Peran Diaspora PMI dalam Mendukung Ekonomi Lokal
JAKARTA/LOMBOK — Diaspora PMI—baik yang masih bekerja di luar negeri maupun yang sudah pulang—memiliki peran yang semakin diakui dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal di daerah asal mereka. Remitansi PMI yang mengalir ke daerah tidak hanya meningkatkan konsumsi rumah tangga, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, sektor pendidikan swasta, dan pembangunan perumahan. Di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pertumbuhan ekonomi lokal dalam lima tahun terakhir sebagian besar didorong arus remitansi PMI.
Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Lombok Tengah, Baiq Suhani, menyatakan modal usaha dari remitansi PMI menjadi sumber utama pembentukan UMKM baru di daerah. “Kami melihat korelasi langsung antara siklus kepulangan PMI dengan lonjakan pendaftaran usaha baru. Mereka membawa modal, pengalaman, dan jaringan dari luar negeri yang memperkaya ekosistem bisnis lokal,” ujarnya. PMI purna yang berhasil dalam wirausaha seringkali menjadi mentor bagi PMI lainnya, menciptakan ekosistem pengetahuan yang berharga.
Penelitian BPS dan LPPM Universitas Mataram menemukan dampak ekonomi remitansi berlipat ganda (multiplier effect) ketika diinvestasikan dalam usaha lokal dibandingkan sekadar dihabiskan untuk konsumsi. KP2MI mendorong kolaborasi dengan Kemenkop UKM, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung transformasi remitansi menjadi investasi produktif. Program Tabungan Mitra PMI yang dikembangkan BRI dan BNI menawarkan insentif khusus bagi PMI yang berkomitmen membuka usaha setelah pulang.