Jaringan Buruh Migran Perkuat Kampanye Anti Eksploitasi
JAKARTA, 9 Maret 2026 — Jaringan Buruh Migran (JBM) Indonesia bersama berbagai organisasi mitra mengintensifkan kampanye anti eksploitasi PMI di berbagai platform. Kampanye bertajuk ‘Migran Berdaya, Migran Terlindungi’ diluncurkan sepanjang 2024-2025 dan berhasil menjangkau ratusan ribu orang melalui konten digital, webinar, dan kegiatan tatap muka. Materi kampanye mencakup cara mengenali tawaran kerja yang mencurigakan, prosedur migrasi yang aman, hak-hak PMI, dan langkah yang harus diambil ketika mengalami eksploitasi.
Koordinator JBM, Wahyu Susilo, menekankan kampanye anti eksploitasi harus menyentuh akar masalah. “Eksploitasi PMI terjadi bukan karena PMI tidak tahu, tetapi karena sistem yang ada memungkinkan eksploitasi terjadi. Kampanye harus mendorong perubahan sistem, bukan hanya mendidik individu untuk menghindari bahaya,” ujarnya. JBM aktif melakukan pemantauan media untuk mendokumentasikan kasus eksploitasi PMI dan menggunakannya sebagai bahan advokasi kepada pemerintah dan DPR.
Kolaborasi antara JBM dengan KP2MI dan APINDO dalam Lokakarya Tripartit ILO menjadi model kerja sama produktif antara masyarakat sipil, pemerintah, dan sektor swasta. Hasilnya berupa rekomendasi konkret untuk memperkuat pengawasan penempatan PMI yang kini sedang diproses menjadi regulasi. Para analis kebijakan menilai keberhasilan kampanye tidak hanya diukur dari jumlah orang terjangkau, tetapi dari seberapa jauh kampanye mendorong perubahan perilaku agen, P3MI, dan pejabat pemerintah dalam memperlakukan PMI.