Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Naker Fest Kabupaten Serang Buka 3.978 Lowongan, BP3MI Banten Perluas Akses Kerja Luar Negeri

  Admin2 · 
Sumber: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrQ1XrqcdyPYW4LUScKY3WXu5VlCjOdS4Cfwfo4GErf8ezJNdyUbQUJHo&s=10
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

SERANG — Akses informasi mengenai kesempatan kerja di luar negeri menjadi salah satu bagian dari Naker Fest Kabupaten Serang Tahun 2026 yang digelar pada 24–25 September 2026 di Graha Room Universitas Faletehan. Dalam kegiatan tersebut, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten hadir memberikan informasi mengenai peluang kerja luar negeri, mekanisme penempatan, serta pelindungan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Naker Fest diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang dalam rangka memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Kegiatan tersebut mengusung tema “Temukan Peluangmu, Wujudkan Impianmu” dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang.

Dalam kegiatan tersebut, penyelenggara menyediakan 3.978 lowongan kerja dengan berbagai posisi, mulai dari tingkat manajerial hingga operator. Lowongan tersebut berasal dari perusahaan yang bergerak di sejumlah sektor, antara lain tekstil, manufaktur, jasa, kimia dan otomotif.

Dari total lowongan yang tersedia, 2.223 posisi merupakan kesempatan kerja untuk penempatan di dalam negeri, sedangkan 1.775 posisi diperuntukkan bagi penempatan luar negeri. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa Naker Fest tidak hanya menjadi ruang pencarian kerja di tingkat lokal, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan informasi mengenai pasar kerja internasional.

Job Fair Hybrid Kabupaten Serang 2026 diikuti oleh 43 perusahaan, dengan 37 perusahaan hadir secara langsung dan enam perusahaan mengikuti secara daring. Kehadiran perusahaan dari berbagai sektor memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk melihat pilihan pekerjaan berdasarkan kompetensi dan kualifikasi yang mereka miliki.

Pemerintah Kabupaten Serang sebelumnya menyebut Naker Fest sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan kerja masyarakat dan menekan angka pengangguran. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa lowongan yang tersedia ditujukan terutama bagi generasi muda dan diharapkan dapat dipilih sesuai kompetensi pencari kerja.

Dalam konteks tersebut, kehadiran BP3MI Banten memberikan dimensi berbeda dalam pelaksanaan bursa kerja. Jika sebagian besar stan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan untuk kebutuhan penempatan domestik, BP3MI menyediakan informasi mengenai kesempatan kerja di luar negeri sekaligus mekanisme penempatan dan pelindungan PMI.

BP3MI Banten menyatakan keikutsertaannya merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi peluang kerja luar negeri. Masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri didorong untuk memahami mekanisme penempatan dan mengikuti prosedur yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran lembaga pelayanan pelindungan PMI dalam kegiatan seperti Naker Fest menjadi penting karena informasi mengenai pekerjaan luar negeri tidak hanya menyangkut negara tujuan dan jenis pekerjaan. Calon PMI juga perlu mengetahui siapa pemberi kerja, bagaimana mekanisme perekrutan dilakukan, jenis kontrak yang ditawarkan, persyaratan kompetensi, besaran upah, biaya yang harus ditanggung, jaminan sosial serta saluran pengaduan apabila terjadi persoalan.

Dengan demikian, bursa kerja dapat menjadi ruang edukasi sebelum seseorang memutuskan bekerja di luar negeri. Informasi yang diperoleh calon pekerja sejak awal dapat membantu mereka membedakan antara kesempatan kerja yang memiliki mekanisme penempatan resmi dengan tawaran yang tidak jelas asal-usulnya.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena tawaran bekerja ke luar negeri sering kali beredar melalui berbagai saluran informal. Calon pekerja dapat memperoleh informasi dari media sosial, jaringan pertemanan, perantara maupun agen perekrutan. Tanpa kemampuan melakukan verifikasi, calon pekerja dapat kesulitan mengetahui apakah tawaran pekerjaan tersebut benar-benar tersedia dan apakah pihak yang menawarkan memiliki kewenangan melakukan penempatan.

