Prabowo: Konflik Ukraina hingga Gaza Picu Kenaikan Harga Pangan dan Energi
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mewanti-wanti bahwa gejolak geopolitik global — dari perang Ukraina yang memasuki tahun ketiga, konflik Gaza yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, hingga ketegangan di Teluk Persia antara Iran dan koalisi Amerika-Israel — akan menekan stabilitas ekonomi Indonesia melalui lonjakan harga komoditas pangan dan energi di pasar global.
\n\n
“Kita tidak bisa pura-pura bahwa konflik di sana tidak berpengaruh di sini. Harga gandum, minyak bumi, gas — semuanya terkoneksi ke konflik yang sedang terjadi. Kita harus siap,” tegas Prabowo, dikutip dari Antaranews Kuala Lumpur (2025).
\n\n
Dampak geopolitik terhadap pekerja migran Indonesia sangat nyata: PMI di Lebanon, Ukraina, dan negara-negara konflik di Timur Tengah terpaksa dievakuasi darurat, kehilangan pekerjaan, dan kembali tanpa tabungan yang memadai. Fluktuasi harga pangan global juga memperburuk kondisi ekonomi keluarga PMI di Indonesia — terutama mereka yang bergantung pada remitansi untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
\n\n
Suara Migran Nusantara mengungkap bahwa di tengah ketegangan geopolitik ini, jaringan kejahatan lintas negara semakin agresif: “scam online yang menjebak PMI bukan sekadar kejahatan siber biasa, melainkan tindak pidana perdagangan orang yang terorganisir secara sistematis dan lintas negara.” Pemerintah Indonesia perlu mengembangkan diplomasi perlindungan warga negara yang proaktif, bukan reaktif.
\n\n
Sumber: Antaranews KL (2025); Kementerian Luar Negeri RI (2025); Suara Migran Nusantara (2026); BNPT (2025).