dinamika politik zamannya, komitmen terhadap keutuhan negara dan pengabdian tanpa pamrih menjadi pelajaran penting bagi generasi hari ini,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Redaksi suaramigrannusantara.org/ menilai, dalam konteks kebangsaan hari ini, Indonesia membutuhkan figur-figur yang memiliki integritas, rasa tanggung jawab, serta keberanian mengambil keputusan di tengah tekanan. Keteladanan bukan berarti tanpa cela, melainkan keberanian untuk mengabdi sepenuh hati kepada negara dan rakyatnya.

Kepergian Jenderal Try Sutrisno menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk menimbang kembali arti pengabdian dan kepemimpinan. Di tengah tantangan global dan dinamika nasional, nilai keteguhan, kedisiplinan, serta komitmen terhadap persatuan tetap relevan untuk diwarisi.

Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Aamiin yaa Robbal ‘alamin.

Buminu Buminu Sarbumusi Federasi Buminu Sarbumusi HAM migran tengah
Berita Terkait
Amparan Dukung Pembentukan Pengadilan Khusus Pekerja Migran: TPPO Bukan Kejahatan Biasa
BERITA
Amparan Dukung Pembentukan Pengadilan Khusus Pekerja Migran: TPPO Bukan Kejahatan Biasa
27 Mar 2026
BERITA
Tenaga Kerja Tak Terlihat Asia di Timur Tengah: Geopolitik Keselamatan Buruh Migran
27 Mar 2026
BERITA
Keluarga PMI Berperan Penting dalam Perlindungan Migrasi Aman
27 Mar 2026