Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Penempatan PMI ke Bulgaria Ditargetkan 4.000 Orang pada 2027, Bali Jadi Pemasok Utama Sektor Hospitality

  Admin2 · 
Sumber: https://cdn-jpr.jawapos.com/images/5/2026/04/03/pelepasan-ribuan-pmi-disaksikan-langsung-menteri-pelindungan-pekerja-migran-indonesia-p2mi-mukhtarudin-di-hotel-prama-sanur-denpasar-selatan-kamis-242026-pF2kF.webp
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

JAKARTA — Pemerintah Indonesia membuka peluang peningkatan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Bulgaria hingga sekitar 4.000 orang pada 2027. Target tersebut terutama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor hospitality, dengan Bali disebut menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar memasok tenaga kerja terampil untuk pasar kerja Bulgaria.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan jumlah PMI yang ditempatkan ke Bulgaria pada 2026 telah mencapai sekitar 1.000 orang. Pemerintah memperkirakan jumlah tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 4.000 pekerja pada 2027, terutama untuk sektor hospitality dan khususnya tenaga kerja asal Bali.

Peningkatan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak awal 2026, pemerintah telah melakukan penjajakan dan penguatan kerja sama dengan Bulgaria setelah adanya informasi mengenai meningkatnya permintaan tenaga kerja Indonesia, khususnya untuk sektor hospitality. Pemerintah juga mendorong percepatan proses visa karena sebagian pekerjaan hospitality di Bulgaria bersifat musiman dan pekerja harus tiba menjelang dimulainya musim wisata.

Pada April 2026, sebanyak 1.000 calon PMI sektor hospitality dari Indonesia diberangkatkan menuju Bulgaria. Pelepasan dilakukan di Bali dan menjadi salah satu indikator bahwa Bali mulai mengambil posisi penting dalam penyediaan tenaga kerja hospitality untuk pasar kerja Eropa.

Kementerian P2MI sebelumnya menyebut sebagian besar pekerjaan hospitality di Bulgaria bersifat musiman, dengan durasi kerja sekitar lima hingga enam bulan. Kondisi tersebut membuat aspek administrasi, terutama proses visa, menjadi faktor penting karena keterlambatan keberangkatan dapat menyebabkan pekerja kehilangan kesempatan kerja yang telah tersedia.

Bali memiliki modal sosial dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan tersebut. Industri pariwisata yang berkembang membuat tenaga kerja Bali relatif akrab dengan lingkungan kerja hotel, restoran, pelayanan wisata dan bidang hospitality lainnya. Kementerian P2MI juga menyebut pengalaman industri pariwisata Bali sebagai salah satu alasan tenaga kerja dari daerah tersebut memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar hospitality di Bulgaria.

Penguatan jalur penempatan juga mulai dilakukan melalui kerja sama antara lembaga pelatihan kerja di Bali dan mitra di Bulgaria. Pada September 2026, misalnya, BP3MI Bali mencatat penandatanganan kerja sama antara Wave Hotel Bulgaria dan Royal Bali College untuk membuka peluang kerja bagi lulusan lembaga pelatihan tersebut di sektor hospitality Bulgaria. Kerja sama itu sekaligus memberikan gambaran mengenai kompetensi dan standar yang dibutuhkan industri di negara tujuan.

Pemerintah Provinsi Bali juga mencatat adanya rencana wawancara sekitar 2.000 calon PMI pada September 2026 sebagai bagian dari penguatan penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Pemerintah daerah menyatakan dukungan terhadap peningkatan keterampilan, integrasi basis data PMI, hingga fasilitasi proses administrasi bagi calon pekerja migran.

Namun, ekspansi penempatan ke Bulgaria juga membawa pekerjaan rumah yang tidak kecil. Ketika target penempatan meningkat empat kali lipat dari sekitar 1.000 pekerja pada 2026 menjadi sekitar 4.000 pada 2027, kualitas rekrutmen, pelatihan, sertifikasi, kepastian kontrak kerja, biaya penempatan, mekanisme visa, serta perlindungan pekerja harus bergerak dalam kecepatan yang sama.

Apalagi, karakter pekerjaan hospitality di Bulgaria yang sebagian bersifat musiman membuat calon PMI perlu memahami secara jelas durasi kontrak, jenis pekerjaan, struktur upah, jam kerja, akomodasi, jaminan sosial, biaya hidup, serta hak dan kewajiban selama berada di negara penempatan.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga melihat Bulgaria bukan sebagai satu-satunya pintu masuk ke pasar kerja Eropa. KP2MI telah menjajaki peluang penempatan di sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Turki, Italia, Jerman, Slovakia serta beberapa negara Eropa Timur. Sektor yang dibidik tidak hanya hospitality, tetapi juga pekerjaan yang membutuhkan tenaga perawat, pengasuh dan bidang formal lainnya.

Karena itu, target 4.000 PMI ke Bulgaria pada 2027 pada akhirnya bukan sekadar persoalan mengejar angka penempatan. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa ekspansi pasar kerja tersebut berlangsung melalui jalur prosedural dan menghasilkan mobilitas tenaga kerja yang benar-benar memberikan manfaat bagi PMI.

Pasar kerja Eropa memang membuka peluang. Tetapi semakin besar jumlah PMI yang dikirim, semakin besar pula tanggung jawab negara untuk memastikan mereka berangkat dengan kompetensi yang memadai, kontrak yang jelas, biaya yang transparan, serta perlindungan yang dapat bekerja sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Berita BP2MI BP3MI Bulgaria Buminu Buruh migran CPMI HAM Kementerian P2MI KP2MI migran pekerja migran PMI
Berita Terkait
Sumber: https://www.suarasurabaya.net/wp-content/uploads/2016/12/kk182158_clip10.jpg
BERITA
TKA Dilindungi di Indonesia, PMI Harus Diperjuangkan di Luar Negeri: Diplomasi Ketenagakerjaan Tak Boleh Berjalan Satu Arah
12 Oct 2026
BRICS Pay: Langkah Maju Menuju Sistem Keuangan Global yang Lebih Inklusif
BERITA
BRICS Pay: Langkah Maju Menuju Sistem Keuangan Global yang Lebih Inklusif
12 Oct 2026
Sumber: https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2022/11/03/gedung-dprmpr-ri_169.jpeg?w=600&q=90
BERITA
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Larangan Penahanan Ijazah dan Dokumen Pribadi Pekerja
12 Oct 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *