Sukabumi, Lumbung PMI yang Menunggu Transformasi: Bukan Sekadar Pengirim Tenaga Kerja
Sukabumi/Jakarta – Setiap tahunnya, ribuan pemuda-pemudi Sukabumi terbang ke berbagai penjuru dunia — Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Arab Saudi — membawa serta impian untuk mengubah nasib keluarga yang menunggu di kampung halaman. Sukabumi sudah sejak lama mendapat predikat sebagai salah satu “lumbung PMI” terbesar di Indonesia, daerah yang menyuplai tenaga kerja migran dalam jumlah besar ke pasar internasional.
Predikat itu membawa kebanggaan, tapi juga tanggung jawab yang besar. F-Buminu Sarbumusi, dalam penilaiannya, mendorong agar Sukabumi tidak puas hanya dengan menjadi daerah pengirim tenaga kerja terbesar. “Sukabumi bukan sekadar lumbung PMI. Sukabumi harus menjadi model transformasi tata kelola migrasi yang komprehensif — mulai dari rekrutmen yang transparan, pelatihan yang berkualitas, perlindungan yang nyata, hingga reintegrasi PMI purna yang bermartabat,” tegas F-Buminu Sarbumusi.
Apa yang dimaksud dengan transformasi tata kelola migrasi di tingkat daerah? Setidaknya ada beberapa dimensi kritis. Pertama, sistem informasi pasar kerja luar negeri yang akurat dan mudah diakses oleh seluruh warga Sukabumi — tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau dari calo yang motifnya kerap tidak sejalan dengan kepentingan calon PMI.
Kedua, ekosistem pelatihan dan sertifikasi yang berkualitas dan terjangkau — tidak hanya di kota, tetapi menjangkau kecamatan-kecamatan di pelosok Sukabumi tempat banyak calon PMI berasal. Ketiga, sistem pengawasan keberangkatan di tingkat desa yang melibatkan aparatur desa, Desmigratif (Desa Migran Produktif), dan komunitas keluarga PMI.
Keempat, program pemberdayaan keluarga PMI yang ditinggal — istri atau suami yang harus mengurus keluarga sendirian, anak-anak yang butuh pendampingan selama orang tuanya di luar negeri. Kelima, program reintegrasi yang terstruktur bagi PMI purna — memastikan bahwa uang yang dibawa pulang dapat produktif menggerakkan ekonomi lokal, bukan habis untuk konsumsi semata.
F-Buminu Sarbumusi bersama pemerintah daerah Sukabumi berkomitmen untuk mendorong transformasi ini secara bertahap. “Jika Sukabumi berhasil membuktikan bahwa migrasi dapat dikelola dengan baik — menghasilkan PMI yang terlindungi, keluarga yang sejahtera, dan komunitas yang berkembang — maka Sukabumi akan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” pungkas F-Buminu Sarbumusi.