Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Dr. Jihan Nurlela, M.M., Wakil Gubernur Lampung Gandeng LPK Astha Academy Tingkatkan SDM Warga Desa Menuju Lampung Kekuatan Sosial-Ekonomi

  Admin2 · 
Dr. Jihan Nurlela, M.M., Wakil Gubernur Lampung Gandeng LPK Astha Academy Tingkatkan SDM Warga Desa Menuju Lampung Kekuatan Sosial-Ekonomi
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

Pesawaran – Pemerintah Provinsi Lampung semakin memperkuat komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga ke tingkat desa. Di tengah tantangan tingginya angka pengangguran usia produktif dan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja, Wakil Gubernur Lampung Dr. Jihan Nurlela, M.M. menggandeng LPK Astha Academy untuk mempercepat transformasi SDM desa melalui program pelatihan vokasi berbasis kompetensi, inovasi, dan kewirausahaan.

Langkah tersebut dinilai menjadi strategi jangka panjang dalam membangun masyarakat desa yang produktif sekaligus memperkuat daya saing Provinsi Lampung di tingkat nasional maupun global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Provinsi Lampung mencapai 9.442.625 jiwa, sementara jumlah pengangguran usia produktif pada Februari 2026 masih berada di kisaran 202,32 ribu orang. Kondisi tersebut dipengaruhi struktur ekonomi Lampung yang masih bertumpu pada sektor pertanian tradisional, buruh informal, dan UMKM skala kecil, serta belum berkembangnya industri padat karya secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung memandang peningkatan kompetensi kerja dan penguasaan bahasa asing sebagai kebutuhan mendesak agar generasi muda siap bersaing, baik di pasar kerja nasional maupun internasional.

Wakil Gubernur Lampung Dr. Jihan Nurlela, M.M. menegaskan bahwa pembangunan Lampung tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus dimulai dari pembangunan manusianya.

“Lampung harus naik kelas. Kita harus membangun sistem tata kelola yang produktif dengan meningkatkan kualitas SDM hingga ke desa-desa. Melalui kolaborasi bersama LPK Astha Academy, kita ingin melahirkan masyarakat yang inovatif sehingga Lampung menjadi kekuatan sosial-ekonomi,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program GERCEP 2026 yang difokuskan pada pelatihan vokasi pengelasan dasar peralatan pertanian yang dipadukan dengan pendekatan Design Thinking dan kewirausahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung Dr. Agus Nompitu, S.E., M.T.P. menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, masyarakat desa akan memiliki kemampuan memperbaiki maupun memodifikasi alat-alat pertanian secara mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada jasa dari luar daerah. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan berpikir kreatif melalui pendekatan Design Thinking agar mampu menghasilkan inovasi berbasis potensi desa, memunculkan wirausaha baru, serta menjadikan Lampung sebagai provinsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan Design Thinking dalam program pemberdayaan masyarakat desa.

“Program ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, tetapi juga menghasilkan inovator desa yang mampu menciptakan solusi atas persoalan di lingkungannya,” jelas Agus Nompitu.

Keberhasilan program tersebut sebenarnya telah terlihat pada pelaksanaan tahun 2025. Dari 915 alumni yang mengikuti pelatihan, hasil tracer study menunjukkan 61 persen telah bekerja maupun berwirausaha, dengan komposisi 81 persen menjadi karyawan dan 19 persen menjadi wirausaha mandiri.

Data tersebut menjadi indikator bahwa pelatihan tidak berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat.

Berangkat dari keberhasilan tersebut, Program GERCEP 2026 kini dipertajam dengan fokus tunggal pada kejuruan Pengelasan Dasar Peralatan Pertanian agar kualitas lulusan semakin mendalam dan lebih mudah diserap dunia kerja.

Program tersebut dilaksanakan di 17 desa, mencakup 16 kecamatan pada 11 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan target 272 peserta yang dibagi dalam 17 kelas pelatihan.

Pelaksanaannya berlangsung dalam empat batch mulai Juni hingga Agustus 2026.

