Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Anak-anak Indonesia Undocumented di Luar Negeri Masih Banyak, Kemlu Perkirakan

  user · 
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

JAKARTA — Di balik angka 169 anak PMI yang berhasil dipulangkan, Kemlu memperkirakan masih jauh lebih banyak anak-anak Indonesia yang hidup tanpa dokumen legal di berbagai negara — sebuah “gunung es” yang puncaknya baru terlihat ketika ada krisis atau ketika anak-anak itu tertangkap aparat imigrasi negara tujuan. Fenomena ini merupakan konsekuensi langsung dari jutaan PMI nonprosedural yang bekerja dan menetap secara tidak resmi selama bertahun-tahun.

\n\n

“Sulit memperkirakan jumlah pastinya karena sifatnya yang tersembunyi. Tapi dari laporan konsulat di Malaysia saja, ribuan anak Indonesia hidup tanpa dokumen di Sabah dan Sarawak,” ungkap peneliti migrasi, dikutip dari laporan Kemlu RI (2024).

\n\n

Anak-anak undocumented ini rentan terhadap berbagai bentuk eksploitasi: dipekerjakan di perkebunan atau industri rumahan tanpa upah, dimanfaatkan dalam jaringan pengemis terorganisir, atau bahkan menjadi korban perdagangan anak. Tanpa identitas hukum, mereka tidak dapat menuntut keadilan dari sistem hukum di negara mana pun — menjadikan mereka kelompok paling tidak terlindungi dalam ekosistem migrasi.

\n\n

Suara Migran Nusantara mengingatkan bahwa “data resmi hanya puncak gunung es, ribuan kasus tak pernah dilaporkan” — sebuah realita pahit yang menuntut perubahan mendasar: dari pendekatan reaktif menuju pendekatan preventif yang mencegah PMI berangkat secara nonprosedural dan memperluas akses pendaftaran anak PMI di KBRI/KJRI.

\n\n

Sumber: Kemlu RI (2024); Suara Migran Nusantara (2026); Voice Indonesia (2024); UNHCR Indonesia (2024).

ART migran Migrasi PMI PMI Nonprosedural
Berita Terkait
BERITA
Kemlu Pulangkan 169 Anak PMI yang Terlantar di Taiwan dan UAE
22 Jun 2026
BERITA
DW: Pekerja Migran Sasar Utama Diskriminasi Saat Wabah Virus
21 Jun 2026
Komnas Perempuan: Negara Harus Perkuat Ruang Aman bagi Perempuan PMI
BERITA
Komnas Perempuan: Negara Harus Perkuat Ruang Aman bagi Perempuan PMI
20 Jun 2026