Karena itu, keberadaan BP3MI di ruang publik seperti Naker Fest memiliki fungsi informatif. Masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai jalur penempatan yang tersedia sekaligus mengetahui lembaga dan kanal resmi yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Naker Fest juga memperlihatkan bahwa kebutuhan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri dapat ditempatkan dalam satu ekosistem informasi ketenagakerjaan. Dari 3.978 lowongan yang tersedia, sebagian diperuntukkan bagi pasar kerja domestik dan sebagian lainnya bagi penempatan internasional. Kondisi tersebut memberikan pilihan kepada pencari kerja berdasarkan kompetensi, kebutuhan ekonomi dan rencana karier masing-masing.

Bagi calon PMI, pilihan bekerja di luar negeri perlu dipertimbangkan tidak hanya berdasarkan besaran gaji. Negara tujuan, jenis pekerjaan, kondisi kerja, kemampuan bahasa, biaya hidup, durasi kontrak dan perlindungan hukum merupakan bagian dari informasi yang perlu diketahui sebelum keberangkatan.

Hal yang sama berlaku bagi calon pekerja yang tertarik dengan sektor tertentu yang membutuhkan keterampilan khusus. Informasi mengenai pelatihan dan sertifikasi menjadi penting karena kebutuhan pasar kerja internasional tidak selalu dapat dipenuhi hanya dengan tenaga kerja yang tersedia. Peningkatan kompetensi menjadi salah satu prasyarat agar pekerja dapat bersaing sekaligus memenuhi standar yang ditetapkan negara tujuan dan pemberi kerja.

Naker Fest Kabupaten Serang juga menyediakan berbagai layanan lain di bidang ketenagakerjaan dan pelayanan publik. Di antaranya layanan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, administrasi kependudukan, BPJS Ketenagakerjaan, BBPVP Serang, BP3MI Banten, Kampung Kompeten Produktif, UMKM binaan, KPP Pratama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta informasi pelatihan welder dan barista.

Kehadiran berbagai layanan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pencarian kerja tidak berhenti pada mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Pencari kerja juga membutuhkan peningkatan kompetensi, informasi administrasi, pemeriksaan kesehatan dan pemahaman mengenai hak serta kewajiban sebagai pekerja.

Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi terhadap persoalan ketenagakerjaan. Pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Sementara bagi BP3MI Banten, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membawa isu pelindungan PMI lebih dekat kepada masyarakat. Informasi mengenai bekerja ke luar negeri tidak ditempatkan semata-mata sebagai promosi kesempatan kerja, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi mengenai proses penempatan yang harus dilakukan melalui mekanisme yang sah.

Prinsip tersebut penting karena migrasi kerja yang prosedural memberikan ruang lebih besar bagi negara untuk melakukan pencatatan, pelayanan dan pelindungan terhadap pekerja. Sebaliknya, keberangkatan melalui jalur yang tidak jelas dapat menyulitkan pekerja ketika menghadapi persoalan dengan pemberi kerja, kehilangan dokumen, kecelakaan kerja, perselisihan upah atau persoalan hukum di negara tujuan.

Calon PMI juga perlu memastikan bahwa informasi mengenai pekerjaan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Informasi mengenai jabatan, lokasi kerja, perusahaan, upah, jam kerja dan kontrak harus diketahui sebelum pekerja mengambil keputusan untuk berangkat. Transparansi pada tahap awal menjadi salah satu unsur penting dalam mencegah penipuan dan eksploitasi.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan seperti Naker Fest dapat menjadi titik temu antara kebijakan ketenagakerjaan daerah dan kebijakan penempatan PMI. Pemerintah daerah memiliki akses langsung kepada pencari kerja, sementara BP3MI memiliki fungsi pelayanan informasi dan pelindungan bagi masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri.

Kerja sama semacam itu juga dapat membantu mengubah cara pandang terhadap migrasi kerja. Bekerja ke luar negeri bukan sekadar persoalan keberangkatan, tetapi merupakan proses yang dimulai dari pencarian informasi, peningkatan kompetensi, verifikasi kesempatan kerja, pemenuhan dokumen, penempatan, keberangkatan, bekerja di negara tujuan hingga kepulangan.

Dari sisi pencari kerja, semakin lengkap informasi yang diperoleh sebelum mengambil keputusan, semakin besar pula kesempatan untuk menilai apakah suatu pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan kondisi yang dimiliki. Karena itu, ruang konsultasi langsung seperti yang tersedia dalam Naker Fest memiliki nilai penting bagi masyarakat yang baru mulai mempertimbangkan pekerjaan di luar negeri.

BP3MI Banten sendiri terus mendorong masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri agar mendapatkan informasi melalui kanal resmi dan mengikuti seluruh tahapan penempatan sesuai prosedur dengan memperhatikan aspek pelindungan.

Bagi Kabupaten Serang, tersedianya 3.978 lowongan kerja dalam satu kegiatan memberikan gambaran mengenai luasnya pilihan pasar kerja yang dapat diakses masyarakat. Sebanyak 1.775 lowongan luar negeri sekaligus menunjukkan bahwa peluang kerja internasional telah menjadi bagian dari ekosistem pencarian kerja yang perlu disertai informasi dan edukasi mengenai penempatan yang aman.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pelindungan PMI idealnya dimulai sejak seseorang masih berada di daerah asal. Informasi yang benar mengenai peluang kerja, prosedur penempatan dan hak pekerja perlu tersedia sebelum calon pekerja menandatangani kontrak atau mengambil keputusan untuk berangkat.

Dengan demikian, kehadiran BP3MI Banten dalam Naker Fest Kabupaten Serang 2026 bukan hanya menjadi bagian dari bursa kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan migrasi kerja yang prosedural kepada masyarakat. Di tengah semakin terbukanya pasar kerja internasional, akses terhadap informasi resmi menjadi salah satu modal penting agar peluang bekerja di luar negeri tidak berubah menjadi risiko bagi calon pekerja.

Bagi calon PMI, pesan yang muncul dari kegiatan tersebut sederhana tetapi penting: kesempatan kerja luar negeri perlu dicari melalui informasi yang dapat diverifikasi, proses penempatan harus jelas, dan pelindungan pekerja harus dipastikan sejak sebelum keberangkatan. Dengan cara tersebut, mobilitas tenaga kerja internasional dapat berjalan sebagai pilihan kerja yang terinformasi, bukan keputusan yang diambil berdasarkan tawaran yang tidak jelas.


Discover more from suaramigrannusantara.org

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Berita BP2MI BP3MI Buminu Buruh migran Calon Pekerja Migran Indonesia CPMI HAM iran KP2MI Lowker Lowongan Kerja migran pekerja migran PMI
Berita Terkait
Sumber: https://images.bisnis.com/thumb/posts/2023/07/10/1673483/tki-2.jpg?w=450&h=237
BERITA
Remitansi PMI Rp288,1 Triliun, Pemerintah Mulai Mengukur Dampaknya bagi Kesejahteraan Keluarga
3 Oct 2026
Sumber: https://golkarpedia.com/wp-content/uploads/2026/09/1809-menteri-p2mi.jpeg
BERITA
MoU RI–Malaysia Ditargetkan Ditandatangani Oktober, Kuota PMI Terampil Sektor Formal Berpeluang Bertambah
3 Oct 2026
Sumber: https://voiceindonesia.co/api/proxy-image?url=https%3A%2F%2Fcdn.voiceindonesia.co%2Fuploads%2F2026%2F10%2Fe34b5be8a1-1002021216-featured.jpg&w=900&q=75
BERITA
3.878 Peluang Kerja Pertanian di Luar Negeri, KP2MI dan Kementan Siapkan Calon PMI dari Hulu hingga Penempatan
3 Oct 2026