Suara Migran Nusantara Logo
BERITA

Santri Migran Preneur: Inovasi Sarbumusi Membangun PMI yang Berdaya Ekonomi Sejak Dini

  admin admin · 
Santri Migran Preneur: Inovasi Sarbumusi Membangun PMI yang Berdaya Ekonomi Sejak Dini
Gabung di WhatsApp Channel SMN untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

Jakarta – Apa yang terjadi ketika seorang pekerja migran Indonesia kembali ke tanah air setelah bertahun-tahun bekerja keras di luar negeri? Dalam banyak kasus, uang tabungan yang susah payah dikumpulkan habis dalam hitungan bulan — digunakan untuk membayar hutang penempatan, renovasi rumah, dan kebutuhan konsumtif yang menumpuk selama bertahun-tahun. Tidak lama kemudian, mereka pun kembali mencari agen untuk diberangkatkan lagi ke luar negeri. Siklus ini berulang, tanpa pernah benar-benar memberikan perubahan yang bermakna bagi kehidupan mereka.

F-Buminu Sarbumusi ingin memutus siklus itu. Dan jawabannya adalah konsep yang mereka sebut “Santri Migran Preneur” — sebuah visi tentang pekerja migran yang tidak hanya datang dan pergi untuk bekerja, tetapi yang memiliki kemampuan dan modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke Indonesia.

“Kami ingin PMI kita bukan sekadar mengirimkan remitansi. Kami ingin mereka kembali sebagai wirausahawan — orang yang sudah punya keterampilan, punya jaringan, punya modal, dan siap membangun usaha yang bisa menyerap tenaga kerja di desanya,” ujar Ketua Umum F-Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, menjelaskan visi di balik Pesantren Vokasi yang mereka dirikan.

Program Pesantren Vokasi F-Buminu Sarbumusi memuat kurikulum kewirausahaan sebagai salah satu pilar utamanya. Santri calon PMI tidak hanya diajarkan keterampilan teknis untuk bekerja di luar negeri, tetapi juga diajarkan cara merencanakan keuangan jangka panjang, mengenali peluang usaha di daerah asal, dan membangun jaringan bisnis. Di akhir program, setiap santri didorong untuk memiliki rencana bisnis yang konkret untuk dilaksanakan setelah kembali dari luar negeri.

Model ini sejalan dengan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang digagas pemerintah, serta program komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) yang telah berjalan di Blitar, Ponorogo, Jatinom, dan berbagai daerah lainnya. Bersama INFEST Yogyakarta, komunitas-komunitas ini menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan dan migrasi aman yang menyentuh langsung kehidupan calon PMI dan keluarganya.

F-Buminu Sarbumusi berharap model Santri Migran Preneur ini dapat diadopsi secara nasional dan didukung oleh program pemerintah yang komprehensif — termasuk akses terhadap KUR pascakepulangan, pendampingan usaha, dan jaringan pemasaran produk dari usaha PMI yang telah kembali.

“Ketika PMI kembali dengan keterampilan dan modal usaha, mereka bukan lagi beban — mereka adalah motor penggerak ekonomi desa. Dan itu hanya bisa terjadi jika kita persiapkan mereka dengan benar sejak sebelum berangkat,” pungkas Ali Nurdin.

Buminu Buminu Sarbumusi F-Buminu Sarbumusi migran Migrasi pemberdayaan PMI pesantren vokasi santri migran preneur Sarbumusi wirausaha
Berita Terkait
Aktivis Desak Keagenan Awak Kapal Wajib Punya Deposito: Jaminan Nyata Bagi Pelaut Migran
BERITA
Aktivis Desak Keagenan Awak Kapal Wajib Punya Deposito: Jaminan Nyata Bagi Pelaut Migran
25 May 2026
Lawan TPPO Digital: F-Buminu Sarbumusi Desak Penguatan Patroli Siber dan Diplomasi Proaktif
BERITA
Lawan TPPO Digital: F-Buminu Sarbumusi Desak Penguatan Patroli Siber dan Diplomasi Proaktif
24 May 2026
Paspor Ditahan Majikan, PMI Terkurung: Pelanggaran yang Masih Terjadi dan Terus Diabaikan
BERITA
Paspor Ditahan Majikan, PMI Terkurung: Pelanggaran yang Masih Terjadi dan Terus Diabaikan
23 May 2026