Batch pertama yang berlangsung pada 26 Juni hingga 7 Juli 2026 telah selesai dilaksanakan di lima desa, yakni Batu Menyan (Pesawaran), Merak Belantung (Lampung Selatan), Braja Gemilang (Lampung Timur), Mulyosari (Lampung Selatan), dan Haduyang (Lampung Selatan).

Sebanyak 80 peserta dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Kerja (UJK) serta berhasil menghasilkan 20 prototipe inovasi berbasis kebutuhan desa.

Sementara Batch kedua resmi diluncurkan hari ini dan menjangkau lima desa baru di Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus dengan target tambahan 80 peserta.

Pimpinan LPK Astha Academy, yang juga Wakil Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi (F-Buminu Sarbumusi), Wakhid Masykur, mengatakan bahwa transformasi pelatihan vokasi harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat.

Menurutnya, pelatihan tidak cukup hanya mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, dan keberanian berinovasi.

“LPK Astha Academy hadir untuk menghasilkan tenaga kerja profesional yang memiliki kompetensi, karakter, dan mampu menghadapi perubahan dunia kerja. Program ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi membangun perjalanan belajar mulai dari Design Thinking, kewirausahaan, pelatihan teknis pengelasan, hingga sertifikasi kompetensi BNSP,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran secara bertahap, mulai dari mengenali potensi diri, memahami persoalan desa, merancang solusi, mempelajari kewirausahaan, menguasai teknik pengelasan berbasis praktik, hingga mengikuti uji kompetensi nasional.

Melalui pendekatan tersebut, peserta dibangun dengan dua fondasi utama, yakni mindset dan skillset.

Mindset membentuk cara berpikir inovatif, kreatif, adaptif, dan berani mengambil peluang usaha, sedangkan skillset membangun kemampuan teknis yang benar-benar dibutuhkan dunia industri.

Menurut Wakhid, kombinasi keduanya akan menghasilkan SDM desa yang bukan hanya kompeten bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Seluruh lulusan juga memperoleh pendampingan berkelanjutan melalui komunitas alumni, penyusunan curriculum vitae (CV), akses informasi lowongan kerja melalui platform SiGajah milik Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, hingga memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki.

“Kami ingin melahirkan transformasi dari masyarakat yang belum memiliki keterampilan menjadi tenaga kerja profesional, dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan, dan dari masyarakat biasa menjadi penggerak ekonomi desa. Itulah mengapa kami mengusung tema ‘Dari Belum Bisa Menjadi Pahlawan Desa’,” kata Wakhid.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan LPK Astha Academy diharapkan menjadi model pembangunan SDM berbasis desa yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas, termasuk peluang bekerja di luar negeri bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.

Dengan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis dapat menjawab tantangan pengangguran, memperkuat daya saing tenaga kerja, dan mewujudkan visi menjadikan Lampung sebagai kekuatan sosial-ekonomi yang bertumpu pada SDM unggul, inovatif, siap kerja, dan siap berwirausaha.

berita BNSP BP2MI Buminu Buminu Sarbumusi Buruh migran F-Buminu Sarbumusi Federasi Buminu Sarbumusi HAM KP2MI migran pekerja migran PMI
Berita Terkait
SAKTI Peringatkan KBLI 78104 Berpotensi Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan, Kepastian Hukum Penempatan Awak Kapal Terancam
BERITA
SAKTI Peringatkan KBLI 78104 Berpotensi Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan, Kepastian Hukum Penempatan Awak Kapal Terancam
9 Jul 2026
Tedi Yusnanda N: Transformasi BP2MI Menjadi KP2MI Kehilangan Makna, Revolusi Tata Kelola Pekerja Migran Belum Terjadi
BERITA
Tedi Yusnanda N: Transformasi BP2MI Menjadi KP2MI Kehilangan Makna, Revolusi Tata Kelola Pekerja Migran Belum Terjadi
4 Jul 2026
Ali Nurdin: KP2MI Gagal Total Jalankan Amanat UU Pelindungan PMI, Transformasi Kelembagaan Hanya Berganti Nama
BERITA
Ali Nurdin: KP2MI Gagal Total Jalankan Amanat UU Pelindungan PMI, Transformasi Kelembagaan Hanya Berganti Nama
3 Jul 2026